
semenjak kejadihan hari itu, sikap gilang menjadi sedikit berubah pada cindy.
Ia tetap baik dan membantu cindy tapi ada yang berbeda dari sikapnya dan cindy pun menyadari hal tersebut.
Besok hari sabtu, gilang tidak jadi bertemu sonya untuk belajar bersama mungkin karena takut cindy akan mengadu lagi pada mamah alin.
Cindy baru saja dari kantin untuk membelikan gilang makan siang juga untuk dirinya. Bersyukur bagi cindy karena tidak ada sonya yang akan mengacaukannya lagi.
Cindy berjalan menuju mejanya dan duduk disebelah gilang namun saat cindy duduk justru gilang berdiri seperti akan pergi
"Gilang tunggu!"ucap cindy yang membuat gilang berhenti dan menoleh pada cindy
"Kamu mau kemana?"tanya cindy
"Makan"jawab gilang
"Aku udah beliin makanan, makan disini aja"ucap cindy yang di angguki oleh gilang
Gilang pun memakan makanan yang diberikan oleh cindy.
Dimana gilang tidak berbicara apapun dan fokus pada makanannya
"Aku salah ya gilang?"tanya cindy pada gilang
"Enggak"jawab gilang dengan nada datar tanpa menoleh pada cindy
"Maaf, kalau tau jadinya seperti ini aku gak akan bersikap kaya gitu"ucap cindy
"Cindy"panggil gilang pada cindy
"Apa?"tanya cindy
"Sebenarnya masalah awalnya apa?"tanya gilang
Cindy hanya terdiam, dia tidak mau menjawab kalau awal mula nya berasal dari dirinya yang tidak suka dengan kedekatan gilang dan sonya.
"Aku gak mungkin gak ngajak kamu kalau mau pergi kemana-mana, cindy"ucap gilang
"Aku gak akan mau ngeganggu kamu dan sonya"ucap cindy
"Kita cuma akan belajar"ucap gilang
"Bukan kencan?"tanya cindy yang membuat gilang mengernyitkan dahi dan mulai tertawa kecil
"Kencan? Aku sama sonya kan cuma temenan lagian buat apa juga kencan"ucap gilang sembari terkekeh
"Kamu udah ketawa! Pasti udah gak marah kan sama aku?"tanya cindy sembari tersenyum sumringah
"Hm"jawab gilang sembari menganggukan kepala
Walaupun sebenarnya masih ada rasa kesal pada cindy, gilang selalu berusaha untuk membuang rasa kesalnya jauh-jauh mengingat dirinya bisa sampai seperti ini karena cindy dan juga tante alin serta om farhan.
"Makasih"ucap cindy lalu memeluk gilang dengan spontan.
Sebenarnya cindy sangat senang karena ternyata gilang dan sonya tidak ada hubungan apapun
Gilang langsung terdiam kaget ketika cindy memeluknya.
Cindy yang melihat wajah gilang terkejut langsung melepaskan pelukannya
"Hehe maaf"ucap cindy
"Hm"jawab gilang lalu mengusap kepala cindy yang membuat cindy tersenyum kecil
Gilang memang sangat dewasa walaupun usianya lebih muda daripada cindy, selain itu sikap tenang dan tidak banyak bicaranya membuat sonya benar benar suka dengan gilang.
Tak lama sonya pun datang membawa makanan yang akan diberikan pada gilang.
"Loh kamu udah makan?"tanya sonya
"Hm"jawab gilang singkat
"Yahh padahal aku udah beliin kamu makan"ucap sonya
"Bawain apa?"tanya cindy
"Sushi, aku baru aja mesen dari restaurant jepang deket sekolah"jawab sonya
__ADS_1
Cindy terlihat membulatkan matanya dan terus melihat makanan sonya, cindy memang sedikit menginginkan makanan sonya karena dari bungkusnya saja sudah memastikan kualitas sushi tersebut.
Gilang yang melihat cindy terus menatap makanan sonya pun akhirnya
"Yaudah aku makan nanti aja"ucap gilang yang di angguki sonya
"Hmmm aku ke kelas dulu ya?"tanya sonya
"Iya makasih"jawab gilang datar
Sonya pun kembali pergi menuju kelasnya, gilang lalu membuka makanan tersebut dan memberikannya pada cindy hingga membuat cindy menatap gilang
"Makan nih"ucap gilang
"Buat aku?"tanya cindy memastikan
"Iya, tadi kamu keliatan kaya mau gitu jadi aku terima aja sushinya buat kamu"jawab gilang yang lagi-lagi membuat cindy tersenyum dengan menunjukan deretan giginya yang rapi itu.
"Makasih"jawab cindy lalu memakan sushi tersebut juga memakan makan siang yang ia beli tadi
*****
Rumah
16:00 WIB
Cindy menarik gilang dari kamarnya untuk ikut les private bersama dirinya. Les private nya kemarin benar benar membosankan karena ia tidak memiliki teman jadi ia akan mengajak gilang untuk ikut.
Gilang menolak karena takut jika ketahuan oleh alin namun cindy tetap memaksa dan menariknya hingga saat sampai di ruang keluarga, alin mengernyitkan dahi melihat keberadaan gilang.
