
"Bukankah disini masih ada ayah, dia bisa pulang bersama ayah benar kan," ujar Valdo sembari berjalan meninggalkan ayah dan juga kakaknya yang masih berada di sana.
Valdo dan Asisten Kevin menaiki mobil dan langsung mengantarkan Valdo pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Valdo menyuruh Asisten Kevin untuk membawakan baju yang di berikan oleh ibunya itu kepada pembantu agar di bersihkan dan memberikan nya lagi kepada dirinya.
Setelah mengatakan itu Valdo langsung naik ke kamarnya lalu mengunci kamarnya rapat-rapat dan tidak keluar dari kamarnya.
Tidak berapa lama Ayah beserta Kakaknya sudah pulang dari rumah sakit. Ayahnya berjalan menuju ke arah kamar Valdo, "Valdo apakah kau berada di dalam kamarmu … keluarlah." Bujuk Edwin kepada anaknya itu.
"Untuk apa aku keluar, apakah ada sesuatu yang harus dibicarakan? kurasa tidak." Valdo menjawab dari dalam kamarnya tanpa membuka pintu untuk Ayahnya.
"Besok adalah hari pemakaman ibumu."
"Lalu kenapa? aku tau, tanpa kau beritahu juga aku sudah tau kalau besok adalah hari pemakaman ibuku!" teriak Valdo dari dalam kamarnya yang membuat suara itu terdengar sampai ke telinga Alvaro.
Alvaro yang sudah dari tadi berada di samping ayahnya sambil mendengar pembicaraan Ayahnya dan Valdo. Dia merasa tidak senang dengan perkataan Valdo yang berteriak kepada Ayahnya sendiri.
"Valdo! lancang sekali kau berkata seperti itu kepada Ayah! hormatilah Ayah sedikit!" tegas Alvaro yang tidak senang dengan perkataan Valdo.
"Hormati? heh' … apakah kau begitu menghormati dirinya, kalau begitu kau sama saja seperti dirinya."
"Valdo! kita semua disini sedang merasa berdukacita, seharusnya kau mengerti. Jika kau seperti ini sama saja membuat semua ini semakin rumit, hanya karena kematian ibumu kau sampai melupakan Ayah mu ini!" tegas Edwin yang kelihatan nya sedikit tidak senang mendengar perkataan Valdo yang sedari tadi tidak menganggap nya sebagai Ayahnya.
"Ohh hebat hebat, sekarang ada dua orang badut di depan pintu kamarku yang sedang membuat lelucon. Pergilah, aku tidak membutuhkan hiburan dari kalian berdua. Besok adalah hari pemakaman ibuku maka aku katakan kepada kalian jika kalian ingin mendengarkan jawabanku."
__ADS_1
"Aku tidak akan datang ke pemakaman itu karena aku tidak ingin melihat wajah seseorang yang berpura-pura sedih atas kematian ibuku."
Setelah Valdo mengatakan hal yang seperti itu ia tidak berbicara lagi, ia bahkan tidak peduli apa yang dikatakan oleh Ayah dan Kakak nya, terlebih lagi ia membiarkan Ayah dan Kakaknya berbicara sampai mereka lelah.
****************
Keesokan harinya adalah hari dimana pemakaman ibu Valdo, seperti yang dia katakan ia tidak datang di pemakaman itu bahkan dia tidak keluar dari dalam kamarnya. Ketika esok harinya dia ingin bersekolah, dia pergi lebih awal dari pada kakaknya bahkan dia tidak ingin melihat wajah Ayah dan juga Kakak nya di pagi hari.
Begitu pula disaat ia pulang dari sekolahnya, dia bahkan menunggu Ayah dan Kakaknya tidak ada baru dia akan kembali ke rumahnya.
Hal-hal seperti itu akhirnya sering terjadi sampai 5 tahun pun berlalu. Valdo yang saat ini sudah lulus dari Sekolah Menengah Pertama dan ingin melanjutkan Sekolah Menengah Akhir di luar negeri.
