
Episode 21
Maaf ya kak, karena kesibukan
author ditambah lagi sempat beberapa hari harus berbaring untuk pemulihan jadi
baru bisa up hari ini.
“ sayang kamu jangan ngambek
terus dong, masak iya aku dicuekin terus sejak tadi?”
“Apa sih kak, kakak jangan resek deh” tegur zayna yang merasa
terganggu oleh aktivitas ray yang merengek sejak tadi.
“masak kamu terganggu dengan aku, aku kangen sama kamu.
Setelah kita tidak ketemu dua hari ini. Aku sangat kengen sayang” rajuk ray
sambil memeluk dan menciumi zayna
“iya kak, tapi ini nana masih melepas aksesoris. Setelah
selesai baru kangen-kangenan sayang “
“Bantuin apa yang!!” pinta zayna kepada suami karena dia
sendiri tidak mungkin bisa melepaskan semua aksesoris yang dia pakai tanpa
bantuan orang lain.
“sini kakak bantuin, jangan
ngambek gitu kenapa sayang. Kakak jadi bingung harus berbuat apa sama kamu”
“maafin nana ya kak, mungkin ini
efek hari pertama nana datang bulan jadi sedikit labil” rajuk zayna sambil memeluk sang suami merasa bersalah
terhadap ray yang notaben saat ini menjadi suami sahnya
“tidak apa kakak bisa
memakluminya sayang, asal kamu kalau ada apapun ngomong sama kakak ya” jawab
ray membelas pelukan dari sang istri
Cup
“ kakak sayang sama kamu na,
kakak tidak bisa hidup tanpa kamu sayang ku”
“nana juga sayang banget sama
__ADS_1
kakak, melebihi sayangnya nana pada diri nana sendiri”
“berarti malam ini hanya bisa
peluk kamu saja dong” tersadar jika sang istri sedang datang bulan
“iya kak, toh kita juga sudah
capek kan. Yaudah bantuin nana ngelepas ini semua biar nana bisa segera bersih
diri dan istirahat”
“iya, sini kakak bantuin melepas”
ajak ray sambil membantu zayna melepaskan accecories yang menempel pada
tubuhnya.
Tidak tinggal diam ray pun
sedikit menggoda sang istri dengan membelikan kecupan disetiap lengkung tubuh
zayna yang sudah terlepas aksesorisnya.
“kak, jangan iseng deh! Nana bau
tau” renngek zayna karena merasa sang suami mulai menggodanya
“tidak sayang, tubuhmu sanagt
harum bahkan tanpa kamu mandi ppun kamu sangat harum”
mandi terlebih dahulu kak”
“mungkin saat ini kamu bisa
mandi terlebih dahulu, tapi saatnya nanti kamu bakal terlelap dipelkukanku
dengan keringat yang membasahi tubuh” bisiknya di telinga sang istri. Zayna pun
merona karena dia faham dengan ucapan sang suami. Sebenarnya zayna sedikit
bimbang, dikarenakan ini baru kedua kalinya dirinya satu kamar dengan laki-laki
itupun dengan laki-laki yang sama.
Setelah selesai melepaskan
aksesoris yang melekat ditubuhnya , zayna langsung masuk kamar mandi untuk
membersihkan dirinya. Senggang beberapa waktu dia keluar kamar dengan baju
kebesarannya yakni piama tidurnya. Tanpa dia sadari ray menatapnya mulai dari
bawah hingga keatas. Dia sudah tergoda dengan penampilan sang istri.
__ADS_1
“bagaimana aku bisa menahan
juniorku jika pujaan hatiku begitu cantik dan tentunya seksi dengan
penampilannya saat ini” batinnya
“kakak lihat apaan?” memecahkan
lamunan sang suami
“sini sayang, kita harus segera
istirahat biar besok kita bisa jalan-jalan menghabiskan akhir pekan hanya untuk
kita berdua”
Zayna melangkahkan kakinya ke
tempat tidur dan langsung merebahkan tubuhnya didekat sang suami “kakak boleh
nana tidur sambil peluk kakak?”
“boleh sayang, lebih dari peluk
juga boleh” jawab ray langsung menarik zayna dalam dekapannya
“sayang boleh tidak kakak main
ini?” ijin ray sambil menyetuh gundukan gunung zayna
“boleh kok kak, apa yang ada di
zayna milik kakak dan zayna tidak akan menolak perlakuan kakak ke zayna”
“terima kasih sayang” tanpa
menunggu lama ray sudah melumat setiap inci dari gundukan milik zayna. Dia
sangat menyukai gundukan zayna karena dia merasa gundukan milik zayna sangat
pas untuk dia. Bagaimana tidak gundukan milik zayna sangat seksi dan dia tidak
rela berbagi keindahan sang istri untuk pria lain
“sayang, kamu habis ini kalau
keluar rumah jangan memakai baju yang terbuka, karena aku tidak rela memperlihatkan
tubuhmu kepada orang lain” ucapnya sambil menghisap sang gundukkan tersebut
Sedangkan disisi lain zayna
menahan nafsu yang sudah mengebu akibat ulah sang suami, kenikmatan yang dia
dapat dari sang suami tanpa sadar membuat dia mendesah hingga bisa terdengar
__ADS_1
oleh ray. Ray yang mendengar desahan sang istri pun menghentikan aktifitasnya,
karena dia menghargai sang istri yang sedang datang bulan.