Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Tidak Percaya


__ADS_3

"Ja- jadi Nona adalah tunangan dari Jenderal kami," ujar penjaga gerbang markas militer seakan tak percaya dengan yang di ucapkan oleh gadis yang berada di depan nya ini.


"Tentu saja." Olivia dengan percaya diri nya mengiyakan perkataan penjaga gerbang itu. "Maafkan aku Valdo … aku terpaksa melakukan ini agar aku bisa masuk ke dalam."


"Ka- kalau begitu, silahkan Nona masuk saja."


Olivia berjalan masuk ke dalam markas militer, ketika Olivia masuk ia berjalan menulusuri markas militer dan melihat banyak mes milik anggota militer.


Seketika Olivia terdiam sambil kebingungan. "***Aku tidak tau yang mana mes nya, ketika aku masuk kemari waktu itu aku hanya tau di mana tempat penyiksaan markas militer berada, bukan dimana mes nya."


"Apakah sebaiknya aku menelpon Fani atau Laura … mereka kan sudah kembali ke markas militer, jadi aku akan mencoba untuk menelponnya***." Bingung Olivia. Akhirnya kebingungan yang melanda pikiran dan hatinya itu berakhir saat ia mengingat Fani juga Laura yang pasti ada di dalam markas militer tersebut.


Ia mengambil ponsel yang berada di dalam tas nya dan ingin menghubungi Fani, sebelum ia sempat menelpon Fani ia pun di tegur oleh seseorang.


"Maaf, apa yang anda lakukan disini ya?" tanya seseorang orang itu mendatangi Olivia dari arah belakang.


Sontak Olivia terkejut karena mendengar suara itu dengan reflek nya ia langsung berbalik kebelakang melihat siapa orang yang menegurnya.


"Eh … Laura!" ucapnya setelah melihat orang yang menegur dirinya.


"Olivia, untuk apa kau datang kemari?" tanya Laura yang keheranan karena kedatangan Olivia yang ada disana.


"Emm' aku ingin bertemu dengan Valdo."


"Mengapa kau ingin bertemu dengan Jenderal Valdo?"


"Aku ingin-" Sebelum Olivia selesai mengatakan apa tujuannya untuk datang ke markas militer, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang dari kejauhan yang memanggil nama Laura. "Laura!" teriak orang itu memanggil Laura.

__ADS_1


"Toni, ada apa?"


"Hufhh' aku mencari mu, bukankah tadi kau mengatakan kau ingin berlatih bersamaku dan juga Arya. Oh iya, dimana Fani?" ujar Toni menghela nafasnya yang sedikit kelelahan karena berlari mendatangi Laura; dan langsung bertanya tentang keberadaan Fani.


"Oh Fani, kurasa tadi dia mengatakan kalau dia ingin menemui Arya."


"Oh begitu." Toni menganggukkan kepala nya dengan satu kali anggukan, lalu matanya melirik ke arah Olivia. "Nona Olivia, anda … untuk apa anda datang kemari?"


"Ohh' aku datang kemari hanya ingin menemui Valdo," kata Olivia menjelaskan kedatangan nya kesana untuk yang ke dua kalinya.


"Jenderal Valdo." Toni langsung berpikir di dalam batin nya. "Benar juga, Laura mengatakan kalau kejadian waktu itu sudah selesai. Tapi … Jenderal Valdo dia … ." Lirih Batin Toni.


"Iya, apakah dia ada?"


"Ee' Jenderal Valdo dia … emm' dia ada, tapi-" Toni seakan ragu untuk mengatakan keberadaan Valdo kepada Olivia. Mengapa Toni harus ragu untuk mengatakannya? apakah telah terjadi sesuatu kepada Valdo.


"Kami niat latihan, cuma-" perkataan Toni di potong lagi oleh Fani. "Olivia, kau ada disini," kata Fani melihat keberadaan Olivia disana.


"Iya." Angguk Olivia.


"Untuk apa anda datang kemari?" tanya Arya tentang tujuan Olivia datang ke sana.


