De Tranen

De Tranen
Episode 18


__ADS_3

Episode 18


Parkiran sekolah


Disalah satu mobil ray sudah menunggu kemunculan zayna. Dia sengaja


masuk mobil duluan karena ingin keluar bersama zayna. Dia sangat merindukan


gadisnya itu.


“apakah dia tidak akan pulang?”


“ini sudah terlalu lama bahkan parkiran sudah mulai sepi”


gunamnya ray


Setelah menunggu memerapa menit, gadis itu mulai muncul dan


akan memasuki mobilnya,


Tin


Zayna bingung dengan maksud orang yang ada didalam mobil


tersebut. Tapi dia berusaha cuek karena dia memang tidak mengenal mobil


tersebut. Karena zayna tidak ada tanggapan ray pun turun dari mobil/


“apakah kamu akan meninggalkan kekasihmu disini?”


Saat ada yang berbicara zayna diem sesaat dan langsung


menoleh


“kakak”panggil zayna dengan senyum yang mengembang dan


berlari langsung memeluk ray


“hay, nanti ada yang lihat loh” goda ray


Zayna yang sadar akan posisinya dia langsung melepaskan


pelukannya dinganti dengan menunduk malu


“tadi senang banget kok sekarang murung gitu” ucap ray


sambil mengangkat dagu zayna supaya kelihatan wajah cantiknya


“malu kak”


“tidak apa, toh kakak Cuma godain aja kok. Sini kakak pengen


dipeluk lagi” ucap ray menarik tangan zayna dan langsung memeluk gadisnya


Rasa canggung dan malu hilang musnah saat sikap lembut ray


terhadapnya.


“mau nggak ikut kakak ke apatermen kakak?” ajak ray


“tapi nana belum izin sama mama”


“ya sudah sini kakak yang minta izin”


“nggak usah kak, biar nana sendiri yang meminta ijin”


Diambilnya ponsel yang ada dalam tasnya dan langsung mencari


no mamanya untuk minta ijin.


“tut tut”


Klik


“hallo mama”


“iya sayang, ada apa?”


“mama nana boleh ijin main ke rumah teman?”


“teman kamu yang mana sayang?”


Teman nana ....” belum selesai berbicara ray sudah meraih


ponsel zayna dan mengantikan zayna untuk meminta ijin kepada mama zayna


“hallo tante, saya Raymon. Saya mau meminta ijin buat zayna


untuk main ke apartemen saya tante. Saya janji akan menjaga anak tante sebaik


mungkin karena saya sangat mencintainya tante”


“iya nak ray, tante ijinkan. Bilang sama papa mu untuk

__ADS_1


segera melamar anak tante, nanti keburu diambil orang loh ya” goda fina


“siap tante, nanti ray bakal sampaikan. Yaudah tante saya


tutup dulu ya. Selamat sore tante”


“hati-hati nak, selamat sore dan jangan pulang terlalu malam”


“siap tante”


“kakak apaan sih, kan zayna jadi nggak enak sama mama”


“tidak apa sayang, nanti orangtua mu pasti akan tau dengan


sendirinya. Daripada menunggu lama mending sekarang karena kakak tidak mau kamu


diambil oleh orang lain”


“nana sayang banget sama kakak”


“kakak juga, yaudah ayo pulang dulu. Nanti mobil kamu bakal


ada yang urus! Sekarang kamu ikut dengan mobil kakak” ajak ray dan langsung


diiyakan oleh zayna


*


Sesampainya di apartemen ray, zayna merasa takjub bagaimana


tidak. Interior dan desain yang minimalis tapi kelihatan sangat elegan adalah


kesukaan zayna.


“kalau kayak gini aku bakal betah” gunam zayna tapi bisa


didengan ray


“apakah kamu menyukai tempat ini sayang?” peluk ray dari


belakang


“suka banget kak, apalagi desaintnya nana suka” ucapnya


dengan semangat


“kami bisa tinggal disini kalau kamu mau”


“kita tinggal berdua sayang, kamu dikamar satunya dan kakak


dikamar yang sebelah sini. Disini hany ada dua kamar jadi kita bisa tinggal


bersama”


“kakak bisa saja, nana masih betah tinggal bersama mama dan


papa kok kak”


“kamu ini, ayo sini duduk dulu” ray menarik zayna ke ruang


rv untuk istirahat


“kakak nana bisa duduk sendiri” ucap zayna karena ditarik


dalam pangukannya ray


“tidak apa, kakak ingin posisi seperti ini”


Zayna hanya pasrah dengan sikap ray yang mulai manja


terhadapnya, mengingat ray selalu bersikap cuek didepan orang banyak tapi


setelah orang tau ray, tidak akan percaya jika dirinya adalah cowok yang manja.


