
" Kau pasti melihatnya bukan, wajah itu … wajah itulah yang ingin kami tutupi. Ekspresi yang seperti itulah yang tidak ingin kami lihat kembali, kami sudah berjuang untuk semua itu … tetapi kau mengungkit nya kembali, kau membuat usaha kami selama ini menjadi sia sia." Ivan menjelaskan semuanya ke Valdo tentang Olivia dan trauma nya yang sangat kelam.
" Valdo … kau tak pernah mengerti penderitaan yang orang lain rasakan walaupun aku tak pernah tau siapa dirimu yang sebenarnya tetapi mengertilah akan sesuatu, bahwa orang lain mempunyai perasaan yang harus di mengerti." Batin Jefri yang merasa ikut sedih melihat sikap Ivan seperti itu sambil menjelaskan keadaan adiknya ke Valdo.
" Ohh … ternyata aku sangat bersalah dengan mu Olivia. Apakah kejadian itu sangat membuat mu menderita hingga orang lain sangat mengkhawatirkan dirimu, Olivia ternyata penderitaan mu itu lebih sakit daripada penderitaan ku." Batin Valdo yang akhirnya mengerti bahwa dia bersalah akan keadaan Olivia yang seperti itu.
" Valdo … kau sudah membuat nya menjadi seperti ini, dan kau harus membuat nya sadar kembali. Hanya orang yang mengungkit kejadian itulah yang bisa membuat nya menjadi lebih baik, kau harus meminta maaf atas kesalahan yang kau perbuat," ujar Ivan kepada Valdo agar ia menebus kesalahan nya dengan membuat sadar Olivia dan meminta maaf kepadanya.
Setelah mengatakan hal itu Ivan langsung pergi meninggalkan Valdo, sedangkan Jefri yang masih ada disitu datang menghampiri Valdo.
" Valdo … kau tau sendiri sifat Ivan jika ia sudah mengatakan hal yang seperti itu bukan, dia ingin kau melakukannya dengan segera. Jadi karena hal itu aku akan memberimu solusi dari perkataannya tadi akan aku perjelas lagi," ucap Jefri sembari sedikit semangat kepada Valdo agar ia tidak terlalu merasa bersalah.
" Aku … aku merasa sangat bersalah atas hal ini, aku belum pernah melihat senior Ivan menangis di hadapan ku dengan ekspresi yang seperti itu,jadi jika seandainya yang dia katakan itu benar maka aku akan melakukannya karena bagiku senior Ivan sudah seperti kakak ku sendiri," kata Valdo pelan sambil menundukkan kepala nya.
Jefri mendengar perkataan Valdo itu pun tersenyum." Valdo … kau adalah orang yang sulit di tebak seperti Ivan, tetapi jika kau merasa bersalah kau tidak bisa menyembunyikan raut wajahmu sama seperti Ivan. Dan yang membuat ku tersenyum adalah kalian sesama Jenderal yang mendapatkan bintang lima, kalah dengan seorang wanita." Batin Jefri tersenyum melihat kedua Jenderal yang kalah dengan seorang wanita.
Jefri pun memberikan solusi kepada Valdo, setelah ia selesai memberikan solusi kepada Valdo ia pun langsung pergi meninggalkan Valdo dan bergegas menemui Ivan. Sedangkan Ivan yang sedang menunggu Jefri mendapatkan telpon dari istrinya yaitu Anggi.
" Ddrrtt … ddrrtt … ddrrtt … ." Terdengar suara HP Ivan yang bergetar.
__ADS_1
" Halo … " jawab Ivan lirih sembari mengangkat telfon yang tidak ia lihat dulu siapa sebenarnya yang menelfon nya.
" Ada apa? seperti kau tidak enak hati, apakah kau mempunyai masalah?" tanya Anggi yang sedikit khawatir mendengar suara Ivan dari telfon.
" Ohh … maafkan aku istriku, aku tidak melihat nama orang yang menelfon ku, ternyata itu adalah kau," ucap Ivan yang sadar bahwa yang menelponnya itu adalah sang istri yang sangat dicintainya.
