DEKADE RENGKUHAN ALIN

DEKADE RENGKUHAN ALIN
20


__ADS_3

Sudah hampir jam 10 malam tapi farhan belum juga pulang padahal tadi siang ia bicara padaku untuk pergi menuju pemakaman alm anaknya tapi sampai sekarang ia juga belum pulang.


"Udah kak santai aja"ucap maura sembari memakan cemilannya


"Udah jam 10 masalahnya"ucapku


"Bentar lagi pulang pasti"ucap maura dan benar saja pintu utama terbuka.


Aku lalu berjalan menuju pintu utama diikuti oleh maura.


Aku terbelalak ketika melihat farhan bersama seorang anak laki-laki yang mungkin seusia cindy.


"Itu siapa?"tanyaku


"Kita bicara di ruang keluarga aja"ucap farhan


"Wow!!! Kak farhan bener bener messed up!"ucap maura mengejek farhan


Aku berjalan mengikuti farhan serta maura yang setia mengikuti kemanapun aku pergi.


Aku mengamati anak laki-laki itu dan mengamati farhan.


Tidak mirip! Pasti bukan anak farhan


"Bukan anak kamu kan?"tanyaku


"Bukan"jawab farhan yang membuatku lega


"Alhamdulillah"ucapku


"Tapi anak citra"ucap farhan yang membuatku membulatkan mata dan terkejut


"Waduh kacau nih"ucap maura pelan


"Maksudnya apa?"tanyaku


"Citra koma di rumah sakit, suaminya meninggal karena kecelakaan. Itu kenapa aku bersedia merawat anak mereka"jawab farhan


"Sok baik kamu ya"ucapku menatap tajam farhan


"Lin, kasian dia. Akan tinggal sama siapa nantinya?"tanya farhan


"Ya keluarganya lah"ucapku


"Keluarga dari suaminya citra gak ada yang mau ngurus"ucap farhan


"Alasan! Ini pasti akal-akalan si citra supaya bisa balik sama kamu"ucap ku


"Astagfirullah lin, kenapa juga mas harus balikan sama dia?"ucap farhan


"Aku gamau ngurus dia"ucapku menatap anak laki-laki itu


"Biar aku yang ngurus"ucap farhan


"Urus aja si cindy! Gausah sok-sok an ngurus dia"ucapku menunjuk anak laki-laki tersebut.


Hingga tak lama aku mendengar suara isakan dari anak kecil tersebut.


"Repot nih dua orang tua!"ucap maura lalu berjalan menuju anak laki-lali tersebut


"Hai, namanya siapa?"tanya maura


"Gilang"jawabnya pelan sembari mengusap air matanya

__ADS_1


"Ayo sama kakak, kita ke atas mandi terus tidur. Atau mau makan dulu?"tanya maura


"Dia udah makan"jawab farhan


"Yaudah kalau gitu ayo ikut kakak ke kamar buat tidur, pasti capek kan?"tanya maura yang di angguki oleh gilang


Maura lalu menggandeng gilang menuju lantai atas dan tinggalah aku juga farhan di ruang keluarga


"Kamu aja gak punya banyak waktu untuk cindy dan sekarang mau ngurus dia? Yang bener aja mas"ucapku pada farhan


"Kamu gak kasian sama dia? Mas seperti ini bukan karena dia anak citra atau apapun itu. Mas ngelakuin ini karena kasihan sama dia"ucap farhan


"Aku gamau waktu kamu tersita karena dia, aku mau kamu punya banyak waktu untuk cindy"ucapku


"Mas akan tetap ada waktu untuk cindy seperti biasanya hanya bedanya ada gilang disitu"ucap farhan


Aku menghembuskan nafasku kasar, tidak percaya dengan apa yang farhan bicarakan barusan.


