
Kelas model
"eusta" sapa salah satu teman
"iya ada apa?" jawab eusta
"kamu akhir-akhir ini nggak fokus dalam materi kenapa?"
"nggak tau pikiranku lagi kacau" ucap eusta dia mulai tidak fokus karena beberapa hari ini tidak pernah melihat zayna. dirinya juga heran kenapa dengan pikirannya yang tak lepas dari zayna semenjak kejadian salah tonj* saat itu
"mungkin kamu harus meminta penjelasan kepada noval supaya kamu nggak kelihatan kacau seperti ini" tutur teman eusta yang sedikit membuat dirinya bingung, tapi dengan penuturan tersebut membuat eusta dapat inspirasi "kenapa tidak langsung kekelasnya saja ya dengan alasan ingin meminta penjelasan perihal tawaran model dari manajer"
bel istirahat berbunyi
tanpa menunggu waktu lama eusta langsung keluar keluar kelas menuju kelas noval.
"noval ada nggak?" tanya eusta ke salah satu teman kelas noval
"ada tuh di balam" jawabnya
uesta langsung menghampiri noval dan bertanya "val, bisa kamu jelaskan kenapa kamu ditawarin untuk jadi model?" disela pertanyaan mata eusta tertuju pada sang gadis yang mengganggu pikirannya untuk beberapa hari. disana dia melihat zayna bercanda dengan shella
"kenapa tidak ku lakukan sejak kemarin-kemarin saja ya? dia kelihatan cantik kalau sedang tersenyum andai akuyang jadi alasan dia tersenyum" ucap eusta dalam hati
__ADS_1
"jadi begitu, aku nggak pernah menerima tawaran itu, karena aku ingin fokus desain dan aku mau karyaku kamu yang pakai" penjelasan noval
"ta, ta, eusta!" tegur noval yang penjelasannya tak dihiraukan oleh eusta
"iya aku dengerin kok, aku harap kamu menepati ucapanmu, sebenarnya aku tak apa kamu menerima tawaran tersebut. aku nggak terima aku menerima kabar dari orang lain bukan dari sahabat ku sendiri"
"syukurlah kalau kamu udah nggak marah sama aku, yaudah ayo ke kantin aku udah lapar keburu masuk" ajak noval kepada eusta
disana eusta merasa sedikit sedih karena harus berpisah dengan gadis yang mulai memasuki piki\rannya.
"ok, mau latihan kah?" tanya shella
"iya, seperti biasa" ucapnya, zayna ada latihan rutin yang tidak bisa dia tinggalkan yakni beladiri, dan les alat musik. setelah berpamitan dan langsung jalan ke tempat latihan beladiri di salah satu pusat pelatihan di jakarta pusat. saat ditengah jalan ban mobil zayna bocor terpaksa dia menunggu taksi lewat untuk melanjutkan perjalanannya. saat dia menunggu taksi lewat tanpa diduga ada mobil sport berhenti didepan zayna.
"kamu ngapain disini sendiri?" tanya eusta
"ban mobilku bocor, ini nunggu taksi lewat"
__ADS_1
"mau sampai kapan kamu akan nunggu taksi, sekitar sini tidak ada taksi kosong yang lewat. kalau gitu mending bareng aku ntar mobil kamu bisa ku panggilkan tukang bengkel langgananku"
"nggak usah, aku nggak mau merepotkan kamu"
"aku nggak repot sama sekali kok" ucap eusta
setelah dipikir sesaat zayna menerima tawaran eusta karena dia tidak mau telat latihan karena akibatnya akan habis ditangan pelatihnya "yaudah kalau gitu maaf ya merepotkan dan untuk bengkel tidak usah aku udah memanggil bengkel langganan keluarga mungkin habis ini datang. apakah kita bisa jalan terlebih dahulu? karena aku udah telat?!" ajak zayna
*
"kamu yakin ketempat ini?" tanya eusta
"yakinlah kenapa emangnya? kamu nggak percaya?" ucap zayna
"bukannya nggak percaya, makanya saat kamu kena pukul aku saat itu kamu tidak menangis seperti wanita yang lain bahkan jika itu cewek lain paling langsung pingsan" tutur eusta
"terima kasih ya untuk tumpangannya" merasa tak perlu menjelaskan dengan detai zayna langsung pamitan pada eusta
saat zayna sudah masuk dalam club beladiri eusta baru sadar jika dia lupa meminta no telphon zayna " sial kenapa harus lupa minta no telphonnya sih" gunamnya sambil memukul setir mobil
__ADS_1