De Tranen

De Tranen
Episode 19


__ADS_3

Episode 19


“Ting tung ... ting tung ...” suara pintu rumah zayna


“bi, tolong bukakan pintu ya!” panggi mama zayna kepada bi


ani


“iya nyah, sebentar” ucap bi ani sambil sedikit berlari


membukakan pintu untuk tamunya


Ceklek


“loh nona dianter sama siapa ini?” goda bi ani


“kenalkan dia kak ray bi dan kak ray ini bi ani yang selalu


menjaga ku saat orangtua ku tidak ada”


“bi saya ray calonnya nana” tegas ray saat memperkenalkan


dirinya ke bi ani.


“kakak apaan sih, bilang calon-calon. Jangan didengarin bi


biasanya dianya berharap lebih” goda zayna terhadap ray


Tapi berbeda dengan ray yang sudah menatap zayna tidak suka


“ oh jadi kamu maunya sama bocah yang tadi itu. Siapa namanya?” ray tampak


berfikir sejenak “noval kalau nggak salah” Zayna kalah telak dengan ucapan ray.


“nggak kok kak, pacar nana kan hanya kakak bukan dia”


rajuknya


“tuh kan bi dia ngaku akhirnya” goda ray yang dijawab dengan


angukan dari bi ani


“syukurlah non nana sudah punya calon, sekarang bi ani tidak


begitu khawatir kalau non nana kesepian lagi” batin bi ani


“yaudah kak ayo masuk dulu” ajak zayna yang diikuti oleh ray


dari belakang. Saat sampai di ruang tamu mereka kaget dengan kedatangan


orangtua raymond yang dimana zayna tidak tau zika mereka adalah orangtua ray.


“hay tante, sejak kapan disini? Emang ada acara apa?” salam


zayna dengan sopannya


“tante ingin silaturahmi sayang ku” sambil cipika cipiki


sama zayna “kenalkan ini om fernadi suami tante”


“malam om fenadi, mohon maaf sebelumnya perkenalkan ini


temannya zayna ma pa tante om” sopan zayna memperkenalkan raymond


“malam tante sama om, maaf ray nganter nana kemalaman. Karena


ini tadi jalanan macet banget om” jelasnya ray sama kedua orangtua zayna yang

__ADS_1


dijawab oleh om farhan


“iya nak tak masalah, kami bisa memaklumi kok nak” farhan


langsung mempersilahkan ray untuk duduk didekat orangtua ray


“pak farhan jadi kedatangan kami kesini, kami ingin meminta


anak bapak sebagai mantu kami. Apakah bapak sekeluarga menyetujuinya?” disana


zayna langsung berdiri dan menolak lamaran dari fernadi.


“mohon maaf jika saya kurang sopan, tapi saya sudah memiliki


pilihan saya sendiri om tan. Kak kok kamu nggak menghentikan mereka untuk


meminta ku. Katanya kamu sayang sama aku” disana semua orang kaget dengan paparan


dari zayna.


“sayang kenapa aku harus melarang orangtua ku untuk meminta


kamu menjadi mantu mereka?” tutur ray


“maksud kamu apa? Orangtua siapa?” zayna masih bingung


dengan posisinya saat ini.


“jadi begini, tante dan om fernadi itu adalah orangtua ray


sayang. Dan mereka kesini untuk meminta kamu sebagai mantu mereka. Apakah kamu


bersedia?” fina berusaha menjelaskan siapa ray dan apa tuan ray ke rumahnya


supaya anaknya tidak akan marah atau menolak lamaran dari ray.


cemberut berasa dirinya saja yang nggak tau apapun tapi dihatinya dia sangat


bersyukur jika yang dijodaohkan sama dirinya adalah lelaki yang sangat dia


sayangi


“jadi bagaimana sayang, apakah kamu dengan anak tante?”


tanya melinda dan dijawab dengan anggukan zayna


“syukurlah kalau begitu, kapan acara pernikahannya dita


gelar pak farhan?”


“kalau saya ngikut saja sama istri saya pak, biar mereka


yang menyiapkan kita tinggal terima jadi saja bagaimana?”


“pa apakah tidak kecepatan jika nana nikah sekarang? Nana masih


sekolah pa?”


“tidak apa sayang, pihak sekolah tidak akan mengeluarkan


kamu jika mereka tau kamu sudah menikah. Karena sekolahan itu milik keluarga


tante yang akan diwariskan kepada raymond” tutur tante melinda. Disana ray


hanya diam mendengarkan penuturan keluarga.


“ray juga setuju jika pernikahan kami dipercepat, karena

__ADS_1


disekolah banyak banget yang menyukai nana. Ray takut nana dimiliki sama yang


lain”


“kak apaan sih, siapa yang suka sama aku”


“kok jadi berantem gini, jadi kapan jeng untuk pernikahan


mereka?” tanya fani ingin melihat sang anak bahagian dengan ray jang jelas


untuk menjaga zayna dari musuh bisnis suaminya.


“bagaimana kalau tiga hari lagi ?” usul dari fernadi


“boleh tuh pak, kalau bisa disegerakan” jawab farhan


“ray kurang setuju”


“zayna juga nggak setuju”


“apa alasan kamu tidak sejutu nak?” tanya melinda


“kenapa kok nggak bisa hari ini saja mi nikahnya” goda ray


“astagfirullah jeng ada yang nggak sabaran untuk nikah ini


sepertinya”


“mau tidak mau tiga hari lagi kalian bakal nikah” untuk


persiapan ntar mami dan tante fina yang kan mempersiapkan


“yaudah jeng berhubung sudah malam, kami pamit pulang dulu


ya. Kita bakal sibuk untuk persiapan pernikahan anak kita. Syukurlah perjodohan


kita berhasil”


“iya jeng, aku juga bersyukur banget”


“tante ray pulang dulu ya, na kakak pulang dulu ya” pamit


ray


“kamu jangan panggil tante mulai sekarang. Kamu harus


biasakan panggil mama seperti nana panggil mama”


Keluarga fernadi pamit pulang dan meninggalkan rumah


kediaman farhan.


*


“ma pa apa tidak kecepatan ya, tiga hari nana harus menjadi


istri orang?”


“mama sama papa sudah memikirkan semuanya sayang, ray sangat


menyayangi kamu sayang. Apalagi tante melinda dia sangat suka sama kamu, jadi


mama sama papa merasa sedikit tenang jika kamu bersama keluarga mereka”


“kalau keputusan mama seperti itu, nana ikut saja. Karena nana


tidak mau bikin mama khawatir”

__ADS_1


__ADS_2