DEKADE RENGKUHAN ALIN

DEKADE RENGKUHAN ALIN
1


__ADS_3

happy reading


Aku menatap sinis wanita di depanku, wanita yang merebut kebahagianku dengan farhan. Siapa lagi? Jika bukan istri farhan yaitu citra.


Dia memang tidak tau mengenai diriku dan farhan tapi aku tau semua mengenai hubungannya dengan farhan.


"Jadi bagaimana bu? Apa ibu memanggil saya kesini untuk menerima saya bekerja?"tanya citra.


Lamunan ku buyar, aku mencerna kata-kata citra barusan.


Citra, aku memanggilmu kesini memang untuk menerima mu bekerja di perusahaanku tapi bukan hanya untuk bekerja melainkan mencoba mencari kesempatan.


Katakanlah aku tidak benar karena berusaha merusak hubungan orang lain tapi, itu memang hak ku!


"Iya saya memanggil kamu kesini untuk menerima kamu bekerja disini, setelah saya pikir-pikir portofolio mu lumayan bagus"ucapku, ia tersenyum sumringah mendengar jawabanku.


"Terima kasih bu"ucapnya dengan tersenyum


"Kapan saya bisa mulai bekerja, bu?"tanyanya


"Mulai besok, jam 8 pagi kamu sudah harus ada disini. Besok kamu langsung ketemu resepsionis di bawah dan minta di antarkan ke tempat mu"ucap ku


"Baik, terima kasih banyak bu"ucap nya


"Ada satu hal yang ingin saya tanyakan lagi"ucap ku


"Apa itu bu?"tanyanya


"Waktu wawancara dengan HRD, kamu menyebutkan bahwa alasan kamu bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Bagaimana kondisi keluargamu? Saya ingin tau untuk penentuan tunjangan"ucapku


"Saya hanya tidak ingin menambah beban pengeluaran suami saya itu saja"ucap nya.


Huh, Aku jengah mendengar jawabannya. jadi apa ini maksudnya? Dia bersikap sebagai istri yang baik?


Aku membenci ini.


"Oke, kalau gitu kamu boleh keluar"ucapku yang ia angguki


"Baik, terima kasih bu. Saya permisi"ucapnya lalu pergi meninggalkan ruanganku.


Aku yakin cepat atau lambat dia akan mulai menyadari siapa diriku ini. Farhan pasti akan bercerita siapa direktur istrinya ini. Seorang alina, perempuan yang tidak akan menyerah untuk mencapai keninginannya.


******


Cork and Screw, Plaza Senayan


14:51 WIB


"Apa farhan udah bankrut?"tanya aldo sembari memakan fish and chips nya.


"Restaurannya aja masih berjalan seperti biasa masa iya bankrut"jawabku


"Dasar gagal move on! Sampe restaurannya aja tau kalau masih berjalan"ucap aldo menyindirku.


Ah! Jangan lupakan aldo, biar kuperkenalkan sekali lagi. Ia mantan pacarku saat SMA dan semenjak kami putus, justru kami semakin dekat dan bersahabat. Ternyata kami lebih cocok berteman dibanding berpacaran.


"Gausah banyak ngomong lo, do!"ucapku


"Hahahaha, tapi lagian nih yaa kenapa bisa sih si farhan nyuruh istrinya kerja? emangnya penghasilannya gak cukup gitu?"tanya aldo


"Iya juga ya, padahal waktu dulu gue pacaran. Dia selalu minta supaya gue gak kerja nantinya dan fokus ke keluarga"ucapku


"Tipe cowo plinplan!"ucap aldo


"Mending lo move on deh lin, dia udah nikah dan lo udah punya pacar juga"sambung aldo


"Memangnya kenapa kalau udah nikah?"tanyaku


"Mau jadi pelakor lo ya?!"ucap aldo


"Ya enggak lah gue kan udah punya pacar"jawabku

__ADS_1


"Halah! Lo aja masih berharap sama farhan! Dan sekarang lagi nyelidiki istrinya, itu tuh bibit pelakor"ucap aldo


"Enggak aldo! Gue bukan pelakor!"ucapku


"Makanya move on, kasian itu cowo lo kalau tau lo masih stuck di farhan"ucap aldo


"Lo cinta gak sih sama rangga?"tanya aldo


Aku terdiam sejenak.


Jika harus jujur, aku memang tidak sepenuhnya ada perasaan dengan rangga. Aku hanya nyaman saja berada di dekatnya


"Iya"jawabku pelan


"Bohong! Kalau beneran cinta jawab yang tegas lah"ucap aldo


"Coba deh bonding sama rangga, liburan gitu kemana biar makin deket. Lin cinta tuh ada karena terbiasa"ucap aldo yang membuatku mengernyitkan dahi


Ah! Aku jadi ingat ketika farhan memberitau suatu hal mengenai cinta. Ia juga menyebutkan bahwa cinta datang salah satu alasannya karena terbiasa


"Ya gue akan pikirin lagi soal liburan"ucapku


Hingga tak lama muncullah rangga yang merupakan pacarku untuk saat ini.


