
" Suami Bibi? jadi apakah Bibi akan menikah dengan Paman tampan ini?" tanya Chika dengan wajah polos dan lugu nya.
" Apa, ti-" perkataan Valdo langsung di potong oleh Jefri." Tentu saja!" jawab Jefri sembari menepuk pundak Valdo.
" Wow hebat, Bibi akan menikah dengan seorang Pria tampan."
" A-a bukan bukan, senior Jefri mengapa anda mengatakan hal yang seperti itu di depan anak kecil," ujar Valdo yang merona dan juga malu dengan kata kata Chika.
" Kenapa Valdo … apakah kau malu?" tanya Jefri menyeringai licik melihat keadaan Valdo yang wajahnya memerah.
" Tidak bukan seperti itu."
" Jefri hentikan, kau-" lagi dan lagi perkataan Ivan selalu saja di potong tetapi kali ini bukan dengan Jefri, yang memotong perkataan Ivan adalah Olivia yang tiba-tiba saja datang dan memotong perkataan Ivan.
Seketika saja suasana di ruang tamu itu menjadi sangat canggung, sedangkan Chika yang merasa senang bahwa Bibi nya akan menikah dengan Valdo langsung menanyakannya kepada Olivia secara terang terangan.
" Bibi … kata Paman Jefri, Bibi akan menikah dengan Paman tampan ini." Chika menunjuk ke arah Valdo yang sedang berdiri.
Olivia yang mendengar perkataan Chika seperti itu, tiba-tiba merasa malu dan langsung berteriak karena malu. " Apa! i-itu tidak benar. Ba-bagaimana aku bisa me-menikahi Pria yang seperti ini, bahkan aku sendiri tidak ingin memikirkan nya," ujar Olivia yang gugup dan malu dengan wajah meronanya.
" Tapi Paman Jefri bilang ka-" Ivan langsung menutup mulut Chika sebelum ia selesai berbicara. " Chika … e' mungkin Bibi mu tidak ingin di ganggu, jadi jangan mengganggu nya dan juga Paman Jefri hanya bercanda. Benar kan Jefri!" kata Ivan kepada Chika yang seketika ekspresi lemah lembut nya menghilang melihat ke arah Jefri.
" Ha' tentu saja tidak. Yang ku katakan itu adalah kebe-" perkataan Jefri terpotong ketika Ivan mendatangi nya sambil memegang pundaknya dengan sangat keras. " Kebenaran atau kesalahan?" tanya Ivan penuh penekanan dan tidak lupa pula pegangan nya di pundak Jefri juga ikut merasakan penekanan yang sama.
" Ya, itu adalah kesalahan," jawab Jefri mengubah perkataan nya dengan gugup melihat wajah Ivan.
" Kalau begitu, sebaiknya kau ikut dengan kami ke dapur dan membantu Anggi memasak makan malam," kata Ivan dengan senyuman iblis yang terpancar dari wajahnya.
" Eh … I-Ivan tu-tunggu sebentar, kita bisa membicarakan ini secara baik baik,"
__ADS_1
" Tidak bisa, ini sudah tidak bisa di bicarakan lagi maka tebus kesalahan mu," jawab Ivan dan kemudian membawa Jefri dan Chika ke dapur untuk membantu Anggi memasak di dapur.
Sebelum Ivan pergi terlalu jauh dia pun mengatakan sesuatu kepada Olivia. " Oh iya Olivia, nanti akan ada dua orang tamu lagi yang akan datang jadi bisakah kau membukakan pintu untuk mereka nanti." Setelah mengatakan hal itu Ivan langsung pergi ke dapur untuk membantu istrinya memasak makan malam bersama Jefri dan Chika.
Sedangkan Olivia dan juga Valdo yang di tinggalkan di ruang tamu bersama pun duduk di sofa dengan keadaan canggung satu sama lain.
" Hey, bagaimana memulai pembicaraan nya." Batin Olivia linglung dengan suasana di ruang tamu saat itu.
" Kalau bukan karena senior Jefri mungkin aku sudah bisa berbicara banyak dengannya." Batin Valdo mengingat perkataan Jefri tadi yang membuat suasana disitu menjadi canggung tanpa sepatah katapun yang terucap dari keduanya.
