
Episode 18
Parkiran sekolah
Disalah satu mobil ray sudah menunggu kemunculan zayna. Dia sengaja
masuk mobil duluan karena ingin keluar bersama zayna. Dia sangat merindukan
gadisnya itu.
“apakah dia tidak akan pulang?”
“ini sudah terlalu lama bahkan parkiran sudah mulai sepi”
gunamnya ray
Setelah menunggu memerapa menit, gadis itu mulai muncul dan
akan memasuki mobilnya,
Tin
Zayna bingung dengan maksud orang yang ada didalam mobil
tersebut. Tapi dia berusaha cuek karena dia memang tidak mengenal mobil
tersebut. Karena zayna tidak ada tanggapan ray pun turun dari mobil/
“apakah kamu akan meninggalkan kekasihmu disini?”
Saat ada yang berbicara zayna diem sesaat dan langsung
menoleh
“kakak”panggil zayna dengan senyum yang mengembang dan
berlari langsung memeluk ray
“hay, nanti ada yang lihat loh” goda ray
Zayna yang sadar akan posisinya dia langsung melepaskan
pelukannya dinganti dengan menunduk malu
“tadi senang banget kok sekarang murung gitu” ucap ray
sambil mengangkat dagu zayna supaya kelihatan wajah cantiknya
“malu kak”
“tidak apa, toh kakak Cuma godain aja kok. Sini kakak pengen
dipeluk lagi” ucap ray menarik tangan zayna dan langsung memeluk gadisnya
Rasa canggung dan malu hilang musnah saat sikap lembut ray
terhadapnya.
“mau nggak ikut kakak ke apatermen kakak?” ajak ray
“tapi nana belum izin sama mama”
“ya sudah sini kakak yang minta izin”
“nggak usah kak, biar nana sendiri yang meminta ijin”
Diambilnya ponsel yang ada dalam tasnya dan langsung mencari
no mamanya untuk minta ijin.
“tut tut”
Klik
“hallo mama”
“iya sayang, ada apa?”
“mama nana boleh ijin main ke rumah teman?”
“teman kamu yang mana sayang?”
Teman nana ....” belum selesai berbicara ray sudah meraih
ponsel zayna dan mengantikan zayna untuk meminta ijin kepada mama zayna
“hallo tante, saya Raymon. Saya mau meminta ijin buat zayna
untuk main ke apartemen saya tante. Saya janji akan menjaga anak tante sebaik
mungkin karena saya sangat mencintainya tante”
“iya nak ray, tante ijinkan. Bilang sama papa mu untuk
__ADS_1
segera melamar anak tante, nanti keburu diambil orang loh ya” goda fina
“siap tante, nanti ray bakal sampaikan. Yaudah tante saya
tutup dulu ya. Selamat sore tante”
“hati-hati nak, selamat sore dan jangan pulang terlalu malam”
“siap tante”
“kakak apaan sih, kan zayna jadi nggak enak sama mama”
“tidak apa sayang, nanti orangtua mu pasti akan tau dengan
sendirinya. Daripada menunggu lama mending sekarang karena kakak tidak mau kamu
diambil oleh orang lain”
“nana sayang banget sama kakak”
“kakak juga, yaudah ayo pulang dulu. Nanti mobil kamu bakal
ada yang urus! Sekarang kamu ikut dengan mobil kakak” ajak ray dan langsung
diiyakan oleh zayna
*
Sesampainya di apartemen ray, zayna merasa takjub bagaimana
tidak. Interior dan desain yang minimalis tapi kelihatan sangat elegan adalah
kesukaan zayna.
“kalau kayak gini aku bakal betah” gunam zayna tapi bisa
didengan ray
“apakah kamu menyukai tempat ini sayang?” peluk ray dari
belakang
“suka banget kak, apalagi desaintnya nana suka” ucapnya
dengan semangat
“kami bisa tinggal disini kalau kamu mau”
“kita tinggal berdua sayang, kamu dikamar satunya dan kakak
dikamar yang sebelah sini. Disini hany ada dua kamar jadi kita bisa tinggal
bersama”
“kakak bisa saja, nana masih betah tinggal bersama mama dan
papa kok kak”
“kamu ini, ayo sini duduk dulu” ray menarik zayna ke ruang
rv untuk istirahat
“kakak nana bisa duduk sendiri” ucap zayna karena ditarik
dalam pangukannya ray
“tidak apa, kakak ingin posisi seperti ini”
Zayna hanya pasrah dengan sikap ray yang mulai manja
terhadapnya, mengingat ray selalu bersikap cuek didepan orang banyak tapi
setelah orang tau ray, tidak akan percaya jika dirinya adalah cowok yang manja.
