
Episode 6
“dokter, kenapa melamun? Tadi shella sekarang dokter apakah dikantin ini ada penghuninya sehingga kalian di pengaruhi oleh mereka” goda zayna yang dianggap serius oleh shella
“serius nih kantin banyak penunggunya?" tanya shella Sontak dokter raymond dan zayna ketawa bersamaan
“kamu ini cerdas, tapi cukup dipelajaran saja” ledek zayna
“sudah-sudah, cepet dimakan makanannya nanti keburu dingin”tegur ray
Zayna dan shella mematuhi perintah dari dokter raymond dan langsung menyantap makanannya tersebut. Setelah selesai makan mereka pamit kembali ke kelas mereka karena beberapa menit lagi akan dimulai pelajaran selanjutnya.
“dokter ray kami pamit duluan ya, maaf tidak bisa menemani dokter lebih lama” ucap zayna dengan sopan
“tidak apa, oh iya nama kamu zayna dan teman kamu siapa namanya?”
“nama saya shella dok, masak iya nama zayna saja yang diingat dok” spontan shella berbicara yang niatnya hanya sekedar menggoda ternyata itu membuat dua sejoli tersebut dibuat blushing
“kamu ini bisa saja shel” ucap dokter ray
“yaudah dok kami pamit dulu” zayna berpamitan sambil manarik tangan temannya, kalau dibiarain kelamaan dia akan merasa malu dengan mulut temannya ini pikir zayna.
Sesampainya di kelas, shella mulai mengajak untuk ngegosip,
__ADS_1
“zay”
“apa shel?”
“lihat sini dong”
“iya apa shella sayang”
“hhehe, kamu ngerasa nggak dokter raymond suka sama kamu?”
Bruk
Suara pukulan mendarat di kepala shella
“ih beneran aku lihatnya gitu kok, dokter raymond saat di kantin ngelihatin kamu terus bahkan sering curi-curi pandang ke kamu” jelas shella
“kamu ini ngomong apaan sih,jangan ngaco deh kalau yang lain dengar aku bakal jadi bullyan para penggemar dokter raymond nanti" tegur zayna walaupun dia juga merassakan hal aneh dari dokter raymond
“biasanya firasatkan aku tuh tidak pernah meleset, tapi aku setuju jikalau dokter raymond sama kamu. yang satu cogan yang ceweknya baik hati" tegas shella
Sesaat zayna berfikir “masak iya sih, pasti shella ngelantur. bagaimana bisa suka sama orang jlain padahal baru ketemu sama dokter ray aja baru tadi pagi”
Zayna merasa pusing dengan pemikirannya sendiri, dia memilih melanjutkan aktifitasnya menggambar ketimbang dengerin omongannya shella yang bakal bikin dia pusing sendiri karena saat itu mata pelajaran seni.
__ADS_1
*
Bel pulang sekolah telah dibunyikan dan semua murid sangat gembiran,
“yey akhirnya pulang juga” sorak para siswa-siswi
“Anak-anak karena bell pulang sudah berbunyi, ibu akhiri pelajaran hari ini dan ibu akan memberikan PR melukis untuk kalian. Silahkan melukis sesuai dengan isi hati kalian dan nanti kalian akan mempresentasikan lukisan tersebut” ucap sang guru kesenian
“yah ibu guru mah gitu sukanya” protes salah seorang siswa
“jangan gaduh anak-anak. Ibu akan ngasih kalian waktu selama dua minggu dan selama itu ibu ijin tidak masuk kelas karena ada pelatihan ke negara B. Ibu tidak menerima bantahan” sang guru pamit dan langsung meninggalkan kelas disusul dengan murid yang lain
“hay bukannya kamu yang kena tonjok eusta tadi ya?” sapa noval
"Eusta, siapa?" batin zayna, tapi dia mengingat kembali jika dia tadi kena tonjok salah satu cowok saat jalan “oh jadi namanya eusta?” batin zayna
“iya, ada apa ya?” tanya zayna kepada cowok di depannya
“kamu nggak kenapa-napa kan? Apa perlu aku antar ke rumah sakit untuk mengecek memar di pipi kamu?” tawarnya
“nggak usah, udah dikasih obat sama dokter tadi di ruang kesehatan?” jawab zayna
“serius kamu nggak kenapa-napa? Takutnya bakal memar" tegas noval
__ADS_1
“santai saja, mungkin besok sudah mendingan. terimakasih untuk perhatiannya saya pamit pulang dulu” tegas zayna langsung meninggalkan noval yang mematung di lorong sekolah