De Tranen

De Tranen
Episode 12


__ADS_3

Episode 12


“indahnya” sambil melihat pemandangan villa di kota A


Setelah hasil kerjanya selama ini zayna berhasil membeli villa yang diinginkan sejak dulu dengan uang kerja kerasnya sebagi desainer perhiasan dan diamon.


“sepertinya disini pemandangannya cukup bagus untuk digambar” ucapnya sambil menimba keputusan yang akan dia presentasikan kepada gurunya nanti.


Zayna mempersiapkan peralatan yang akan dipakai untuk mengambar. Dirasa peralatan sudah siap tanpa menunda waktu lagi dia langsung mulai fokus untuk menggambar.


*


Tak terasa hari sudah menjelang gelap, zayna ingin pulang tapi dia menimba keputusannya untuk pulang dalam kondisi sudah gelap, apalagi dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Lalu dia memutuskan ijin kepada mamanya


untuk menginap di villanya


Tut


Tut


“hallo ma”


“iya sayang, ada apa?”


“ma kayaknya nana malam ini menginap disini ma”


“apakah ada masalah sayang ku?” ucap sang mama khawatir


“tidak ada apa-apa ma, nana belum selesai menggambarnya! Kalau nana pulang malah capek dijalan nantinya. Boleh ya ma?” rengek zayna yang meminta ijin untuk menginap di villa


“yaudah, kamu baik-baik disana jangan lupa makan dan jangan tidur terlalu malam” pesan sang mama


“iya mama ku sayang”


“janji?”

__ADS_1


“iya ma, janji”


“yaudah mama mau nyiapin makan malam buat papa kalau gitu, hati-hati ya sayang!”


“iya ma, sayang mama muah” ucap zayna dengan perasaan lega


Setelah selesai telphon zayna merapikan barang-barangnya dan segera balik ke villanya. Saat perjalanan mau kembali ke villa tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang.


Bruk


Barang bawaan zayna berantakan, zayna segera memunguti dan mengucapkan permohonan maaf


“mohon maaf sebelumnya, saya tidak melihat jalan tadi”


“iya nggak apa-apa aku juga nggak fokus lihat jalan tadi” ucap seseorang


Diposisi zayna memunguti barangnya yang dibantu oleh laki-laki yang dia tabrak sedikit rasa penasaran dia melihat orang tersebut sambil merapikan barangnya. Setelah dilihatnya orang yang dia kenal dia langsung menyapa orang tersebut.


“kakak” ucap zayna


“ iya, eh zay kamu kesini sama siapa?” jawabnya


“aku juga sendiri, biasanya mencari suasana lagi butuh relaksasi sedikit biar tidak jenuh dengan pekerjaan” jawabnya sambil tersenyum


“yaudah kalau gitu, zayna duluan ya kak” pamitnya


“kalau gitu aku antar ya, tidak baik jika kamu jalan sendiri khawatir ada yang berniat jahat apalagi disini sepi sekali sekalian biar aku tau kamu tinggal dimana untuk memastikan kalau kamu aman” ucapnya tapi dengan perhatian dari lelaki tersebut membuat hati zayna meleleh tersendiri yang membuat pipinya bersemu merah


“nggak usah kak, villa zayna dekat sini kok” ucap zayna menolak lelaki tersebut karena dia tidak ingin merepotkan orang lain


“tidak apa ayo aku anter keburu tambah gelap”


“yaudah kalau kakak memaksa” jawabnya sambil tersenyum ada yang tidak biasa dalam dirinya


“kenapa dada ku dag dig dug nggak karuan kayak gini ya” batin keduanya

__ADS_1


“kak, zay” ucap mereka berbarengan


“kamu duluan aja zay”


“nggak apa-apa, kakak duluan aja”


“perempuan terlebih dahulu, baru kakak”


“kakak kenapa ambil jurusan kedokteran?” tanyanya dengan sedikit berhati-hati


“karena kakak suka dengan dunia kedokteran, bisa menolong orang lain adalah keinginan kakak sejak dulu”


“begitu ya kak?”


“kalau kamu kenapa ambil kelas desaint?”


“karena aku suka mengambar, aku ingin menjadi desainer sebelum mengambil jurusan bisnis saat kuliah nanti” ucapnya tanpa disadari, zayna sangat jarang membuka mengenai kehidupannya kepada orang lain apalagi terhadap lawan jenisnya


“aku salut sama kamu”


“kenapa kak?”


“aku salut sama jalan pemikiran kamu yang terbilang sudah dewasa walaupun usia masih remaja” ucapnya sambil mengacak kepala zayna


“ih kakak, entar rambut zayna berantakan loh kak”


“walaupun berantakan kamu masih kelihatan cantik kok sayang” gunamnya tapi masih bisa didengar oleh zayna


“kakak bilang apa tadi?” tanya zayna berusaha meyakinkan apa yang dia dengar barusan


“ah nggak bilang apa-apa kok zay” jawabnya sambil salah tingkah


“apakah aku salah dengar ya? Nggak mungkin aku salah dengar” batinnya zayna


“ zayna udah sampai villa kakak mau mampir dulu, sekalian ntar zayna masakin dah hitung-hitung buat membalas kebaikan kakak”

__ADS_1


Author: coba kalian tebak siapa laki-laki yang dimaksud?


Apakah eusta? Noval? raymond? Utau orang lain? Tunggu di episode berikutnya


__ADS_2