
Episode 10
Didalam kelas shella langsung mengintrogasi zayna, ada hubungan apa dia dengan dokter cogan di sekolah mereka. yang dia tau zayna hanya beberapa kali berpapasan dengan sang dokter kenapa sekarang mereka kelihatan sangat dekat.
“kamu hutang cerita sama aku” tegas shella
“apaan sih, hutang cerita apa?”
“hutang cerita kenapa kamu manggil dokter ray dengan sebutan kakak!”
“oalah jadi ceritanya begini,” zayna menceritakan pertemuan dia dengan dokter ray diparkiran dan sampai dokter ray minta mengubah panggilan zayna terhadapnya
“tuh kan apa aku bilang, dokter ray itu naksir kamu tau!”
“apaan sih kamu ini nggak jelas” zayna mengalihkan pembicaraan supaya dia tidak semakin diintrogasi oleh teman sebangkunya tersebut.
Sebenarnya zayna mengakui kalau dirinya mulai tertarik oleh raymond, secara ray sangat pengertian dan perhatian yang paling utama ray tidak pernah tebar pesona terhadap para cewek yang jelas-jelas setiap hari ada aja ulah para cewek untuk mencari perhatian ay
“woy melamun terus nih orang, awas kesambet kamu zay”
“siapa juga yang melamun, aku tuh lagi mikirin. bagaimana jadinya jika aku sama kak ray jadian ya apa yang bakal mereka lakukan sama aku ya?” isengnya
"kalau aku sangat setuju banget, kalian itu cocok banget tau. kalau soal temen cewek ntar aku yang urus kamu tinggal jalanin sama kakak ray mu itu. bentar deh" kesadaran shella mulai kembali
"kamu suka sama dokter ray zayn?" ucapnya sambil teriak, sehingga mengundang perhatian satu kelas
__ADS_1
"Ssttttt, bisa pelan nggak ngomongnya, nggak usah teriak-teriak juga kali"
"Oops sorry" jawabnya sambil menampakan deretan gigi putihnya
"aku belu yakin itu suka atau apalah itu, cuma saat ini kayaknya aku mulai tertarik"
"sejak kapan?" tanya antusius shella
"Sejak dia tidak mempermasalahkan dengan denganku padahal aku sangat cupu, boro-boro yang yang dekat mereka melihatku saja ogah"
"aku juga sependapat dengan mu, dengan begitu kamu bisa bebas menyukai kakak ray mu tersebut
*
Zayna sudah berada diparkiran untuk bersiap-siap menuju ke kantor mamanya guna membahas peluncuran produk barunya. Karena dia tidak mau begitu mengandalkan sekretarisnya selagi dia bisa. saat melajukan mobilnya dia sempat terjebak oleh kemacetan
“astaga, jelas macet lawong jam segini waktunya pada pulang kantor dan sekolah” jam yang sudah menunjukan pukul 16.30 WIB.
“bisa telat banget kayaknya ini”
*
Tok
Tok
__ADS_1
Zayna langsung masuk keruangan mamanya setelah mengetuk pintu ruang kerja mamanya
“ma maaf ya nana telat, nana kena macet dalam perjalanan kemari”
“iya nggak apa sayang, untung kita ada kerjaan terlebih dahulu sehingga tidak begitu kerasa menunggu mu”
“serius ma?”
“iya sayangnya mama”
“maaf ya tan” ucap zayna berusaha bertanggungjawab dengan kondisinya dia yang habis kejebak macet sehingga dia harus telat sampai 1 jam lebih
“iya tidak apa-apa sayang, tante bisa ngerti kok. Toh kita juga lagi asyik ngobrolin kerjaan juga sampai lupa waktu” tutur tante melinda salah satu temannya dan orang yang menjalin kerja sama dengan aku
“terimakasih tante sudah mau menunggu nana” ucap zayna, kenapa dia kelihatan akrab karena sejak kecil zayna sudah kenal dengan sosok melinda dan keluarganya.
“yaudah ayo segera dimulai meetingnya keburu malam sayang” ajak mama zayna
“iya ma”
Meeting pun dimulai dengan presentasi zayna. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 malam dan hasil kerjasama pun terjalin.
“tidak sia-sia kita menunggu kalau hasilnya sangat memuaskan, aku yakin projec kali ini akan mengalahkan projec yang kemarin” ucap tante melinda dengan percaya diri
“semoga saja tidak mengecewakan mama dan tante”
__ADS_1
“jangan khawatir sayang, kami selalu ada untuk mu kapan pun dan dimana pun” ucap mama zayna memberikan semangat untuk anak kesayangannya.