"Aku ingin bertemu dengan Valdo." Lagi dan lagi Olivia menjelaskan kedatangan nya kesana


"Jenderal Valdo? Toni apakah kau sudah mengatakannya,"ujar Arya melihat ke arah Toni


"Aku baru saja ingin mengatakannya, tetapi secara tiba-tiba kau datang dan memotong pembicaraan kami."

__ADS_1


"Apakah tidak ada salah satu di antara kalian yang mengatakannya, heh' yang benar saja."


"Apa! kenapa? apa yang sudah terjadi?" cemas Olivia yang tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Hahh … baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kemarin malam tuan Valdo menghubungi ku, dia mengatakan untuk menjemputnya di suatu bar, waktu itu dia menyuruhku untuk mendatangi nya dengan menggunakan taksi. Ketika aku mendengar suara nya dari ponsel aku mengerti bahwa dia sedang mabuk, jadi aku hanya mengatakan iya."


"Aku menyuruh Toni untuk ikut bersama ku menjemput Jenderal Valdo, waktu itu pukul 03:35. Karena aku tidak ingin membangunkan beberapa orang dari anggota militer yang berada di mes jikalau mereka mendengar suara mobil, maka kami memutuskan untuk berlari menjemput Jenderal Valdo di bar yang telah ia beritahukan."


"Ketika kami sampai di bar itu, kami melihat keadaan Jenderal Valdo yang sangat menyedihkan. Kami langsung membawanya masuk ke dalam mobil yang ia bawa dan pergi kembali ke markas militer. Setelah kami sampai di markas militer, kami langsung membawanya masuk ke dalam mes nya dan merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di depan TV."


"Setelah itu ia menyuruh kami untuk keluar, dan menutup pintu mes nya rapat-rapat juga dia berpesan bahwa, jangan membiarkan orang lain masuk." Arya menjelaskan kepada Olivia dengan rinci dan detail tentang keadaan Valdo yang seperti orang tak berakal.


"Apa yang baru saja kau katakan, kau berbohong kan. Tidak mungkin orang sehebat dia menjadi orang yang seperti itu," tatapan mata Olivia seperti tatapan kosong yang tak percaya dengan penjelasan yang di katakan oleh Arya. karena yang ia tau Valdo adalah orang yang dingin tegas cerdas dan bijaksana juga tidak mungkin seperti orang yang dikatakan oleh Arya.


Arya hanya bisa memalingkan wajahnya dan tidak berani melihat tatapan dan wajah Olivia. "Tidak, itu tidak mungkin, itu sangat tidak mungkin! Tidak mungkin orang seperti dia merasakan rasa terpuruk, Kau berbohong!" tegas Olivia tidak percaya atas semua yang telah di dengarnya.


"Itu … mungkin saja terjadi. Setiap orang mempunyai masa lalunya masing-masing dan rasa terpuruk yang mereka rasakan, contohnya seperti anda Nona Olivia, bukankah anda dulu juga sangat terpuruk tetapi anda telah berubah menjadi orang yang sangat terbuka selalu tersenyum dan bahagia. Tetapi Jenderal Valdo dia orang yang sangat tertutup, bahkan kejadian kali ini bukan hanya sekali saja terjadi."


"Setiap pergantian tahun di bulan yang sama dan di tanggal yang sama dia selalu seperti ini, karena itulah kami tidak heran jika ia memanggil kami untuk datang di suatu bar." Toni menjelaskan bahwa kejadian seperti selalu terjadi di tanggal dan bulan yang sama setiap tahunnya.


"Berhentilah berbicara, beritahu aku di mana mes nya!" nada dari suara Olivia menjadi dingin begitupula dengan tatapan matanya.


"Olivia …" kata Laura di susul oleh Fani,"Olivia apakah kau baik baik saja?" ucap kedua sahabat Olivia ini yang khawatir melihat temannya bersikap dingin seperti orang yang tidak memiliki perasaan.


...****************...


Apa yang sebenarnya terjadi dengan Valdo, mengapa ia memiliki sifat seperti itu? mari kita saksikan di Bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2