“aku tidak ingin kehilangan kamu sayang”


“nana tidak akan kemana-mana kak” ucap zayna meyakinkan


Ray menarik dagu zayna untuk mendekatkan bibirnya dengan


bibir zayna. Disana zayna menerima sebuah kecupan dari ray.


“kamu hanya akan menjadi wanita ku seorang sayang” senyum


ray dan melanjutkan kecupannya


Berawal dari kecupan ray mulai mencium bibir sexy zayna


disana dirinya ******* dengan lembut supaya zayna bisa mengimbangi ciumannya. Ciuman


ray semakin lama semakin menuntut lebih sampai zayna kuwalahan untuk


mengimbanginya.

__ADS_1


Zayna berusaha melepaskan ciuman ray karena sudah kehabisan


oksigen


“kak”


“maafkan kakak ya, kakak terlalu menikmati ciuman kamu


sayang”


“iya tidak apa kok kak”


Mendengar jawaban dari zayna ray mulai lagi untuk mencium


zayna. Aktifitas tersebut berjalan dengan lama. Tak puas dengan bibir zayna ray


mulai turun ke leher zayna sedangkan tangannya sudah terlebih dahulu masuk


kedalam baju seragam zayna.


Zayna merasakan kenikmatan tanpa dia sadari desahannya


sampai terdengar ray. Saat ray mendengarkan desahan tersebut ray semakin larut


dalam nafsunya. Dia mengapsen setiap lengkung leher zayna sedangkan tangannya


sudah memegang gundukan yang berbalut oleh Bra zayna.


Disana ray meraskan gundukan tersebut terasa pas didalam


dekapan tangan ray. Ray pin membisikan sesuatu di kuping zayna.


“Boleh kah aku mengecupnya” ijin ray karena dia tidak ingin


zayna merasa menyesal karena tindakan ray. Disana zayna menjawab dengan


anggukan


Ray membuka satu persatu kancing baju seragam zayna hingga


terlepas semua lalu melepasnya setelah berhasil melepasnya ray membuka kancing


bra zayna. Disana ray bisa melihat dengan jelas gundungan yang sangat cantik


dengan ujung p****g yang sangat indah baginya.


Tidak tinggal lama ray mulai ******* gundungan dan tangan


satunya sudah bermain digundungan yang satunya lagi. Ray bermain dengan


gundukan zayna sangat lama dan meninggalkan banyak jejak merah disana. Desahan demi


desahan dikeluarkan oleh zayna. Hingga zayna mulai merasakan ingin kencing. Disana


ray tidak mengijinkan zayna untuk ke kamar mandi. Karena ray sadar kalau zayna


sudah akan sampai puncaknya.


“tahan sebentar ya sayang”


“kak nana udah nggak tahan”


“sebentar saja sayang ku” tak butuh waktu lama disana suara


pelepasan zayna terdengar diseluruh penjuru ruangan. Disisi lain ray sangat


puas dengan aksinya.


Ray memasang kembali bra dan memakaikan baju zayna. Zayna sangat


malu dengan sikapnya barusan. Tapi ray berusaha untuk menetralkan suasana


disana.


“tidak apa sayang ku, aku akan tanggungjawab terhadapmu


dengan apa yang sudah ku lakukan”


“setelah ini aku akan mengantar kamu pulang dan untuk


mobilmu biar disini dulu”


“zayna tidak apa kok kak, zayna bisa pulang sendiri”


“tidak, kakak yang akan mengantarmu dan kakak tidak menerima


penolakan” ucap Ray


Disana hati zayna menghangat dengan sikap ray yang sangat


pengertian dan bisa dibilang protektif. Mungkin kebayakan dari seorang wanita


tidak suka dikekang, tapi berbeda dengan zayna.

__ADS_1


__ADS_2