
Aku bersama aldo berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang HCU tempat citra dirawat. Ada hal yang membuatku sedikit terkejut karena rangga lah yang turut andil sebagai salah satu dokter untuk citra.
Aku melihat rangga sudah berdiri di depan ruangan citra menungguku juga aldo
"Hai rangga, udah lama?"tanyaku
"Baru aja kok lin"jawab rangga
"Hai do"sapa rangga pada aldo
"Hai"sapa aldo pada rangga
"Gimana kondisinya?"tanyaku pada rangga
"Baru sadar cuma masih lemah aja"jawabnya
"Suaminya dimana?"tanyaku
"Tadi dia pulang untuk ambil sesuatu"ucap rangga
"Lin, mereka belum bayar administrasi rumah sakit loh"ucap rangga
"Nanti aku yang bayar"ucapku yang membuat rangga dan aldo membulatkan mata
"Yang bener aja sih lin! Gausah!"ucap aldo
"Dengan sebuah perjanjian"ucapku
Hingga tak lama muncullah dani dimana ia terkejut melihat kedatanganku dan aldo.
"Loh? Ada bapak sama ibu?"tanya dani kebingungan
"Biaya citra biar saya yang bayar"ucapku
"Yang bener bu?"tanya dani
"Dengan syarat"jawabku
"Syarat apa bu?"tanya dani
"Ayo masuk kita langsung omongin sama si citra"ucapku
Masukklah kami kedalam ruangan tersebut dimana citra terkejut melihat kedatangan kami.
"Citra"ucap dani menghampiri citra sembari mengecup keningnya
"Ada pak aldo dan bu alin"sambungnya
"Gimana citra? Udah baikan?"tanyaku
Citra menganggukan kepalanya
"Bu alin datang kesini mau membiayai perawatan kamu ini"ucap dani yang membuat citra menatapku
"Dengan syarat"ucapku
"Apa bu?"tanya dani
"Berhenti menghubungi farhan bahkan muncul dihadapan farhan ataupun saya"ucapku
__ADS_1
"Kalau ada yang perlu kamu tanyakan soal dani yang seharusnya kamu hubungi jelas aldo atau saya bukan farhan"sambungku
Citra memandang kearah bawah tidak berani menatapku
"Dan kamu dani jika mau kembali kerja, jaga istri kamu supaya tidak berbuat macam-macam"ucapku
Dani terdiam sejenak lalu memandangi citra
"Kamu masih ngehubungi farhan?"tanya dani pada citra
"Hanya untuk menanyakan tentang kamu mas"ucap citra
"Gimana citra? Setuju?"tanyaku
"Iya bu"jawabnya
"Oke, semoga cepat sembuh"ucapku lalu berjalan pergi bersama aldo meninggalkan ruangan ini
Namun belum jauh pergi citra kemudian memanggilku dan membuatku berhenti dan menoleh padanya.
"Makasih banyak bu, saya minta maaf atas perilaku saya selama ini. Mungkin selama ini saya memang belum bisa merelakan perpisahan saya dan mas farhan. Juga saya tidak terima atas perlakuan ibu, tapi saya mulai paham kalau apa yang ibu lakukan memang wajar"ucap alin
"Terima kasih untuk semua bantuan ibu, selama ini saya yang salah"sambungnya
Aku tersenyum kecil menanggapinya
"Bagus kalau kamu sadar"ucapku lalu kembali pergi meninggalkan ruangan ini.
*****
Di ruang keluarga
Aku tengah menyusui cindy sembari bersandar pada farhan, dimana farhan tidak bisa diam untuk tidak menganggu cindy
"Mas udah dong jangan di ganggu"ucapku
"Lagian tatapannya kaya ngajak main teruss"ucap farhan sembari tertawa menatap cindy
"Ya? Kamu ngajak main papah kan sayang?"ucap farhan sembari mengelus pipi cindy
Aku tertawa kecil melihat mereka. Aku menatap farhan lekat dan ia membalas tatapanku.
Ia mendekatkan wajah dan mencium bibirku.
"Aku gak nyangka ternyata kamu benar-benar sebaik itu. Bukan tanpa maksud aku berbicara hal ini, aku cuma seneng dengernya. Kamu dengan baiknya membiayai pengobatan citra dan mengembalikan pekerjaan dani"ucap farhan
"Kalau dari awal dia dan kamu bersikap benar semua akan baik-baik aja mas"ucapku
"aku bersikap seperti itu karena aku gamau kehilangan kamu, mas"sambungku
"Kita mulai semuanya dari awal ya? Mas mau bersikap lebih baik untuk kamu"ucap farhan yang membuatku tersenyum.
"Tanpa ada citra lagi kan?"tanyaku
"Iya. Cuma mas, kamu dan cindy"jawabnya
"Makasih mas"ucapku lalu kembali menatap cindy
Farhan diam diam menatapku lekat
__ADS_1
"Aku udah yakin dengan perasaanku ini, aku cinta sama kamu lin"ucap farhan yang membuatku menoleh padanya
Aku tersenyum padanya
"Besok ikut aku yuk mas"ucapku
"Kemana?"tanya farhan
"Ada deh intinyaa kamu harus ikut"ucapku yang di angguki farhan
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya
Rumah kyai
08:21 WIB
Farhan menatapku bingung karena aku membawanya kesini.
"Lin?"panggil farhan padaku
"Ayo mas, udah di tungguin"ucapku lalu membawa farhan berjalan di sebelahku
Kami berjalan menuju rumah tersebut untuk bertemu seseorang yang sudah lama kami tidak temui.
"Pak kyai?"ucap farhan menatap seseorang tersebut
Farhan langsung berjalan dan salim padanya begitupun aku.
"Sudah menikah ya rupanya?"tanya kyai tersebut yang ku angguki dengan tersenyum
"Ayo duduk dulu"sambungnya yang kami angguki
"Istri kamu yang minta kita bertemu"ucap kyai
"Seandainya kamu yang datang kesini sendiri, sudah mau saya ruqyah"sambungnya sembari tertawa dan begitupun diriku juga ikut tertawa
Aku melihat farhan mengusap wajahnya sembari beristigfar hingga aku melihatnya meneteskan air mata.
"Kenapa?"tanyaku sembari mengusap bahu farhan
"Kenapa?"tanya kyai melihat farhan yang menangis
"Saya banyak buat dosa"jawab farhan
"Baru sekarang saya sadar"sambungnya
"Istri kamu sudah cerita ke saya mengenai kalian"ucap kyai
"Bertobat lalu minta ampunan, inshaallah diampuni jika bersungguh-sungguh"sambung kyai sembari menatap kami
Farhan menganggukan kepalanya lalu mengusap air matanya.
Senang rasa melihat farhan seperti ini lagi, semoga apa yang dibilang "mulai dari awal" berarti menjadi seperti awal kami bertemu.
Masalah utama dalam hubunganku dengan farhan perlahan sudah lenyap. Inilah saatnya kami mulai fokus dengan hubungan kami juga cindy.
bersambung
__ADS_1