"Kamu mau ngapain gilang?"tanya alin
"Mah! Gilang ikut aku les ya?"ucap cindy memohon pada alin
"Enggak! Mamah cuma bayar les private ini untuk kamu"jawab alin tegas
"Tapi cindy maunya ada gilang mah"ucap cindy merengek
"Cindy! Jangan macem-macem cepet sana kamu les"ucap alin
"Gamau! Cindy gamau! Udah cindy mau ke kamar aja gamau belajar sampai kapapun kalau gilang gaikut cindy les private"ancam cindy pada alin
"Oke ajak aja gilang"ucap alin yang membuat cindy tersenyum senang
"Yeay!!! Makasih mamah"ucap cindy
"Makasih banyak tante"ucap gilang yang dibalas dengusan oleh alin.
Cindy dan gilang pun lalu belajar bersama guru private nya mengenai pelajaran biologi karena cindy yang meminta.
Tak lama datanglah farhan dimana ia terkejut melihat gilang yang sudah ikut les private. Farhan lalu berjalan menuju alin dan duduk disebelahnya
"Gilang ikut les juga?"tanya farhan
"Iya"jawab alin
"Udah gini aja, biaya les private cindy dan gilang biar aku yang ngurus"ucap farhan
"Yaudah bagus"jawab alin masih dengan mood yang kesal
Farhan mendekekat pada alin lalu memeluknya dari samping
"Jangan kaya gitu dong sayang, yang terpenting kan cindy gak sedih"ucap farhan
"Papah!"teriak bagas berlari dari taman belakang menuju farhan lalu memeluknya
"Kenapa?"tanya farhan
"Bagas mau main basket, beliin bola basket pah"ucap bagas
"Iya besok papah beliin bola basket"ucap farhan
"pr nya udah di kerjain belum?"tanya farhan
"Udah dibantuin sama kak gilang"jawab bagas yang membuat farhan sedikit terkejut ia lalu menatap alin
"Tuh, lihat gimana baiknya gilang sama bagas"ucap farhan pada alin
__ADS_1
"Hm"jawab alin singkat
******
Kamar gilang
21:11 WIB
Cindy dan gilang baru saja mengerjakan tugas bersama, belakangan ini cindy menjadi sangat rajin belajar jika bersama gilang karena menurutnya semua terasa mudah jika ada gilang.
"Gamau balik ke kamar? Ini udah mau setengah 10"ucap gilang
"Yaudah deh aku juga ngantuk"ucap cindy lalu membereskan bukunya dan beranjak pergi, Saat hendak berjalan pergi ponsel gilang berbunyi dan membuat cindy berhenti lalu menoleh pada gilang
"Siapa?"tanya cindy
"Sonya"jawab gilang
"Dia nelpon malem malem gini?"tanya cindy terkejut
"Biasanya nanya soal tugas nya"jawab gilang
"Aku mau disini aja mau dengerin kalian ngobrol"ucap cindy yang di angguki gilang
Cindy lalu duduk di kasur gilang sembari memperhatikan gilang.
Dari apa yang cindy dengar, sonya terkesan sangat agresif mendekati gilang.
Cindy menunjukan wajah tidak sukanya dan di perhatikan oleh gilang.
Gilang yang melihat wajah cindy seperti itu langsung mencoba untuk menyelesaikan panggilannya dengan cindy.
Hingga tak lama muncullah mamah yang mengagetkan cindy juga gilang.
"Loh cindy? Kok disini gak tidur?"tanya alin pada cindy
"Mmm iya mah ini cindy mau tidur"jawab alin
"Gilang juga kenapa belum tidur?"tanya alin
"Dia habis telponan mah sama cewe"jawab cindy yang membuat gilang mengernyitkan dahi mendengar jawab cindy
"Mmm ini teman saya tante, cindy juga kenal kok"ucap gilang
"Kalian mendingan tidur biar besok gak bangun telat. Udahan dulu nelponnya gilang"ucap alin yang di angguki oleh gilang
"Ayo cindy, mamah antar ke kamar kamu"ucap alin mengajak cindy
Cindy pun pergi keluar kamar gilang bersama alin dimana berjalan menuju kamarnya.
"Selamat malam ya sayang"ucap alin mengecup kening cindy
"Selamat malam mah"ucap cindy sembari tersenyum
"Mah"ucap cindy
"Kenapa sayang?"tanya alin
"Aku sama gilang kan masih smp berarti kita gak boleh punya pacar kan?"tanya cindy
"Iya gak boleh soalnya masih kecil, kamu harus fokus belajar"jawab alin
"Tapi gilang deket sama temen cindy mah nanti bisa aja mereka pacaran"ucap cindy yang membuat alin mengernyitkan dahi
"Memangnya kenapa? Itu urusan dia mamah gak peduli. Yang terpenting untuk mamah ya kamu sama bagas, selama kalian bahagia mamah senang"ucap alin
"Gak adil dong, masa gilang pacaran tapi cindy gak boleh"ucap cindy mencoba mencari alasan
"Yaudah besok mamah ngomong sama gilang untuk gak boleh pacaran"ucap alin
"Oke makasih mah"ucap cindy lalu masuk ke kamarnya.
Cindy yakin gilang pasti kesal karena jawabannya tadi tapi cindy sedikit tidak peduli karena menurutnya yang terpenting adalah gilang dan sonya tidak telponan.
Cindy merasa ia melakukan hal seperti ini karena tidak ingin gilang yang merupakan sahabat dari masa kecil nya diambil oleh orang lain.
Cindy meyakinkan hal tersebut
__ADS_1
bersambung