Dalam keadaan yang canggung itu mereka berdua akhirnya berniat untuk berbicara satu sama lain. Dengan serentak mereka berbicara disaat yang bersamaan, " Anu." Olivia. " Itu." Valdo. Mereka berdua berbicara dengan serentak.
" A' kalau kau ingin berbicara silahkan saja duluan," ujar Olivia gugup.
" E' tidak, jika kau ingin mengatakan sesuatu silahkan saja duluan," jawab Valdo gugup.
" Kau saja."
Seketika setelah berdebat tentang hal yang tidak penting mereka kembali terdiam. " Bagaimana ini, ingin berbicara saja sulit dan aku bahkan tidak tau ingin memulai pembicaraan dari mana." Batin Valdo yang kebingungan dan linglung harus mencari topik pembicaraan seperti apa.
" Huhh … maafkan atas perkataan Chika tadi, dia masih kecil dan masih belum mengerti dan juga maafkan atas candaannya Kak Jefri juga," ucap Olivia yang memulai pembicaraan dan langsung meminta maaf tentang apa yang terjadi tadi.
" Eh, iya tidak apa apa aku juga tidak masalah, lagipula senior Jefri juga hanya bercanda," jawab Valdo yang memaklumkan atas apa yang terjadi.
" Senior Jefri? senior?apa maksud mu dengan senior, mengapa kau memanggil Kak Jefri dengan sebutan senior?" tanya Olivia keheranan tentang Valdo yang memanggil Jefri dengan sebutan senior
" Ohh apakah kau tidak tau senior Jefri dulu pernah menjadi Letnan Jenderal di markas militer, sedangkan kakak mu adalah Jenderal bintang lima yang sama seperti ku sekarang ini, tetapi waktu itu sebelum kakak mu keluar dari markas militer aku hanyalah seorang Mayor. Dan berkat kakak mu juga aku selamat dari kata kata kematian." Jelas Valdo.
" Hah jadi maksud mu kau pernah bertemu dengan kakak ku?"
__ADS_1
" Ya seperti itulah."
" Aku tidak pernah tau, ohh mungkin saja waktu itu kejadian waktu itu telah menimpa ku sehingga aku tidak mengetahui hal ini." Batin Olivia.
Tidak berapa lama mereka mengobrol terdengar suara ketukan pintu dari luar, Olivia yang mendengar suara ketukan pintu itu langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintunya.
" Iya siapa?" tanya Olivia sembari membuka pintu. Sontak Olivia yang membuka pintu terkejut melihat orang yang datang ke rumahnya dan ternyata itu adalah Fani dan Laura, dan juga mereka berdua adalah tamu yang di katakan oleh Ivan tadi.
" Yo Olivia, bagaimana kabar mu?" tanya Fani dengan senyuman ceria nya.
" Ya aku baik, bagaimana dengan kalian berdua?" kata Olivia dan balik bertanya kepada Laura dan Fani.
" Ya kami baik,"
" Jadi apakah kau tidak berniat untuk mempersilahkan kami masuk?" timpal Laura.
" E' oh, silahkan masuk," jawab Olivia mempersilahkan kedua teman nya itu untuk masuk ke dalam rumahnya. Tiba-tiba Ivan pun datang dari dapur dan ingin melihat siapa yang datang. " Olivia siapa yang datang?" tanya Ivan yang baru saja datang dari dapur.
" A' ini," jawab Olivia gugup.
" Oh ternyata Fani dan Laura, kenapa kalian berdiam diri saja disitu ayo masuk. Makan malam baru saja selesai ayo kita makan malam bersama-sama, oh iya Olivia panggil Valdo juga kita akan makan malam bersama sama," ujar Ivan menyambut kedatangan Laura dan Fani tidak lupa dia mengajak mereka untuk makan malam bersama begitupun juga untuk Valdo.
" Baiklah kak," angguk Olivia.
Beralih ke Valdo yang mendengar nama Fani dan Laura, ketika ia mendengar nama itu ia langsung bergegas ke tempat Olivia berada sedangkan Fani dan Laura yang tidak percaya kalau Jenderal Valdo akan datang pun merasa sedikit tidak enak.
...****************...
Apakah Fani dan Laura akan pergi setelah mengetahui Valdo berada di rumah Olivia mengingat kejadian waktu itu, mari kita saksikan kelanjutan cerita nya.
__ADS_1