De Tranen

De Tranen
Episode 4


__ADS_3

Episode 4


Sesampainya di restoran A zayna langsung memarkirkan mobilnya diparkiran dan langsung memasuki restoran tersebut. Sebelum memasuki restoran tersebut zayna merasa tidak asing dengan seseorang yang berada dikumpulan deretan meja paling pojok. Setelah mendekat dia yakin kalau itu tita, batin zayna “bukannya tadi


tita mau langsung pulang kok disini, mungkin aku harus menyapanya biar tidak salah faham”


Zayna mulai mendekat pada rombongan tersebut, akan tetapi dia mendengar namanya disebut-sebut sehingga dia berhenti tidak jauh dari meja tersebut.


“Tau nggak kalian semua, ku kira zayna itu sulit untuk didekati loh!?” salah satu teman tita


“buktinya aku bisa gitu” ucap tita angkuh


“kalau kamu mah nggak tanya lagi ta”


“tapi dia beg*nya nggak ketulungan, masak aku bilang dompetku ketinggalan dia percaya aja. Dan barang-barang ini semua dari dia”


“serius ta?” tanya salah satu teman tita


“iya, masak gue bohong sih! Boro-boro beli barang branded kayak gini, buat uang jajan aja aku harus ngemis dulu sama bokap ku. Kalian tau sendiri kan bokapku pelitnya kayak apa”


Zayna melangkah tanpa ragu menuju gerombolan orang yang


sudah membicarakan dirinya, tanpa menunggu zayna langsung menampar tita


Plak

__ADS_1


“ku kira kau teman ku, ternyata kau sama saja kayak mereka yang memanfaatkan aku seperti sampah. Yang


menyukai kekayaan dari keluarga ku saja” bentak zayna dia sudah tidak memperdulikan pandangan semua orang yang tertuju kepada mereka


“hei!!” tita tidak terima


“apa!!, masih kurang kah kebaikan ku selama ini sama kamu?”


“kamu memang baik tapi kamu ngebosenin dan selama aku berteman dengan mu aku hanya ingin uang mu bukan kamu”


“oke, jika kamu seperti itu. cukup samapai sini saja pertemanan kita dan tunggu saja pembalasan ku nanti”


“aku tak pernah takut dengan anak mama seperti mu!!”


Setelah zayna mengucapkan niatnya dia langsung pergi dengan menahan tangis yang tertahan. Tanpa sadar dia menabrak seseorang yang hendak memasuki restoran.


“maaf tuan” ucap zayna tanpa melihat orang yang ditabrak, dia langsung lari ke parkiran. Tapi berbeda dengan laki-laki yang ditabraknya, lelaki tersebut terdiam melihat punggung zayna dengan perasaan sakit walaupun dia belum tau siapa gadis tersebut.


Zayna memasuki mobil dan menelephon asistennya,


“hallo”


“iya nona”


“dy, tolong kau urus masalah pengeluaran atas nama tita dan tagihkan kepada orangtuanya!!”

__ADS_1


“siap nona, apakah ada masalah nona dengan nona tita?” tanya orang disebrang telp tersebut


“jangan pernah panggil dia dengan sebutan nona lagi, karena dia sudah bukan temanku!”


“baik nona akan segera saya urus”


“terima kasih dy, kamu adalah satu-satunya teman ku yang ku punya saat ini selain keluarga ku” telp tersebut diputus oleh  zayna


Flashback off


“hay melamun terus kerjaannya, jadi nggak ini aku diteraktir? Rengek shella


“jadi kok ayo” jawab zayna


Mereka menuju kantin sekolah, karena disana makanannya tak kalah lezat dengan restoran bintang lima.


“kamu mau pesan apa? Sekalian aku pesankan!” tanya shella


“apa aja, pokoknya jangan yang mengandung kacang” zayna memang tidak diperbolehkan makan kacang-kacangan karena alergi yang akan mengancam nyawanya jika terlambat untuk ditolong


“siap tuan putri” shella menghilang dengan cepat karena kantin sekolah sudahmulai penuh dengan siswa-siswi yang lain


“hai, boleh duduk disini nggak?” sapa Ray


“silahkan dok, apakah dokter juga akan makan dikantin ini? biasanya guru dan pegawai disini kalau makan selalu diluar atau pesen dari luar"

__ADS_1


“kamu ini lucu ya, pertama kalau ke kantin jelas untuk makan masak iya main bola. Kedua apakah seorang dokter tidak pantas untuk makan dikantin siswa. Apakah ada aturan yang melarang hal tersebut” goda ray


__ADS_2