" Tidak apa apa, tapi ceritakan kenapa tiba tiba saja kau menjadi seperti ini? apakah terjadi sesuatu kepada Olivia?" tanya Anggi kepada Ivan yang penasaran kenapa tiba tiba suami nya itu sedikit bertingkah aneh.
" Bagaimana kau bisa tau kalau terjadi sesuatu kepada Olivia … ." Ivan terkejut mendengar perkataan Anggi, kenapa ia bisa tau bahwa terjadi sesuatu dengan Olivia padahal dia belum bercerita apa apa.
" Tentu saja aku tau, hanya Olivia lah yang bisa membuatmu menjadi gelisah seperti ini. Apa yang terjadi kepadanya?" jawab Anggi sambil sedikit tersenyum, Anggi pun bertanya lagi kepada Ivan tentang apa yang terjadi kepada Olivia adik iparnya.
" Ada seseorang yang mengungkit masa lalunya kembali …" lirih menjawab pertanyaan Anggi dari sambungan telfon.
Mendengar perkataan Ivan itu seketika senyum di bibir Anggi pun menghilang dan berganti dengan ekspresi terkejut dan juga khawatir kepada Olivia. Anggi berkata," Apa … si- siapa yang … ."
" Beberapa hal yang tidak terduga terjadi hingga membuat dia datang ke markas militer, dan yang mengungkit masa lalunya kau tau siapa?" jelas Ivan kepada Anggi sembari ingin memberi tau kepada Anggi siapa yang membuat Olivia menjadi seperti itu.
" Siapa?" tanya Anggi kepada Ivan yang penasaran siapa sebenarnya yang mengungkit kembali masa lalu Olivia.
__ADS_1
" Dia adalah Valdo … orang yang pernah kuceritakan kepadamu," ujar Ivan kepada Anggi bahwa orang yang mengungkit masa lalu Olivia kembali ialah orang yang bernama Valdo.
Sontak Anggi yang mendengar nama itu dari Ivan pun tidak sengaja menjatuhkan HP nya karena terkejut. Chika yang melihat ibunya seperti itu pun merasa heran dan khawatir.
" Ibu … ibu kenapa, apakah ibu baik baik saja? apa yang dikatakan oleh ayah?" tanya Chika yang khawatir kepada Anggi.
Anggi yang sama sekali tak menghiraukan perkataan Chika pun langsung bersiap siap ingin pergi ke rumah Olivia. Anggi berkata," Ayo Chika sayang ikut dengan ibu, kita akan pergi ke tempat bibi mu," ucap Anggi sembari menggandeng tangan Chika untuk pergi ke rumah Olivia.
" Tidak! Chika tidak ingin pergi kesana lagi, bibi itu jahat!" teriak Chika kepada Anggi yang memberontak untuk tidak ingin pergi ke rumah Olivia.
Anggi terdiam lalu membungkuk. Anggi berkata," Sayang … jangan berkata seperti itu, bibi mu itu orang yang sangat baik hanya saja ada beberapa hal yang membuat dia menjadi seperti itu, saat ini dia membutuhkan kita untuk bangkit kembali. Dan ketika dia sudah bangkit maka kita lah yang merasa akan terlindungi olehnya," ujar Anggi kepada Chika dengan lemah lembut layaknya seorang bidadari.
" Eum … apakah benar bibi itu baik? tapi Chika lihat tidak seperti itu, dia bahkan membentak ayah dan ibu," kata Chika yang masih mengingat kejadian disaat ia mendatangi rumah Olivia waktu itu.
" Sayang … jika seandainya Chika sedang kesal sedang ada masalah dengan teman Chika pasti Chika tidak ingin di ganggu kan?" tanya Anggi kepada Chika lagi sambil tersenyum.
" Tentu saja, Chika tidak ingin di ganggu sama siapa saja," jawab Chika singkat.
" Begitu pula dengan bibi mu, dia mempunyai banyak masalah karena itulah dia menjadi seperti itu, jadi kita harus kesana oke," ucap Anggi sambil membujuk Chika lagi agar ingin ikut pergi ke rumah Olivia.
__ADS_1
" Baiklah … Chika akan ikut karena Chika tau bibi itu baik," ujar Chika setuju dengan ajakan Anggi untuk pergi ke rumah Olivia.