DEKADE RENGKUHAN ALIN

DEKADE RENGKUHAN ALIN
17


__ADS_3

2 tahun kemudian...


Ruang makan


07:11 WIB


"Udah makannya sayang?"tanyaku pada cindy


"Dah"jawabnya dengan tersenyum, lalu kubereskan piring kotornya dan kuletakan pada kitchen sink.


Setelah itu aku langsung membawa cindy menuju ruang keluarga dan mengajaknya menonton film. Karena jika tidak, ia akan menuju ruangan farhan lalu mengacaukan semuanya. Mungkin bukan mengacaukan tapi mencari perhatian karena farhan sudah jarang sekali bermain dengan cindy


"Mah, mau sama papah"ucap cindy


"Nanti ya, papah masih kerja sayang"ucapku


"Tapi dari kemarin gitu teruss"ucap cindy


"Kerjaan papah hari ini selesai mamah janji"ucapku


"Cindy nonton sendiri dulu, mamah mau ke atas ya?"Sambungku


"Iya mah"jawabnya


Aku berjalan menuju dapur mengambilkan makanan untuk farhan lalu melangkah menaiki tangga menuju ruangan farhan.


Belakangan ini ia menjadi sibuk karena masalah bisnis barunya. Sudah satu bulan tidak ada kabar mengenai modal yang farhan berikan untuk koleganya.


Dan aku membenci ini! Karena hal ini farhan jadi jarang bermain dengan cindy! Aku benar-benar kesal dengannya. Kenapa di otaknya hanya uang dan uang!


Tokk tokk


Aku mengetuk pintu ruangan farhan dan masuk sembari membawa makanan. Aku meletakan makanan tersebut di meja kerjanya bersebelahan dengan laptopnya.


"Sarapan dulu mas"ucapku


"Makasih"ucapnya tanpa menoleh padaku. Aku melihat raut wajahnya seperti sedang frustasi


"Kenapa?"tanyaku


"Gpp"jawabnya


"Kalau kamu gini terus gak akan ada perkembangan"ucapku yang membuat farhan menoleh


"Lin, mas kaya gini supaya bisa membiayai semua kebutuhan"ucapnya


"Dengan cara kamu diam dan overthinking gini?"tanyaku


"Udahlah mas, uang kamu mungkin udah hilang"sambungku


"Darimana aku dapat uang lagi lin?"tanya farhan yang membuatku mengernyitkan dahi


"Uang lagi uang lagi. Kenapa sih di pikiran kamu cuma uang aja? Jangan berkutat untuk hal yang gak bisa diperbaiki lagi"ucapku


"Aku ngerasa gak berguna saat kamu yang bayar seluruh kebutuhan rumah"ucap farhan


Aku mengeluarkan sesuatu dari kantungku yang berupa id card restaurant milik farhan lalu kuberikan padanya.


Ia mengernyitkan dahi padaku


"Kamu yang beli restaurant aku?"tanya farhan


"Berdua sama aldo"jawabku


"Ambil! Aku gamau nerima ini. Aku tau maksud kamu baik supaya aku gak sedih tapi dengan kamu ngasih ini aku semakin merasa sebagai suami yang gak berguna"ucapnya


Huft!


Sulit sekali memang berbicara dengan farhan


"Siapa bilang aku ngasih kamu cuma-cuma? Bayar! 2 kali lipat kalau kamu gamau merasa useless"ucapku


"Kerja dan kumpulin uangnya untuk bayar ke aku"sambungku

__ADS_1


Farhan menatapku


"Aku cuma mau kamu punya banyak waktu untuk cindy, bukan terus-terusan disini"ucapku lalu meninggalkan farhan


*****


Malam harinya


Ruang keluarga


19:15 WIB


Aku tengah menemani cindy yang sedang melukis, cindy sangat suka melukis. setiap malam yang ia lakukan adalah melukis.


Aku mendengar suara langkah kaki dari tangga dan melihat farhan yang berjalan ke arah kami.


"Cindy"panggil farhan pada cindy yang membuat cindy menoleh.


Ia langsung berlari pada farhan dan memeluk kakinya


"Papah udah selesai kerja?"tanya cindy


"Iya papah udah selesai"jawab farhan


"Sekarang temenin cindy ngelukis ya pah?"ucap cindy yang di angguki farhan


Farhan dan cindy lalu duduk di hadapanku dan mulai melukis.


