
Menjelang pagi
ray sudah terbagun terlebih dahulu, dia melihat sang istri masih terlelap dalam tidurnya sehingga tidak tega untuk membangunkannya.
setelah cukup memperhatikan tidur sang istri ray beranjak ke kamar mandi. setelah selesai mandi ray langsung bersiap untuk keluar kamar menuju ruang makan.
"nak sudah bangun, mana nana? apakah belum bangun?" tanya sang mertua
"belum te, mungkin kecapean karena acara tadi malam" jawab ray
"kok masih panggil tante, mama! kamu ini sudah jadi mantu mama kok masih panggil tante" tegur fina
"maaf ma, masih belum kebiasaan" bela ray sambil menggaruk kepala yang tidak gatal
"yaudah kamu bangunkan nana, udah waktunya sarapan nak" pinta fina
tak menunggu lama ray langsung kembali ke kamar dan membangunkan sang istri
"sayang, bangun yuk"
"bentar lagi ma" jawab zayna sambil menggeliat
"udah siang sayang, sama mama juga disuruh untuk sarapan"
zayna merasa ada yang berbeda, sontak dia bangun dan berteriak
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
Cup
mulut zayna ditutup menggunakan tangan ray,
"hai ngapain teriak-teriak gitu?" tegur ray
"kakak ngapain dikammar aku? mana mama?" jawab zayna panik
"sayang kita sudah sah jadi suami istri kemarin, masak aku udah dilupain aja sih" penjelasan ray
zayna sedikit mencerna ucapan sang suami, setelah dia sadar jika dirinya sudah sah menjadi bagian dari ray dia merasa bersalah
__ADS_1
"kak, maafin nana ya?! nana lupa" ucap zayna dengan wajah memelas
"iya gak apa apa"
cup
ray mengecup kening sang istri, dia tidak tahan melihat wajah imut zayna saat memelas seperti itu
"yaudah buruan mandi, kakak tunggu di bawah sama yang lain! jangan lama ya sayang mandinya" ucap ray sambil memeluk zayna
"siap pak dokter" jawab zayna sambil gerakan hormat saat upacara bendera
*
"pagi mama "cup""
"pagi papa "cup""
langsung duduk disamping ray
"jam berapa ini sayang, masak suami kamu bangun duluan ketimbang sang istri" tegur sang mama
"nak ray, maafkan anak mama ya, dia terbiasa dimanjakan sama mama dan papa" ucap sang papa
" tidak apa pa, ray bisa ngertiin kok. saat ray pulang dan bangun tidur ada zayna itu sudah cukup. tanpa melihat putri kesayangan papa ini ray ada yang kurang dalam hidup ray" gombal ray
"hahahha, nak ray ini bisa aja, pantas zayna bisa luluh ke nak ray. ternyata nak rey pinter gombal juga ternyata"
"siapa dulu pa, ray gitu" ucap ray
dan disambut tawa dari penghuni ruang makan
"yaudah segera sarapan gih habis itu siap-siap buat pindahan kalian ke apartemen ray" ucap fina
"iya ma" jawab zayna
sebenarnya zayna tidak mau untuk pisah rumah dengan kedua orangtuanya, dia bingung nantinya bakal bagaimana setelah pindah ke rumah ray. walaupun dia sering ke villa untuk menenangkan diri atau sekedar liburan.
*
__ADS_1
"kak, nanti kalau kita pindah ke apartemen kakak siapa siapa yang jagain zayna?" rengek zayna
"kan ada aku sayang, aku akan selalu jagain kamu" ray menarik tangan zayna dan memeluk tubuhnya
"maksud nana kalau kakak tugas luar, siapa yang akan menemani zayna dirumah?"
"sayang, nanti ada pembantu yang siap menemani kamu tapi dia tidak menginap di apartemen jadi tidak usah sedih gitu. bisa juga kamu nginep di rumah mama jika aku harus keluar kota atau tugas malam"
"apakah boleh kak? kalau kakak kerja malam atau tugas luar nana nginep dirumah mama?"
"boleh sayang kenapa nggak boleh? asalkan nana pamit pasti kakak izinkan"
"makasih ya kak, kakak yang terbaik emang"
*
"ma kami pamit dulu ya, kalau mama kangen zayna bisa ke apartemen atau nginep disana juga boleh. apartemen kami terbuka lebar buat mama papa" ucap ray sambil berpamitan kepada ketua mertuanya itu
"nak ray mau sampai kapan kalian tinggal diapartemen? bukannya nak ray punya rumah sendiri?" tanya yang mertua
"rumah ray masih direnovasi pa, mungkin satu minggu lagi baru rampung"
"yaudah kalau gitu hati-hati titip nana ya nak ray, dia kelihatan mandiri tapi sebenarnya dia manja" goda sang papa melihat sang buah hati menangis dipelukan sang mama
"papa apain sih, nana nggak manja ya. nana mandiri tapi nana belum terbiasa jauh dari mama papa"
"hiks hiks" tangis zayna pecah seketika
setelah menunggu sepuluh menit zayna baru kembali diam dan langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya, karena dia khawatir bakalan tidak bisa berhenti menangis jika berlama-lama dengan kedua orangtuanya.
_____________________________________
Selamat menunaikan ibadah puasa reader
maaf ya kak baru bisa up lagi, karena tuntutan kerja yang padat dikala pandemik Corona
semoga Kita selalu diLindungi dan Dijaga olehNya baik keluarga maupun orang yang disekeliling kita
selamat membaca kembali kak
__ADS_1
bantu like vote atau komment karya ini supaya Author semangat untuk melanjutkan ceritanya kak