Iya untuk saat ini, tidak bisa kupungkiri aku masih memiliki hasrat kepada farhan.


"Hai sayang"ucap rangga sembari memeluk dan mencium pipiku.


Ia duduk di sebelahku masih dengan merangkulku.


"Hai do"ucapnya menyapa aldo yang aldo balas dengan senyuman


"Gimana operasinya? Lancar?"tanyaku berbasa basi


"Iya lancar alhamdulillah"jawabnya


"Mau makan gak? Pesen makan dulu"ucapku


"Kamu sibuk gak? Kalau sibuk gausah aku gamau buat kamu repot"jawabku


"Enggak lah, saat ini kamu prioritas aku. Urusan kerjaan masalah gampang aku tinggal minta orang lain nge handle"ucapnya


Inilah yang selalu kudengar ketika berpacaran dengan dokter sekaligus anak pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


Aku memang sedikit ada perasaan dengan rangga karena sikapnya yang perhatian padaku, aku merasa selalu di prioritaskan. Dan aku suka diperlakukan seperti itu.


Aku menyenderkan kepalaku pada dada bidangnya lalu memeluk tubuhnya.


"Kita liburan yuk?"tanya ku yang membuatnya mengernyitkan dahi


Ya, dia pasti terkejut. Karena selama ini aku sangat susah jika diajak jalan kemanapun, bahkan rangga lebih sering menghampiriku ke rumah karena aku malas jika harus jalan keluar bersamanya.


"Kamu serius?"tanyanya


"Iya"jawabku


"Boleh dong sayang, mau kemana? Swiss? Paris?"tanyanya


"Gausah jauh jauh. Bandung aja"jawabku


"Yakin?"tanyanya


"Iya, aku mau punya waktu yang berkualitas sama kamu"ucapku sembari melepaskan pelukanku. Ia tersenyum mendengar perkataanku


"Mau kapan? Biar aku urus semuanya"ucap rangga


"Minggu depan? Kita disana 2 hari an dehh. Gimana?"tanyaku


"Iyaa boleh, nanti aku urus mengenai penginapan dan lain lain"ucapnya


"Makasih rangga"ucapku

__ADS_1


"Iya sama-sama sayang"ucapnya


"Sorry ya do, gabisa ngajak"ucap rangga


"Gapapa, gue juga gamau kok. Bosen liat muka cewe lo terus menerus"ucap aldo yang membuatku menatap sinis


"Dasar jomblo! Iri aja"ucapku menyindir


"Lin seriuslah! Cewe ngantri mau pacaran sama gue, sekarang juga gue bisa punya pacar kalau mau"ucap aldo


"Whatever! Intinya lo jomblo dan lo iri"ucapku


"Seenggaknya jika nanti gue punya pacar, hati gue gak akan bercabang"ucap aldo yang membuat gue membulatkan mata.


Aku melihat rangga melunturkan senyumannya, ia melirik padaku sekilas.


Sialan aldo!


"Siapa emangnya yg hatinya bercabang hah?"ucapku


"Banyakk lah, mau gue sebutin satu satu?"ucap aldo. Ah aku benci mulutnya yang super berisik ini.


"Siapa aja do coba sebut"ucap rangga mencoba bercanda


"Tanya aja nih sama cewe lo"ucap aldo


Rangga memaksakan senyumannya. Rangga memang mengetahui soal diriku dan farhan, saat awal kami jadian pun rangga selalu mewanti wanti agar aku belajar melupakan farhan.


"Alin maksudnya?"tanya rangga


"Kalau hati aku bercabang, gak akan aku ngajak kamu liburan berdua aja rangga. Kejadian aku dan farhan udah lama ngapain juga aku masih stuck sama dia"ucapku


Huh! Syukurlah aku mengajaknya liburan sehingga memiliki alasan.


Rangga tersenyum mendengar jawabanku. Ia pasti berpikir aku benar benar serius padanya karena baru saja mengajaknya pergi untuk quality time.


"Besok anterin aku ke kantor ya sayang?"tanyaku pada rangga


"Iya boleh, jam 7 aku jemput ya?"ucapnya


"Iyaa"jawabku sembari melemparkan tatapan sinis pada aldo.


Liat aja ya aldo! aku akan balas dendam!


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya


Lantai 7, Depan ruangan alin


08:07 WIB


"Makasih ya sayang udah nganterin"ucapku


"Iya sama-sama. Nanti aku jemput ya siangnya?"ucap rangga


"Iyaaa boleh"ucapku


"Maaf ya aku langsung pergi, jam 9 aku harus ketemu pasien"ucap rangga


"Iya gpp. Hati hati ya"ucapku mengantar rangga menuju lift


Ia kemudian memasuki lift dan aku pun berjalan menuju ruanganku


"ALIN!"ucap seseorang memanggilku


Aku menghentikan langkahku, tubuhku bergidik. Semoga ini hanya halusinasi, tapi aku mendengar suara farhan memanggil namaku.


bersambung


hii balik lagi hihihi enjoy ❤

__ADS_1


__ADS_2