
Aku tersenyum memandangi cincin yang tengah berada di jari manisku dan wajah farhan secara bergantian.
Akhirnya, ini dia yang ku nantikan selama 10 tahun. Farhan melamarku dan akan menikah denganku.
"Sekitar 3 mingguan lagi akad nya"ucap farhan
"Kelamaan gak?"tanyaku
"Aku gamau kerjaan kamu terganggu. 3 minggu itu bukan waktu lama, 10 tahun aja aku bisa nunggu kamu"ucap farhan yang membuatku terkekeh.
"Makasihhh yaaa"ucapku
"Lusa kita ke wo untuk nentuin konsep pernikahan"ucap farhan
"Iya"jawabku
******
1 Minggu kemudian
Kantor
11:21 WIB
aku berjalan menuju ke arah kerumunan para karyawan. Mencoba mencari tau ada apa yang terjadi
"Kenapa ini?"tanyaku
"Citra tadi pingsan bu"ucap salah seorang karyawan
"Pingsan lagi???"tanyaku sembari mengernyitkan dahi. Ada apa dengan wanita ini, kenapa sering sekali pingsan. Bukan hanya itu dia sering tidak masuk kerja karena alasan sakit, apa sebenernya yang terjadi?
"Udah dibawa ke klinik?"tanyaku
"Iya udah bu"jawabnya
"Ohhh yaudah kalau gitu"ucapku lalu pergi menuju ruanganku.
Saat aku menuju ruanganku aku terkejut melihat aldo yang sudah berada di ruanganku dengan sebuket bunga.
Bisa-bisanya ia masuk ke ruanganku tanpa izin dariku!
"Surprisee!!! Selamat pagi menjelang siang calon pengantin baru"ucap aldo yang membuatku tersenyum kecil
"Ngapain sih lo! Masuk ke ruangan gue tanpa izin dari gue"ucapku kemudian duduk di tempat dudukku.
"Biar surprise dong lin. Nihh bunga"ucap aldo
"Oke makasih"jawabku datar
"Itu tadi si citra pingsan lo tau?"tanya aldo
"Iya"jawabku datar
"Dia tuh punya penyakit apa sih? kayanya sakit mulu"ucap aldo
"Gatau deh, ga peduli juga sama dia. Yang penting dia udah di klinik"ucapku sembari sibuk mencari dokumen di laptopku
"Gue penasaran, mau ke klinik"ucap aldo
"Hm, yaudah sana. Gue sibuk gamau di ganggu"ucapku
"Iya iyaaa, galak dasar"ucap aldo kemudian pergi meninggalkan ruanganku
2 jam kemudian,
Aldo menelponku. Ia bilang supaya aku cepat datang ke rumah sakit tempat citra dirawat karena ada hal penting.
Dengan terpaksa! Aku harus meninggalkan kerjaanku yang menumpuk ini untuk datang ke sana.
Citra benar benar menyusahkan ku!
Separah itukah penyakitnya hingga dari klinik harus dibawa ke rumah sakit???
******
14:01 WIB
Rumah sakit
"Dia keguguran!"ucap aldo yang membuatku membulatkan mata, jantungku tiba-tiba berdegup kencang bahkan nafasku terasa pendek.
"Gak mungkin"ucapku
"Tapi begini kenyataannya"ucap aldo
__ADS_1
"Jadi selama ini dia punya anak dari farhan?"tanyaku
"Belum tau siapa bapak dari anak itu"ucap aldo
"Ya siapa lagi, do! Pasti si farhan. Bisa-bisanya farhan ngebohongi gue soal ini"ucapku sembari mengusap keningku.
"Farhan sama gue bentar lagi nikah, tapi dia masih banyak ngerahasiain sesuatu"sambungku
"Telepon farhan deh cepet"ucap aldo
"Oke"jawabku kemudian meminta farhan untuk datang ke rumah sakit ini.
20 menit kemudian...
"Kenapa lin?"tanya farhan
"Jawab aku dengan jujur"ucapku yang membuat farhan mengernyitkan dahi
"Apa?"tanyanya
"Kamu berhubungan sama citra kan?"tanyaku
"Ada apa sih?"tanya farhan
"Citra keguguran"jawabku yang membuat farhan membulatkan mata.
"Dia hamil?"tanyanya dengan wajah tidak percaya. Farhan lalu masuk ke dalam kamar menuju ke arah citra.
Ck!
Aku dan aldo mengikutinya dari belakang.
Aku melihat citra tengah terisak
"Kamu hamil selama ini?"tanya farhan pada citra. Citra tidak menjawab dan masih terisak
"Pergi dari sini!"ucap citra
"Kamu harusnya bilang ke aku kalau kamu hamil"ucap farhan yang membuatku membulatkan mata.
Apa apaan ini!
"Untuk apa mas? Untuk apa???"tanya citra
"Dia anak aku juga, citra"ucap farhan
"Lin, aku mohon anak aku baru aja pergi"ucap farhan
"Seenaknya kamu ngomong gitu! Kamu ternyata selama ini berhubungan sama dia?!"ucapku
"Pergi mas"ucap citra pada farhan
"Kalau kamu bilang! Gak akan kaya gini jadinya. bagaimanpun dia anak aku juga"ucap farhan
Aku benar benar tak habis pikir dengan farhan.