“aku tidak ingin kehilangan kamu sayang”
“nana tidak akan kemana-mana kak” ucap zayna meyakinkan
Ray menarik dagu zayna untuk mendekatkan bibirnya dengan
bibir zayna. Disana zayna menerima sebuah kecupan dari ray.
“kamu hanya akan menjadi wanita ku seorang sayang” senyum
ray dan melanjutkan kecupannya
Berawal dari kecupan ray mulai mencium bibir sexy zayna
disana dirinya ******* dengan lembut supaya zayna bisa mengimbangi ciumannya. Ciuman
ray semakin lama semakin menuntut lebih sampai zayna kuwalahan untuk
mengimbanginya.
__ADS_1
Zayna berusaha melepaskan ciuman ray karena sudah kehabisan
oksigen
“kak”
“maafkan kakak ya, kakak terlalu menikmati ciuman kamu
sayang”
“iya tidak apa kok kak”
Mendengar jawaban dari zayna ray mulai lagi untuk mencium
zayna. Aktifitas tersebut berjalan dengan lama. Tak puas dengan bibir zayna ray
mulai turun ke leher zayna sedangkan tangannya sudah terlebih dahulu masuk
kedalam baju seragam zayna.
Zayna merasakan kenikmatan tanpa dia sadari desahannya
sampai terdengar ray. Saat ray mendengarkan desahan tersebut ray semakin larut
dalam nafsunya. Dia mengapsen setiap lengkung leher zayna sedangkan tangannya
sudah memegang gundukan yang berbalut oleh Bra zayna.
Disana ray meraskan gundukan tersebut terasa pas didalam
dekapan tangan ray. Ray pin membisikan sesuatu di kuping zayna.
“Boleh kah aku mengecupnya” ijin ray karena dia tidak ingin
zayna merasa menyesal karena tindakan ray. Disana zayna menjawab dengan
anggukan
Ray membuka satu persatu kancing baju seragam zayna hingga
terlepas semua lalu melepasnya setelah berhasil melepasnya ray membuka kancing
bra zayna. Disana ray bisa melihat dengan jelas gundungan yang sangat cantik
dengan ujung p****g yang sangat indah baginya.
Tidak tinggal lama ray mulai ******* gundungan dan tangan
satunya sudah bermain digundungan yang satunya lagi. Ray bermain dengan
gundukan zayna sangat lama dan meninggalkan banyak jejak merah disana. Desahan demi
desahan dikeluarkan oleh zayna. Hingga zayna mulai merasakan ingin kencing. Disana
ray tidak mengijinkan zayna untuk ke kamar mandi. Karena ray sadar kalau zayna
sudah akan sampai puncaknya.
“tahan sebentar ya sayang”
“kak nana udah nggak tahan”
“sebentar saja sayang ku” tak butuh waktu lama disana suara
pelepasan zayna terdengar diseluruh penjuru ruangan. Disisi lain ray sangat
puas dengan aksinya.
Ray memasang kembali bra dan memakaikan baju zayna. Zayna sangat
malu dengan sikapnya barusan. Tapi ray berusaha untuk menetralkan suasana
disana.
“tidak apa sayang ku, aku akan tanggungjawab terhadapmu
dengan apa yang sudah ku lakukan”
“setelah ini aku akan mengantar kamu pulang dan untuk
mobilmu biar disini dulu”
“zayna tidak apa kok kak, zayna bisa pulang sendiri”
“tidak, kakak yang akan mengantarmu dan kakak tidak menerima
penolakan” ucap Ray
Disana hati zayna menghangat dengan sikap ray yang sangat
pengertian dan bisa dibilang protektif. Mungkin kebayakan dari seorang wanita
tidak suka dikekang, tapi berbeda dengan zayna.
__ADS_1