De Tranen

De Tranen
Episode 13


__ADS_3

Episode 13


“walaupun berantakan kamu masih kelihatan cantik kok sayang” gunamnya tapi masih bisa didengar oleh zayna


“kakak bilang apa tadi?” tanya zayna berusaha meyakinkan apa yang dia dengar barusan


“ah nggak bilang apa-apa kok zay” jawabnya sambil salah tingkah


“apakah aku salah dengar ya? Nggak mungkin aku salah dengar” batinnya zayna


“ zayna udah sampai villa kakak mau mampir dulu, sekalian ntar zayna masakin dah hitung-hitung buat membalas kebaikan kakak” ajak zayna mengingat kak ray tadi bilang kalau dia disini hanya sendiri


“boleh deh, ketimbang aku nyari makan diluar”


Mereka pun langsung masuk kedalam villa


“kamu berani tinggal di villa sebesar ini sendiri?”


“buktinya berani gitu kak” ucapnya sambil tersenyum


Setelah menjawab zayna mempersilahkan raymond untuk santai di ruang tamu dan zayna segera memasuki dapur untuk membuat makanan. Karena tidak mungkin dia meminta dibikinkan makan sama penjaga villanya, karena


penjaganya pulang saat jam lima sore. Jadi mengharuskan zayna untuk memasak, walaupun dia tidak handal dalam memasak seperti mamanya tapi masakan zayna cukup lezat untuk ukuran masakan rumahan.


Senggang setengah jam berkutat didapur raymond menghampiri ruang dapur karena mencium aroma masakan yang begitu harum


“harumnya masakan kamu sampai ke ruang tamu, pasti lezat nih rasanya”


“apaan sih kak, zayna masak ala kadarnya karena bahan makanan seadanya tadi lupa tidak membeli saat menuju kesini”


“iya gak apa-apa, akan kakak makan semua masakan kamu walaupun itu beracun, hehehe"


“emang separah itu zayna ke kakak, yaudah kakak tunggu di ruang makan aja, nih udah tinggal nyiapin ke piring sudah jadi”


“yaudah sini aku bantu”


“nggak usah kak, zayna masih bisa sendiri kok! Kakak tunggu di ruang makan sana” perintahnya

__ADS_1


“yaudah aku tunggu diruang makan kalau gitu” rajuk raymond


Selang beberapa menit


“nih kak makanannya, dicoba dulu kalau kurang enak kita bisa pesan makanan”


Ray langsung menyendok makanan tersebut langsung terkejut


“kamu sendiri yang masak?” ucapnya tidak percaya


“iya lah kak, siapa lagi yang masak! Disini hanya ada kita berdua aja” tegasnya


“serius ini makanan hotel bintang lima kalah telak”


“ih lebay banget nih kakak, syukurlah kalau kakak suka. Yaudah segera dihabisin kak keburu dingin”


“iya cantik, kamu juga segera makan katanya tadi keburu dingin kalau tidak dimakan” pipi zayna merona saat dipanggil cantik dan mereka melanjutkan makan tanpa banyak berbincang


*


Selesai makan mereka langsung menuju ruang tamu buat bercengkramah, tanpa diduga lampu tiba-tiba mati


“tidak apa-apa ada kakak disini sayang” berusaha menenangkan zayna dengan pengusap kepala zayna penuh sayang


“kak, aku takut gelap” zayna mulai sesegukan dan itu membuat ray tambah bingung


“kamu tau dimana penyimpanan lilin?”


“nggak tau kak, hu hu”


“yaudah tak apa, kamu tenang dulu ya habis ini pasti nyala kok lampunya”


“jangan pergi kak, jangan tinggalin zayna sendiri” dengan ucapan zayna membuat ray memberanikan diri untuk mencium zayna supaya dia tidak terlalu takut


Ditariknya dagu zayna untuk mendekat kemulutnya. awalnya hanya sekedar kecupan dia menunggu reaksi dari zayna\, dirasa zayna tidak ada penolakan ray mulai sedikit m****** bibir zayna sedangkan zayna bingung harus


berbuat apa.

__ADS_1


Ini adalah ciuman pertamanya\, jadi dia tidak tau bagaimana caranya membalas atau menolak yang jelas dia sedikit menikmati ******* dari ray. Perasaan zayna sedikit hangat dengan ciuman yang diberikan oleh ray sehingga tangisnya berhenti digantikan dengan pipinya yang sudah memerah. Ray menghentikan ciumannya dan menyatukan kening keduanya.


“maafin kakak ya zay, kakak nggak maksud buat kurang ajar sama kamu. Kakak tau ini ciuman pertama kamu”


“kakak tidak bersalah kok, zayna yang bersalah harusnya zayna menolak saat pertama kali kakak mencium zayna”


“kakak suka sama kamu zayn, maaf jika kesannya terlalu dadakan, tapi kakak tidak kuat harus menahan perasaan kakak sama kamu. mau kah kamu menerima cinta kakak?”


setelah ray menyatakan perasaannya, hati zayna sedikit menghangat, dengan sedikit keberanian dia menjawab dengan anggukan. walaupun dalam kondisi gelap ray masih bisa merasakan anggukan zayna.


ray sangat bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"terima kasih sayang, kakak akan menjaga kamu jika perlu kakak akan meminta kamu kepada orangtua kamu biar kamu bisa seutuhnya punya kakak" ucapnya


"kak, orangtua zayn tidak semudah itu di bujuk. apalagi zayn masih harus melanjutkan kuliah dan membantu papa di perusahaan"


tanpa zayna bilang ray sudah tau jika sang kekasih bukan orang sembarangan. dia juga sudah mulai pendekatan terhadap sang calon mertua. dia siap jika nanti setelah menikah zayna tetap melanjutkan kuliah dan melanjutkan usaha orangtunya. zay bukan orang yang kolot akan hal tersebut


“apakah kakak boleh melanjutkan ciuman kakak, kakak janji tidak akan lebih dari sekedar mencium kak”


“tapi zayna tidak tau caranya membalas kakak”


“kakak ajari pelan-pelan nanti kamu juga bisa”


Ray mulai menyatukan bibir mereka lagi dengan sedikit menggigit bibir zayna supaya sedikit terbuka, tanpa menunggu aba-aba ray mulai mengabsen setiap rongga mulut zayna dengan li**hnya. Dirasa zayna kehabisan


nafas ray menghentikan beberapa menit dan melanjutkan aktifitasnya lagi begitu seterusnya sampai tanpa mereka sadari mereka sudah melakukannya sangat lama.


"Latihannya sudah dulu, sekarang kamu tidur biar kakak temenin"


“zayna mau takut tidur sendiri kak”


“kakak ada disini temani kamu tidur tapi kakak tidak akan macam-macam”


“apakah tidak apa? Jika wanita dengan lelaki dalam satu ruangan?”


“kakak tidak akan aneh-aneh sayang, udah kamu istirahat dulu kakak mau mengunci pintu depan takutnya ada orang asing masuk”

__ADS_1


Selang kepergiaan ray zayna mulai meraba bibirnya yang berasa bengkak akibat ulah ray. Detak jantunya pun tak henti-hentinya berdetak sangat cepat. Sepertinya aku harus periksa jantung takut kalau aku kena serangan jantung karena detak jantungku berdetak sangat cepat.


Senggang beberapa menit ray sudah memasuki kamar tidur zayna dan langsung menuju kasur yang ditempati oleh zayna. Dilihatnya zayna sudah terlelap dia pun menaiki ranjang sebelah zayna dan langsung memeluk sang kekasih dan ikut terlelap.


__ADS_2