De Tranen

De Tranen
Episode 7


__ADS_3

Episode 7


“hay bukannya kamu yang kena tonjok eusta tadi ya?” sapa noval


"Eusta, siapa?" batin zayna, tapi dia mengingat kembali jika dia tadi kena tonjok salah satu cowok saat jalan “oh jadi namanya eusta?” batin zayna


“iya, ada apa ya?” tanya zayna kepada cowok di depannya


“kamu nggak kenapa-napa kan? Apa perlu aku antar ke rumah sakit untuk mengecek memar di pipi kamu?” tawarnya


“nggak usah, udah dikasih obat sama dokter tadi di ruang kesehatan?” jawab zayna


“serius kamu nggak kenapa-napa? Takutnya bakal memar" tegas noval


“santai saja, mungkin besok sudah mendingan. terimakasih untuk perhatiannya saya pamit pulang dulu” tegas zayna langsung meninggalkan noval yang mematung di lorong sekolah


setelah kesadaran noval kembali dia langsung berlari mengejar zayna dan memperkenalkan diri


“kenalkan nama aku noval” ucapnya berusaha menjabat tangan zayna


sambutan tersebut di sambut baik oleh zayna “aku zayna panggil aja zay”


“boleh minta no hp kamu nggak? Khawatirnya luka kamu tambah lebam nanti!”

__ADS_1


“sepertinya kita tidak sedekat itu deh, jadi tak perlu kamu meminta no hp ku segala. Permisi aku mau pulang karena sudah ditunggu” zayna melanjutkan langkahnya


“menarik, tidak seperti cewek yang lain” ucap noval sambil tersenyum


Sedangkan tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang mengawasi mereka berdua yakni dokter raymond dan Eusta.


Dokter raymond “nggak salah aku suka sama dia, karena dia bisa menjaga dirinya terlebih terhadap orang yang baru dia kenal”


Sedangkan eusta “kamu sebenarnya siapa zayna, kenapa setelah kejadian tadi pagi membuat aku tidak bisa konsen dalam pelajaran!”


Diparkiran zayna sudah memasuki mobil kesayangannya tanpa menunggu lama dia menghidupkan kendaraannya dan melesat pulang.


*


Ceklek


“ma... mama” panggil zayna


“nyonya masih belum pulang non, bisa bibi bantu non?” jawab sang asisten rumah tangga


“ bi aku lapar, bisa siapin makanan nggak bi?” rengek zayna


“siap non, mau makan apa biar bibi siapin?” tanya sang asisten rumah tangga

__ADS_1


“aku mau salat dan jus buah saja bi” pintanya


“siap nona cantik, mohon maaf nih non kalau bibi lancang kenapa dengan pipinya non nana? Perasaan hari ini tidak ada latihan ya non?” tanya bi ani penasaran


“ah tidak apa-apa bi, tadi sedikit kebentur saat di sekolah” ucap zayna sambil cengegesan berusaha membuat bibi ani tidak khawatir


“yaudah non lain kali kalau jalan jangan dlereng sampai kebentur kayak gitu” tegur sang asisten rumah tangga


“siap bi ani ku sayang” ucap zayna sambil memeluk bi ani. Dia sangat menyayangi bi ani seperti orangtunya sendiri. Karena bi ani yang telah mengasuh Zay sejak bayi karena aktifitas kedua orangtuanya super sibuk, akan tetapi zayna tidak pernah kekurangan kasih sayang dari mereka setiap hari diusahakan pukul 17.00 wib orangtua zayna sudah dirumah untuk anak semata wayangnya kecuali urusan luar kota atau negeri itu bisa di maklumi.


*


Tok


Tok


Tok


“non makanannya sudah siap, mau bibi bawa ke kamar atau nona makan di meja makan?”


“di ruang makan aja bi” teriak zayna yang masih di dalam kamar


“yaudah bibi siapkan di meja makan ya non?”

__ADS_1


“iya bi, terima kasih bi” ucap zayna, orangtunya selalu mengajarkan kepadanya walaupun mereka dalam keadaan serba ada tapi usahakan bersikap sopan dengan mengucapkan " Tolong, Terimakasih, dan Maaf" kata itu yang ditanamkan orangtua zayna terhadapnya.


__ADS_2