"Aldo ayo pergi"ucapku dengan mata yang berair sembari berjalan meninggalkan ruangan ini.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
10 hari kemudian
Kamar alin
08:21 WIB
Aku mematung melihat hasil testpack ku.
Awalnya aku kira darah yang muncul kemarin adalah tanda aku menstruasi namun hari ini darah itu menghilang dan aku mulai berpikir untuk mengecek dengan testpack ya jaga jaga saja, aku berpikir tidak akan ada apa apa namun aku benar benar terkejut dengan hasilnya.
Aku menelpon teman ku yang merupakan dokter kandungan karena aku tidak percaya dengan hasil ini, bagaimana bisa ini bisa terjadi padahal aku hanya berhubungan sekali dengan farhan dan itu 2 minggu yang lalu.
Namun ternyata ini benar terjadi.
Lalu bagaimanakah aku sekarang?
Apa yang akan terjadi jika mamah dan papah mengetahui soal ini? Matilah aku!
Tokk tokkk
Bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Ck! Pasti mamah!
"Alin, buka pintunya"teriak mamah dari luar.
Inilah yang setiap hari terjadi, drama pagi hari dimana mamah akan selalu memanggilku untuk keluar karena farhan menungguku dibawah.
__ADS_1
Aku muak dengan laki-laki itu! Aku benar-benar tidak ingin bertemu dengannya. Sudah seminggu ia mencoba bertemu denganku dengan alasan ingin membicarakan semua baik-baik dan meminta maaf.
Aku sudah tau dia! Akan terus mengulangi hal itu.
"SURUH DIA PERGI!!! GAUSAH KESINI LAGI"teriakku pada mamah, lalu menaikan volume film yang tengah ku tonton sehingga berbunyi hingga ke luar kamar.
Aku lalu menggunakan pelindung telinga dan kembali masuk ke dalam selimutku untuk memikirkan nasib hidupku ini.
Hingga tiba-tiba, suara keraspun hilang dan itu membuatku mengernyitkan dahi. Aku membuka selimut yang menutuupi wajahku dan terkejut melihat adanya farhan di depanku.
Aku membuang muka ku dan menarik selimut kembali untuk menutupi wajahku.
Aku merasakan farhan duduk di sebelahku dan membuka selimutku.
"Bangun dulu, aku mau bicara sama kamu"ucap farhan
"Ngapain sih lo kesini! Sana pergi!"ucapku dengan nada kesal
"Minggu depan kita akad nikah loh, masa kamu gini"ucap farhan dengan nada lembutnya.
"Pergi ih!"ucapku
Farhan menghela nafasnya, ia mengusap pucuk kepalaku.
"Jangan kaya gini lin, kamu juga harus denger penjelasan aku kan"ucap farhan
"Kamu yang harus denger aku han!"ucapku
"Soal apa?"tanyanya
Aku menatap farhan tajam walaupun dalam hati berharap.
Lidahku terasa kelu untuk mengucapkan hal ini.
"Aku hamil"ucapku yang membuat farhan membulatkan matanya
"Hamil?"tanyanya dengan nada terkejut
"Hm"
"Gimana bisa? Kita cuma sekali berhubungan. Citra hamil aja karena aku sama dia berhubungan berkali-kali"ucap farhan yang membuat emosi benar benar naik
"Kamu pergi kalau gak percaya sama aku!"ucapku dengan nada kesal
"Kamu gak harusnya ngomongin tentang seberapa banyak kamu berhubungan sama citra ke aku! Kamu udah banyak bohong sama aku"sambungku dengan mata berair kali ini.
Aku bangkit dari posisiku untuk duduk dan sedikit menjauh dari farhan.
"Tunggu, maksud aku bukan buat nyakitin kamu lin"ucap farhan
"Aku cuma kaget aja"sambungnya
"Terus sekarang apa?! Kamu mau pergi kan ninggalin aku"ucapku
"Kenapa mikir gitu? Aku sama kamu kan memang mau nikah. Kenapa aku harus ninggalin kamu dan anak kita?"ucap farhan. Ia mendekat ke arahku dan memelukku
"Aku cuma syok pas tau aku punya anak dari citra, apalagi saat aku tau ternyata dia udah pergi"sambung farhan
"Kamu selalu cuek sama aku setiap ada citra!"ucapku
"Enggak gitu lin"ucap farhan
"Kamu banyak bohonng sama aku"ucapku
"Iya itu aku akui. Tapi aku bener bener minta maaf sama kamu, sumpah cuma itu aja yang aku rahasiakan dari kamu gak ada yang lain"ucap farhan
"Aku ngerahasiain supaya kamu gak kecewa sama aku"sambungnya
"Kamu berkali kali berhubungan sama dia! Aku gak terima"ucapku
"Sana cepet pergi! Aku benci sama kamu"ucapku kemudian melepaskan paksa pelukan farhan dan mendorongnya.
"Sayang, jangan gini"ucap farhan
"Pergi!"ucapku
"Udah cek ke dokter?"tanya farhan yang tidak kujawab
"Kalau belum, biar kita cek dulu ke dokter biar dapet vitamin"sambungnya
"Gausah sok peduli!"ucapku
"Loh? Ini kan anak aku wajar aku khawatir dan peduli"ucap farhan
"Aku gamau ketemu kamu sebelum hubungan kamu dan citra bener bener clear!"ucapku
__ADS_1
bersambung