De Tranen

De Tranen
Episode 2


__ADS_3

Blruukk


Suara tonjokan yang tidak sengaja mendarat di pipi zayna


“au” keluh zayna


“eh, maaf gue nggak sengaja, habisnya kamu ngapain tiba-tiba datang depan gue? Udah tau jika aku lagi ribut sama nih bocah” kata Eusta sambil nunjuk temannya


“kamu nggak tau ini tuh sekolahan bukan ring tinju!! Dan satu hal yang harus kamu tau, aku tuh bukan nggak sengaja lewat depan kamu buat kena tonjok” keluh zayna


“buktinya kamu nyelonong gitu!” jawab Eusta sebenarnya dia tak tega melihat tuh cewek berdarah disela bibirnya


“ kalau bukan teman-teman yang ngedorong aku nggak mungkin berada disini!!” tegas zayna


Eusta melihat sekeliling, dan melongo karena dia tanpa sadar sudah di krumuni oleh temen-temen sekolahnya. Apalagi dia berantem dengan sahabatnya sendiri yakni Noval.


Noval adalah teman kecil Eusta hingga sekarang. Mereka selalu satu sekolah tapi beda jurusan. Jika Eusta ambil jurusan permodelan sedangkan Noval ambil jurusan Desain satu kelas dengan Zayna.


Berawal Eusta tau kalau menajernya meminta noval untuk gabung sedangkan noval tidak tertarik dalam dunia permodelan. Dia tau kalau dunia model adalah impian sahabatnya sendiri, tapi Eusta salah faham, dikiranya Noval


mengambil jobnya, sedangkan noval tau kalau impian dia adalah menjadi super model internasional untuk membuktikan kepada orangtuanya jika dia bisa sukses dengan jerih payahnya.

__ADS_1


“Aku minta maaf, aku akui aku salah. Apakah kamu mau memaafkan aku?” ucap Eusta merasa bersalah


“saya maafkan, tapi kamu jangan bikin gaduh lagi. Untung yang kena tonjok aku bukan yang lain” jawab Zayna


Zayna sejak kecil memang diajari untuk latihan bela diri. Mengingat status keluarganya yang tidak menuntut kemungkinan banyak musuh yang berniat jahat ke keluarganya. Ayah zayna adalah pengusaha dibidang properti,


perhotelean, dan tambang sedangkan ibundanya adalah desainer perhiasan, jadi menuntut zayna untuk belajar ilmu beladiri.


Dengan lebam di pipi bagian kiri, zayna meninggalkan Eusta yang masih binggung ditempat dengan ucapan zayna “nih cewek kenapa tidak marah? Harusnya dia marah atau minta ganti rugi untuk luka yang dia peroleh”


Zayna yang sudah pergi meninggalkan Eusta dengan kebingungannya. Zayna pergi ke ruang kesehatan untuk pertama kalinya dia masuk ketempat itu, karena dia paling membenci bau antiseptik. Dia berhenti didepan ruang kesehatan cukup lama, dia bimbang untuk masuk jika dia tidak masuk luka yang dipipi dan bibirnya akan meninggalkan bekas. Dia cukup tau jika dia pulang dengan luka lebam sang ibunda akan sangat khawatir dan dia pasti bakal dapat pengawalan khusus kembali.


“mau tidak mau aku harus masuk, supaya ibunda tidak khawatir” zayna berusaha untuk menyakinkan diri


polisi menembak salah satu penjahat yang berniat untuk menyelakai zayna. Dan semenjak saat itu zayna tidak berani melihat darah.


Dokter jaga pun mendengar pintu ruangan terbuka dia berjalan untuk melihat siapa yang datang karena dia sudah menangani pasiennya. Dokter itu pun kaget dengan penglihatannya, dia melihat seorang pelajar dengan lebam dipipi dan wajah dengan kondisi pucat tanpa sadar dia maju menghampiri sang pasien sebelum dia ingin bertanya


zayna sudah hilang kesadarannya terlebih dahulu.


Dokter tersebut adalah Raymond, dia dokter praktek yang mengantikan dokter sebelumnya dan hari ini adalah hari pertama dia masuk akan tetapi dia sudah disuguhi dengan pasien yang membludak.

__ADS_1


Dokter Raymond kaget dengan zayna yang langsung pingsan, dia langsung membopong zayna dan langsung menidurkannya ditempat tidur. Setelah itu dia mengecek kondisi zayna dengan tensi rendah, luka pipi lebam seperti habis ditonjok orang dan bibir sobek. setelah mengecek kondisi dia langsung mengobati luka di pipi dan bibir zayna. Tanpa sadar ray kagum melihat zayna, dia merasa dia pernah bertemu gadis itu akan tetapi dia lupa pernah ketemu dimana.


“cantik, wajah kamu mengingatkan aku akan dia” ucap Dokter Ray sambil memperhatikan wajah zayna


Zayna mulai sadarkan diri, dia bingung kenapa dia bisa tidur ranjang pasien seingat dia ia merasakan pusing setelah melihat darah.


“kau sudah bangun?” Tanya Dokter Ray


“Iya dan siapa yang sudah membawaku kesini?” Ucap Zayna


“aku yang membawamu kesini! Kenapa luka yang kamu dapat sehingga bisa seperti ini?” dokter Ray penasaran


“aku tidak apa kak, terima kasih kakak sudah membawa ku kesini. Kalau boleh minta tolong bisa gak kakak panggilkan dokternya kesini? Karena saya harus kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran” pinta Zayna dengan sopan


“apakah kamu tidak ingin istirahat terlebih dahulu, sampai kondisi kamu kembali pulih?” tawarnya


“kondisi saya sudah membaik dan saya tidak bisa ketinggalan mata pelajaran desain” ucap Zayna


“kalau kamu bersikeras saya tidak bisa memaksa, kamu boleh kembali kalau kamu merasa kurang sehat jadi bisa untuk istirahat!!” tegas Dokter Ray


Nb. Jangan lupa untuk like dan komen ya kak ...

__ADS_1


Supaya author semangat lagi untuk lanjut ..


__ADS_2