De Tranen

De Tranen
Episode 3


__ADS_3

Zayna berjalan menuju ke kelas dengan kondisi sedikit pusing. Sesampainya dikelas dia langsung duduk dan mengeluarkan buku gambarnya. Zayna masuk di kelas desaint dia paling suka kelas desaint dan salah satu cita-citanya adalah desainer perhiasan dan baju.


Tidak sedikit desaint perhiasan yang dia gambar masuk koleksi dalam brand ternama, karena mamanya desainer perhiasan dan mempunyai toko galery perhiasan yang terbilang sudah mendunia. Dengan hasil penjualan desain tersebut zayna bisa menabung dan membeli apapun yang dia inginkan, walaupun zayna bukan tergolong anak yang suka menghambur-hamburkan uang.


“hay na, lagi desaint apa kamu” tanya shela teman bangkunya


“desaint edisi terbaru, karena desaint yang kemarin sudah laku habis” jawab zayna


“wah ada teraktiran nih, karena desaint kamu laku keras... hehehe” Rajuk Shela


“untuk kali ini ayo, tapi ingat jangan heboh dan jangan ngegosip karena aku nggak suka identitasku terbongkar” tegas zayna


Sebenarnya zayna selama sekolah dia tidak pernah memperkenalkan identitas dirinya sebagai orang kaya. Menurutnya dengan adanya dia yang sekarang membuat dirinya terbebas dari teman palsu. Zayna sangat ingat saat masih sekolah menengah pertama.


Flash back


“hai nana” sapa tita


“hai tita, mau kemana nih? Ucap zayna


“ mau ngemall nih, ikut yuk?


“boleh, tapi aku harus ijin ke mama dulu ya ta” tegas zayna


“iya, sekalian ntar kota mampir ke toko mama kamu biar kita tidak disangka keluyuran”


“boleh juga ide kamu”

__ADS_1


Mereka keluar sekolah dengan mengunakan mobil zayna. Sesampainya di mall mereka langsung menuju tempat yang dimaksud yakni shoping. Dengan brand ternama yakni Gucci, bagi tita punya teman seperti nana seperti kejatuhan duren runtuh.


“na baju ini bagus ya? Couple yuk na?” tawar tita


“iya nih, boleh mumpung aku belum punya model baju kayak gini” jawab


zayna


Setelah mereka memilih beberapa barang mereka langsung menuju kasir


“berapa mbak total semuanya?” tanya zayna


“Total semua $420.000 kak”


“zay dompet ku ketinggalan kayaknya, gimana nih? Aku nggak jadi aja deh” wajah memelas tita


“pakai punya ku dulu aja gpp, ntar kamu ganti kalau sudah sampai rumah”


“iya ta”


Tita langsung memeluk zayna, “kamu baik banget, nggak salah aku punya teman kayak kamu”


“kak totalnya biar saya aja yang bayar”


“silahkan kak, mau pakai cash/debit atau kredit?”


“kartu kredit aja deh kak”

__ADS_1


Selesai membayar mereka menuju restoran dekat situ,


“zay mau pesan apa kamu? Tapi aku ntar pinjem uang dulu ya?”


“kamu kayak sama siapa saja, oiya aku kayak biasanya aja”


Dalam hati tita” nih orang mau aja dibeg*in, kalau bukan karena uang


mu aku tak sudi punya teman kayak kamu yang kaku gitu”


Setelah beberapa menit pesanan mereka sudah sampai dan tanpa babibu mereka langsung menyantap makanan tersebut.


“zay, langsung pulang ya” ajak tita


“boleh, aku juga udah mulai capek”


Mereka berpisah diparkiran mobil. Akan tetapi tita melajukan mobilnya terlebih dahulu. Sebelum zayna melajukan mobilnya untuk menyusul tita keluar dari mall, Telpnya berdering lalu zayna mengambil dan melihat siapa yang sedang mehubunginya ternyata yang menghubingi yakni sang ibundanya.


“hallo bunda”


“zayna kamu dimana sekarang nak?”


“zayna ada di mall X nda, ini udah mau pulang”


“bisa mampir ke restoran A tidak nak? Kalau kamu tidak capek”


“bisa dong nda, mau bunda suruh zayna kemana pun zayna siap asalkan jangan meminta zayna jauh dari mama”

__ADS_1


“kamu ini bisa aja nak, yaudah kamu segera kesini keburu sore”


“siap bunda sayang zayna berangkat”


__ADS_2