
Episode 17
“Tet ... Tet ...” Bunyi bel istirahat
“zay kantin yuk?” ajak shella
“boleh” selang mereka akan melangkah keluar kelas noval
memanggil zayna
“kamu tidak melupakan aku kan?”
Zayna yang merasa perkataan tersebut ditujukan kepadanya dia
pun menoleh “ maksudnya?”
“nanti malam aku mau kamu traktir aku makan”
“sekarang aja kalau gitu, kenapa haru nanti malam?”
“tapi akunya nanti malam bagaimana?”
“sekarang atau tidak sama sekali!” tegasnya
“oke kalau gitu, kamu ini semakin marah semakin cantik tau”
goda noval
“hay kalian tidak melupakan aku kan? Aku ini orang loh!”
shella tak terima karena dicuekin mereka berdua
“yaudah ayo kekantin bersama kalau gitu!” ajak zayna sama
shella dan noval
*
“pesan apa kamu?” tanya noval pada zayna
“ah aku spagetti aja deh sama minumnya lemon tea, kalau kamu
apa shel?” ucap zayna sambil menolah ke shella
“aku terserah deh, asal nggak pedas minumnya samain zayna”
ucap shella singkat
“oke ladies, aku pesankan dulu kalian tunggu disini aja!”
noval meninggalkan meraka untuk memesan selang beberapa waktu ray pun datang
kekantin dan langsung mengambil duduk di depan zayna
“boleh duduk disini kan shel?” tanya ray sambil tersenyum
__ADS_1
ramah
“silahkan dok, toh juga masih kosong yang lain udah pada
penuh juga”
“nana nggak pesan makan? Shella juga nggak pesan makan kok
pada duduk disini?”
“pesan kok kak, nih dipesankan sama noval teman kelas aku”
“yaudah aku pesan dulu kalau gitu”
“iya kak”
“zay kamu merasa noval suka kamu nggak sih?” tanya shella
dengan hati-hati
“kamu ini ngomong apaan sih! Jelas kita teman masak
dikit-dikit suka”
“ tapi aku melihat sikap dan tatapan dia fokus ke kamu!”
tegas shella berusaha meyakinkan sahabatnya tersebut
“walaupun dia suka aku yang nggak suka sama dia. Aku hanya
“hmm” dijawab dengan anggukan shella
Setelah menunggu beberapa menit noval datang disusul seorang
pelayan yang membawa pesanan mereka dibelakangnya.
“ternyata kamu pengertian juga ya” ucap shella
“iya dong, namanya juga laki-laki kalau dia tidak bisa pengertian
sama wanita mending ganti kelamin aja deh”
“kamu yang namanya noval?” tanya ray
Yang merasa namanya dipanggil noval pun menoleh kesumber
suara dengan mengangguk sebagai jawaban. Tapi noval heran dengan sikap orang
yang disebelahnya, “kenapa dia langsung duduk di dekat zayna” batin noval
“kenalin val, ini dokter kesehata sekolah kita! Dia biasanya
makan bersama kita jadi kamu jangan bingung gitu pandangannya” tutur zayna
setelah melihat noval kebingungan dengan sikap ray
__ADS_1
“oh, ku kira siapa? Hehe”
“perkenalkan nama saya Raymond kalau kamu?” sambil
mengulurkan tangannya ke noval
“aku noval dok teman kelas dan calon suami zayna” ucap noval
sambil menjabat tangan ray
“huk huk huk” zayna kesedak makanan yang dia makan
“minum na?” Tawar ray yang langsung siaga menyodorkan
minuman kepada zayna
Tanpa babibu zayna langsung meminum minumannya dan segera
mengklarifikasi pernyataan noval barusan
“maksud kamu apa? Calon istri dari hongkong?” tanyanya
sambil judes
“ kan kamu belum punya pacar juga atau calon suami”
“kata siapa? Dia sudah punya..” belum sempat menyelesaikan
omongannya zayna sudah terlebih dahulu menjawab
“kata siapa aku belum punya calon, aku sudah punya calon
suamiku dan kamu mending sama shella deh” zayna berusaha meredakan atmosfir
ketegangan
Sedangkan shella yang awalnya sebagai penonton angkat
biacara juga “loh!! Kok aku yang jadi korban sekarang”
“bercanda doang shel gitu aja kamu anggap serius”
“syukurlah kalau bercanda, kirain seriusan toh siapa juga
yang mau sama cowok es kayak dia” sambil nunjuk noval
“kamu bilang aku apa?” tanyanya untuk memastikan apa yang
dia dengar barusan
“hehe tidak apa-apa kok” shella berusaha mengalihkan
pembicaraan
Mereka melanjutkan makan, sedangkan zayna dengan ray saling
__ADS_1
mencuri pandang.