
Episode 9
“apakah latihan kamu dimajukan atau ada yang berniat jahat sama kamu?” melihat lebam di pipi sang anak
“ini tidak seperti yang papa khawatirkan kok”
“serius? Kenapa bisa memar kayak gitu?”
“nana kemarin saat jalan tidak lihat jalan, yaudah deh jadinya kayak gini”
“serius yang kamu ucapkan? bilang saja sama mama papa jika ada yang kurang ajar sama kamu” tanya mama zayna
“siap mamaku sayang, tapi ini beneran karena murni kesalahan nana sendiri” jawabnya ringan
“nak apakah kamu tidak ingin menganti gaya fashion kamu saat disekolah? Supaya kamu bisa bisa mendapatkan teman banyak di sekolah!” goda sang papa
“papa nana mau fokus karir dulu, jika nana menganti model gaya fashion nana yang jelas nana tidak bisa fokus dalam mengemban ilmu dan mengejar cita-cita yang ingin ku raih. jadi nana mohon jangan keberatan dengan apa yang nana putuskan sebelum nana mengemmban amanah di perusahaan papa” jelasnya panjang lebar berharap orangtuanya tidak mempermasalahkan gayanya yang cukup cupu
"yaudah, anak mama sama papa jangan ngambek" ucap sang mama mencairkan suasana
"ini terakhir kali papa meminta anak semata wayangnya papa ganti gaya, jadilah dirimu sendiri tanpa beban dan jangan pernah lupakan akan tanggungjawab kamu sayang" ucap sang papa bangga
“nak, udah siang kamu segera berangkat sekolah gih” mama
setelah sang mama mengingatkan zayna melihat jam tangan sambil melotot, bagaimana tidak jam masuk kurang 20 menit lagi sedangkan jarak masion dengan sekolah harus menempuh waktu 35 menit.
“yaah mama telat ngasih taunya, kalau begitu ma pa zayna berangkat dulu ya, oiya ma zayna nanti pulang sekolah langsung ke kantor mama” sambil berpamitan dan mencium kedua tangan orangtuanya. Setelah itu dia berangkat mengendarai mobil kesayangannya
*
Saat diparkiran zayna bertemu dengan dokter Raymond. dengan senyum yang mengembang sang dokter menyapa zayna berharap bisa mendapat tambahan energi di pagi hari. karena raymond pulang dari sekolah harus mengurus perusahaannya terlebih dahulu baru dia bisa istirahat.
itu adalah konsekuensi yang dia dapat selama menjalani dua peran sekaligus. bahkan dia belum tidur karena ada pronyek besar yang sejak dia garap.
“pagi zayna” sapa dokter
“pagi juga dokter raymond”
“bisa tidak jangan panggil dokter, panggil nama atau panggil kakak supaya lebih akrab mungkin”
__ADS_1
“apa tidak apa-apa dok? Apakah tidak sopan ya kalau hanya manggil nama?”
“kalau begitu panggil kakak saja ketimbang dipanggil dokter sama kamu zay”
“boleh kalau dokter tidak keberatan?” ucap zayna setelah
menimba sesaat
“kok masih manggil dokter "kakak"” ucapnya dengan sedikit penekanan
“yaudah kalau gitu saya duluan ya dok, eh maksudnya kak”
“gitu dong, selamat belajar dan sampai jumpa saat makan siang” ucapnya sambil mengacak rambut sang gadis
Zayna berjalan meninggalkan raymond diparkiran, sedangkan raymond yang ditinggal hanya bisa menatap punggung zayna sampai menghilang. Raymond emang sengaja berangkat pagi supaya bisa bertemu dengan gadis pujaannya tersebut. Bagi raymond, zayna adalah sumber kekuatannya saat ini. Ntah apa yang dilihat oleh raymond dari zayna.
Yang Raymond tau saat ini, dia hanya ingin di dekat sang gadis dan menjaga sang gadis sebisa dia bahkan dia siap bertaruh nyawa untuknya.
*
“woy melamun terus nih orang”
“masa iya cicak didinding yang melamun, ya kamu lah”ucapnya sambil mendorong pundak eusta
“apaan sih nggak lucu tau”
“siapa juga yang melucu! Kamu lagi ada masalah?” tanya noval
“nggak ada, lagi mikirin jadwal sesi foto yang sedikit padat sehingga sering ketinggalan pelajaran” bohong eusta karena nggak mungkin dia kepikiran mengenai zayna sedangkan dia tau kalau noval tetarik terhadap zayna
“oalah, coba kamu sechadul ulang mengenai pekerjaan dengan sekolah” saran noval
“iya ntar coba aku konsultasikan ke manager ku”
“yaudah aku duluan ke kelas ya?, habis ini bel masuk segera masuk ke kelas kamu ntar telat loh!” noval berlalu tanpa menunggu eusta
*
Tet
__ADS_1
Tet
Bel tanda waktu istirahat pun datang
“zayn kantin yuk!?” ajak shella
“nggak ah ntar suruh traktir lagi akunya” canda zayna
“yaelah kamu mau traktir aku sampai lulus sekolah pun tidak akan mengurangi isi tabungan kamu zayn” goda shella
“apaan sih kamu ini lebay, kamu kira uang tinggal asal cetak non!” ucap zayna dengan kesal
“maaf deh, kan aku Cuma bercanda, udah ah ayo ke kantin aku udah lapar” shella berjalan sambil menarik tangan zayna
*
“tuhkan udah penuh kantinnya” ucap shella sambil mengedarkan pandangannya barang kali ada tempat duduk buat mereka tempati
Saat zayna melihat tempat paling ujung ada seseorang yang melambaikan tangan kepadanya, siapa lagi kalau bukan raymond
“tuh dipanggil kak raymond, kesana yuk!” ajak zayna
“ayo”
Setelah mereka sudah didekat tempat duduk ray, ray langsung mempersilahkan mereka untuk duduk di mejanya
“duduk sini aja, mumpung masih kosong” tawar raymond
“gak apa-apa kak kami duduk disini?” tanya zayna tanpa zayna sadari shella melonggo dengan panggilan zayna terhadap dokter ray
“sajak kapan kamu panggil dokter ray dengan sebutan kakak?” selidik shella
“sejak tadi pagi” ucap zayna
“Kok bisa?”
“ya bisa ini buktinya bisa” jawab dokter ray dan dibarengi dengan tawa zayna
Obrolan mereka menjadi pusat seluruh orang yang ada dikantin, secara raymond adalah salah satu cogan yang disukai para hawa termasuk guru yang masih singel. Secara dokter raymond udah ganteng, tajir melintir, dan cool tentunya.
__ADS_1
Nb. kak jangan lupa bantu like dan comment supaya author semangat untuk lanjut menulis. ditunggu comment yang membangun