"Sampai kamu lebih perhatian ke gilang dibanding alin, aku buang anak itu! Dan gausah nanya aku kemana perginya dia nanti"ucapku memperingatkan farhan lalu pergi meninggalkannya


*****


Keesokan paginya


Ruang makan


Aku menggendong cindy menuju ruang makan untuk sarapan, aku tersenyum melihat tingkah cindy yang sangat menggemaskan


"Ayo cepet mahh"ucap cindy


Dan ketika sampai di ruang makan, kami melihat bahwa farhan tengah berada bersama gilang.


"Itu siapa?"tanya cindy menunjuk gilang yang membuat farhan dan gilang menoleh


"Siapa?"tanya cindy kesal


"Ini gilang"ucap farhan


"Ayo kenalan dulu"sambungnya


"Gamau!"ucap cindy


"Dia siapa?"tanya cindy


"Temennya cindy"jawab farhan


"Ayoo kenalan dulu biar bisa temenan"sambung farhan kemudian mengulurkan tangan cindy dan gilang agar berkenalan


Seusai berkenalan cindy semakin mengeratkan pelukannya pada farhan.


"Ayo sarapan dulu"ucapku yang di angguki mereka


Aku menyiapkan makanan untuk farhan, cindy dan juga .... hmm gilang.


"Papah suapin cindy"ucap cindy yang di angguki farhan


Aku melihat gilang sekilas dimana ia memandangi farhan yang tengah menyuapi cindy, hingga tak lama ia menatapku juga


"Kenapa?"tanyaku sembari menatap tajam gilang


"Gpp"jawabnya lalu memakan sarapannya


"Dahhh abis"ucap cindy ketika sarapannya sudah habis

__ADS_1


"Wahh pinter anak mamah"pujiku pada cindy yang membuat cindy tersenyum sumringah


"Cindy mau ke depan liat ikan"ucap cindy yang membuat farhan lalu menurunkan cindy. Cindy langsung berlari menuju ruang keluarga tempat aquarium berada


"Jangan naik naik nanti jatuh"ucapku pada cindy


"Iyaa"teriaknya sembari berlari


Farhan lalu memperhatikan gilang yang terlihat tidak bersemangat saat sarapan


"Gilang kenapa?"tanya farhan


"Gpp om"jawabnya


"Mau om suapin juga?"tanya farhan yang membuatku membulatkan mata. Aku berdecak sehingga farhan dan gilang menoleh padaku


"Gausah om gpp"jawab gilang dengan nada pelannya


Farhan tidak menghiraukan decakan ku justru langsung menyuapi gilang.


Ck! Aku tidak bisa seperti ini!


Aku tidak ingin anak dari perempuan licik itu ada dirumah ku apalagi dekat dengan farhan.


Aku lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua di ruang makan


*****


Taman belakang


12:21 WIB


"Dino ada warna pink gak mah?"tanya cindy


"Gak ada setau mamah"jawabku


"Yahhh tapi cindy warnain jadi pink"ucap cindy


"Yaudah gpp, lagian bagus jugaa. Dino nya jadi bagus"ucapku yang di balas senyuman cindy


Hingga tak lama muncullah farhan juga gilang yang benar-benar membuat mood ku berantakan!


"Udah puas jalan jalannya?"tanyaku pada farhan yang masih menggenggam tangan gilang


"Mas cuma beliin baju buat gilang kan dia gak ada baju"jawab farhan


"Ga pernah tuh kamu ada inisiatif sendiri beliin cindy baju"ucapku


"Lin, gilang gak ada baju sama sekali jadi jelas kenapa aku beliin dia baju. Aku gak ada maksud buat gak peduli sama cindy"ucap farhan


"Terserah!"ucapku


"Ayo alin kita ke kamar aja"ucapku menarik cindy


"Ihh gamau mamah, cindy mau sama papah"ucap cindy


"Gausah! Biarin aja papah kamu sama si gilang"ucapku menarik cindy


Tanganku ditahan oleh farhan


"Jangan kaya gini. Gak mugkin aku mengabaikan cindy yang jelas-jelas anak kandung aku"ucap farhan lalu menggendong cindy


Apapun yang berhubungan dengan citra benar benar menghancurkan kebahagianku.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2