5 tahun yang ia lewati ia habiskan untuk bekerja paruh waktu ketika ia pulang sekolah, walaupun ayahnya adalah seorang Direktur tapi semenjak kematian ibunya itu dia tidak pernah melihat ataupun meminta dan menyapa Ayah dan juga kakak nya. Selama 5 tahun ini dia habiskan untuk bekerja memenuhi kehidupannya sendiri.
****************
Keesokan paginya ia menunggu kakak dan juga ayahnya yang ingin pergi kuliah dan bekerja. Ia menunggu di luar pintu rumah, tidak berapa lama Ayah dan kakaknya turun dan bersiap untuk pergi.
"Ohh … biasanya kau sudah pergi, kali ini aku melihatmu dan kau sudah sangat besar. Apakah kau menunggu ku dan Ayah. Valdo yang menunggu dengan membelakangi pintu dan melihat ke arah keluar dari tadi pun berbalik menghadap ke arah Ayah dan Kakaknya.
"Yo' sudah lama tidak bertemu, kita tinggal di satu rumah tapi tidak pernah bertemu satu sama lain. Hari ini jika bukan karena sesuatu dan menghargai kalian adalah keluarga ku maka aku tidak akan ada pagi ini disini menunggu kalian.
"Ada apa? seperti nya ada yang ingin kau bicarakan," ujar Edwin melihat ke arah Valdo.
__ADS_1
"Apakah kau ingin memutuskan hubungan keluarga kita hari ini." Timpal Alvaro dengan senyuman nya yang menyeringai.
"Heh' itu mungkin menurutmu, malam kemarin aku bermimpi bertemu dengan ibu dan dia mengatakan ketika aku ingin meninggalkan rumah maka aku harus berpamitan kepada kalian berdua. Aku sangat berat menuruti perkataan nya, tetapi aku membuang perkataan berat itu dan mengikuti apa yang di minta oleh ibuku."
"Maka hari ini aku berdiri di hadapan kalian berdua ingin mengatakan kalau aku akan pergi keluar negeri, aku tidak tau apakah aku akan kembali atau tidak sebaiknya kalian jangan menunggu." Valdo berbalik pergi setelah mengatakan kata kata perpisahan nya dengan Ayah dan Kakaknya.
Tidak jauh ia melangkah pergi dari tempatnya, ia berhenti. "Kau mengatakan hubungan keluarga kita bukan, hubungan keluarga kita ibarat kan sebuah kata seperti rumah yang indah dan di bakar oleh sebuah api tapi dia masih tetap kokoh berdiri."
"Dan Ayah aku selalu melihat mu bermain dengan wanita lain dan kau membawanya ke rumah ini, aku melihat mu meminum alkohol sampai botolnya berserakan. Aku tidak mempersalahkan semua itu karena aku tau kau memang seperti itu, ketika kematian ibu. Jadi aku tidak akan heran akan hal itu, kalau begitu aku pergi … sampai jumpa lagi Ayah dan Kakak."
"Oh iya satu hal lagi, kenapa Ayah tidak Intropeksi diri dan mencari apa yang Ayah tinggalkan di masa lalu. Baiklah mungkin hanya itu saja sampai jumpa." Setelah mengatakan hal seperti itu Valdo pun pergi dari rumahnya dan tidak kembali lagi.
FLASHBACK OFF*
"Jadi seperti itulah, itu adalah kejadian yang menurut ku tidak bisa ku ubah dan sudah terjadi begitu lama sampai di umurku yang ke 24 tahun ini," ujar Valdo usai menceritakan semua tentang masa lalunya kepada Olivia.
"Apa yang kau katakan, kita masih bisa mengubahnya mungkin saja ayahmu sudah tau dimana letak kesalahannya dan kakakmu juga sadar atas sesuatu yang ia sembunyikan darimu dan dia juga sudah menipumu," ucap Olivia memberi semangat kepada Valdo untuk tidak putus asa.
"Kau yakin?" kata Valdo seakan tak yakin dengan perkataan Olivia.
...****************...
...Setiap orang akan berubah seiring berjalannya waktu, jadi walaupun orang itu pernah jahat dengan dirimu percayalah seiring waktu dia juga akan berubah. Karena waktu seperti roda terkadang bisa berada di atas dan juga bisa berada di bawah....
__ADS_1