
Episode 8
Tok
Tok
Tok
suara pintu kamar di ketuk
“non makanannya sudah siap, mau bibi bawa ke kamar atau nona makan di meja makan?”
“di ruang makan aja bi” teriak zayna yang masih di dalam kamar
“yaudah bibi siapkan di meja makan ya non?”
“iya bi, terima kasih bi” ucap zayna, orangtunya selalu mengajarkan kepadanya walaupun mereka dalam keadaan serba ada tapi usahakan bersikap sopan dengan mengucapkan " Tolong, Terimakasih, dan Maaf" kata itu yang ditanamkan orangtua zayna terhadapnya.
zayna keluar kamar langsung menuju ruang makan, sesampainya diruang makan dia merasa sangat senang. emang bi ani tau apa yang inginkan oleh zayna. tanpa menunggu lama zayna melahap tanpa sisa seluruh makanan yang memang dari awal ditujukan kepadanya.
“bi makasih ya, zayna ke kamar lagi buat ngerjain tugas”
“iya non, mau dibikinkan jus non?”
“tidak usah bi, dikulkas zayna masih banyak stok minuman sama buah” ucap zayna langsung maninggalkan ruang makan
*
__ADS_1
“mama, maaf ya nunggu lama” rengek zayna
“iya sayang, tidak apa-apa. Memang anak mama lagi ngerjain apa sih kok sampai makan malam aja sampai ke tunda?” tanya mama zayna
“lagi ngerjain daedline dari mama, karena nana juga kebarengan tugas di sekolah jadi harus bisa bagi pekerjaan mama ku sayang”
“iya udah lain kali jangan sampai telat untuk makan, kalau kamu kecapekan nanti mama bakal undur peluncuran produk kamu tidak apa-apa daripada kamu yang kelelahan”
“ma jangan diundur ya, nana udah menyetujui kontrak kerjasama masak iya nana semaunya sendiri mentang-mentang nana anak mama”
“tapi mama tidak ingin anak mama tersayang kecapekan belum lagi tugas kamu yang menumpuk” ucap fina sambil memeluk zayna
“nana sayang mama, tapi nana akan belajar untuk bisa menjalankan amanah dari sekolah maupun kerjaan” ucapnya meyakinkan sang mama
“oh jadi papa dilupakan sekarang?” ayah zayna yang pulang dari kantor melihat kedua bidadarinya merasa senang dan ingin menggoda mereka
“apakah hanya nana saja yang sayang sama papa?”
“papa pengen godain mama ya, sini kalian berdua mama mau ikutan dipeluk” ucap fina sambil melangkah menuju dua orang yang sudah berpelukan
“yaudah yuk pa makan, nana udah lapar ini pa” ajak zayna
“ayo sayangku, mama udah makan?”
“belum pa, tadi nungguin anak kesayangan mama yang baru selesai mengerjakan tugasnya”
“apakah betul itu sayang?”
__ADS_1
“iya pa” ucap zayna sambil menunjukan barisan gigi rapinya
“lain kali makan dulu baru lanjut mengerjakan bukan mengerjakan tugas tapi telat makan!!” tegas farhan
“siap pak bos” ucap zayna sambil mengangkat tangannya ke pelipis yang membuat suasana jadi pecah karena tingkah sang buah hati
*
Keesok paginya semua orang sudah siap di meja makan termasuk zayna
“na, nanti kamu ke perusahan mama kan nak?” tanya fina pada sang buah hati
“iya ma, selesai sekolah nana langsung ke kantor mama buat diskusi peluncuran produk baru nana”
“apakah kamu tidak ingin tampil sebagai pemilik desaint di depan banyak orang nak?” tanya sang papa
“untuk sementara nana masih tidak ingin banyak yang tau kalau nana adalah anak dari bapak farhan bukan maksud nana tidak mengakui hubungan kita pa. Tapi nana ingin sekolah nana damai, setelah nana lulus nana bakalan umumkan siapa nana sebenarnya” ucap nana pada kedua orangtuanya
“apakah kamu tidak ingin melanjutkan usaha papa nak?” tanya farhan mengingat zayna adalah anak satu-satunya
“nana akan fokus belajar dibidang itu setelah lulus sekolah, untuk sementara nana ingin fokus pada bidang mama dulu tidak apa-apa kan pa?”
“kamu sudah dewasa sayang, tapi papa ingin tau sesuatu boleh tidak?
“papa mau tanya apa? Tinggal ngomong aja kok pa” jawab zayna sambil senyum
“apakah latihan kamu dimajukan atau ada yang berniat jahat sama kamu?” melihat lebam di pipi sang anak
__ADS_1
“ini tidak seperti yang papa khawatirkan kok”