Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Akhir Bahagia


__ADS_3

"Hmm' ya itu dulu dan sekarang tidak, bahkan aku tak berniat untuk kembali lagi ke pekerjaan ku yang dulu. Aku hanya menganggap itu sebagai awal dari perubahan ku," ucap Olivia dengan senyuman tipis dari bibir nya.


"Oh itu bagus. Siapa yang menemby kepala Rian dan Syahrul? kurasa orang itu sangat sadis, kaki Rian yang sobek karena sayatan pisau masih saja di tembak olehnya sedangkan Syahrul tangannya yang patah pun masih juga di tembak dan dia juga menembak tepat di kepala nya. Siapa yang membunuh mereka?" tanya Andi mengalihkan topik pembicaraan.


"Eh' bukankah mereka berdua adalah teman anda," timpal Arya.


"Itu dulu disaat kami berusaha naik daun untuk meraih pangkat masing-masing, tetapi setelah mereka mendapatkan pangkat yang tetap mereka berubah mereka hanya berpikir keuntungan keuntungan dan keuntungan, sesuai keinginan mereka. Mereka ditawarkan keuntungan dan mereka mati karena keuntungan itu," jelas Valdo dengan santai nya dan tidak ada rasa sedih pun melihat teman lamanya itu mati.


"Tetapi siapa yang membunuh mereka berdua?" tanya Toni penasaran dengan orang yang membunuh Rian dan Syahrul.


"Emm' akulah yang membunuh nya." Olivia mengangkat tangan nya dengan ragu.


"Apa! kau yang membunuhnya." Laura terkaget seakan tak percaya bahwa Olivia lah yang membunuh Rian dan Syahrul.


"Ya, karena seseorang ingin bertaruh dengan ku jika seandainya aku bisa menembak tepat di kepala orang yang menculik ku maka dia akan memberikan ku hadiah, dan sesuai dengan taruhan aku menembak tepat di kepala nya. Jadi apakah orang itu sudah sadar ekhem ... ekhem." Olivia berdehem memberi kode ke Valdo.


"Taruhan? dan orang yang menculik mu waktu itu, apakah itu adalah mereka berdua?" tanya Fani sedikit ragu.


"Yaa, karena aku sempat melihat wajah satu orang di balik topeng itu dan aku terus mengenali nya, sedangkan yang satunya lagi aku hanya menebak dan ternyata benar."


"Ohh ternyata begitu."

__ADS_1


"Tetapi dengan siapa kau bertaruh?" tanya Laura penasaran dengan orang yang mengajak Olivia untuk bertaruh.


"Dengan siapa lagi kalau bukan dengan orang yang memimpin perang ini." Valdo tersenyum mendengar perkataan Olivia yang demikian. "Kau tidak perlu memberiku kode, aku tau aku harus menepati taruhannya dan pastinya kau ingat kata-kata ku dua tahun yang lalu."


Olivia menyeringai mendengar perkataan Valdo dan berkata, "Seorang perempuan tidak boleh mengatakan cinta nya lebih dulu kepada seorang pria, benar bukan?"


"Ingatan mu cukup tajam."


"Tentu saja."


Valdo berjalan mendekati Olivia dan menggapai lalu memegang dengan lembut kepala Olivia dari belakang dan mendekatkan nya dengan bibirnya, lalu Valdo pun mencium kening Olivia.


"Perang ini sudah berakhir dan karena ini sudah berakhir maka aku akan mengatakan yang sejujurnya padamu. Aku mencintaimu."


Valdo lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku bajunya dan membuka kotak kecil tersebut. Olivia merasa terharu dan juga tersipu.


"Yaa beginilah masa muda, he' kau mengingatkan ku tentang sesuatu. Lalu bagaimana dengan kalian berempat, apakah kalian tidak ingin menyusul," ujar Andi melihat ke arah Toni Arya Fani dan Laura.


Fani dan Laura yang malu hanya menundukkan kepala nya, sedangkan Toni dan Arya memalingkan wajahnya. "Hanya dengan malu tidak akan bisa membuktikan cinta, contohlah Jenderal kalian saat ini. Sekali dia jatuh cinta ia langsung melamar nya."


****************

__ADS_1


Beralih ke Valdo dan Olivia. "Olivia menikah lah dengan ku." Valdo bertekuk lutut dan memegang tangan Olivia.


Olivia yang terharu hanya menganggukkan kepala nya dan berkata, "Yaa!"


...****************...


...**Pesan dan kesan dari Author untuk cerita ini adalah:...


...Jangan lah merusak pintu seseorang walaupun seberapa mendesak nya itu, dan dari cerita ini kita belajar bahwa masa lalu yang buruk bukan berarti akan menjadi akhir yang buruk melainkan itu bisa berubah menjadi akhir yang baik. Masa lalu bisa kita jadikan pembelajaran untuk masa depan, dan cerita ini menggambarkan kepada kita jika seandainya jatuh kita masih bisa bangkit lagi jangan mengira disetiap kita melangkah tidak ada orang lain yang membantu, jangan terus menundukkan kepala dan lihat siapa yang membantumu. Baiklah mungkin itu saja pesan dan kesan dari Author untuk cerita ini nantikan Novel author yang lain nya, jika ada salah kata mohon dimaafkan dan saya akhiri dengan**...


Oh iya Author sedang menulis karya baru yang kira-kira akan terbit bulan 2 ini. Novel nya kira-kira seperti di bawah ini ya teman-teman 👇



Jangan lupa untuk mampir ya 🙈


Wabilahhitaufik walhidayah Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kalau ada jarum yang patah


Jangan simpan di dalam peti

__ADS_1


Kalau ada silaf dan salah


Jangan simpan di dalam hati.


__ADS_2