Farhan menatapku


"Mulai besok aku akan kontrol ke restaurant"ucapnya


"Bagus, jangan lama-lama tapi. Punya kita cuma 30% gausah ngeluarin effort lebih untuk restaurant, biar aldo aja yang ngurus"ucapku


"Iya"ucapnya


"Nanti mas ganti 5 kali lipat"ucap farhan yang membuatku tertawa


"Kerja dulu! Baru mikirin gantinya"ucapku sembari tertawa


"Oke 5 kali lipat, awas ya sampai enggak"ucapku


"Pasti tenang aja"ucap farhan


"Apa yang 5?"tanya cindy menatapku dan farhan


"Besok papah beliin 5 mainan baru buat cindy"jawab farhan yang membuat cindy tersenyum


"Iya papah??? Yeayyy"ucap cindy dengan girang


"Iyaa dong pasti papah beliin besok"ucap farhan


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya


Restaurant


11:35 WIB


Dikarenakan cindy yang terus merengek untuk bertemu papahnya, mau tidak mau aku harus memenuhi keinginannya dengan mendatangi restaurant.


Sampai di restaurant aku mengedarkan pandanganku mencari keberadaan farhan.


Namun aku cukup terkejut melihat seluruh pegawai yang ternyata perempuan-perempuan muda. Aldo benar benar menyebalkan! Aku tau ini ia lakukan agar bisa cuci mata saat di restaurant tapi kan sekarang farhan juga bekerja disini.


Aku melihat farhan tengah berbincang dengan sesekali tertawa pada seorang pegawai kasir yang memang masih muda.


Aku menurunkan cindy ke bawah


"Tuh papah, sana bilang ke papah jangan celamitan"ucapku menunjuk farhan yang di angguki cindy.


Mengerti juga tidak tapi ia mengiyakan ucapanku.

__ADS_1


Cindy berlari menuju farhan dan setibanya disana farhan terkejut melihat keberadaan cindy, ia juga terkejut melihat keberadaanku


"Papah kata mamah jangan celamitan"ucap cindy yang membuat farhan menatapku. Ia lalu mengangkat cindy dan menggendongnha


"Ya enggak dong"ucap farhan


"Kok dateng kesini? Kan sebentar lagi aku pulang?"tanya farhan


"Tuh cindy yang minta"jawabku


"Kenapa hm? Kok mau ketemu papah? Kan papah sebentar lagi pulang?"tanya farhan pada cindy


"cindy tadi ngelukis dino pah, ayo pulang liat gambar cindy"ucap cindy bercerita dengan antusias


"Oke, ayo pulang papah penasaran gambarnya cindy kaya gimana?"ucap farhan


"Bentar dulu aku mau ketemu si aldo"ucapku yang di angguki farhan


Kami pun berjalan menuju ruangan aldo dan seperti biasa kerjaan dia hanya bermain game.


"Kebiasaan kan! Main game terus!"ucapku dengan nada kesal


"Loh? Kok disini? Mana gak ketuk pintu dulu lagi"ucap aldo


"Ada yang mau gue tanyain ke lo"ucapku


"Kenapa semua pegawai cewe cewe muda gitu?"tanyaku


"Biar bisa cuci mata lin"ucap aldo


"Ya kan farhan?"tanya aldo yang membuat farhan mengernyitkan dahi


"Gimana mas? Cuci mata?"tanyaku pada farhan


"Astagfirullah lin, enggak"ucap farhan


"Astagfirullah"ucap cindy dengan suara imutnya mengikuti farhan.


Emosi ku tiba tiba meredam ketika mendengar suara imut cindy. Aku tersenyum padanya sekilas lalu kembali menatap tajam farhan


"Bercanda lin"ucap aldo


"Lagian tenang aja, si farhan gak akan celamitan kan gue jagain"sambung aldo


"Pokoknya ganti!"ucapku


"Masa iya kita mecat mereka tanpa alasan"ucap aldo


"Gak peduli"ucapku


"Lin jangan gitulah, mas kan gak ngapa-ngapain"ucap farhan


"Pokoknya kamu cuma boleh kontrol kalau ada aldo dan gausah lama-lama. Sejam aja cukup terus balik lagi"ucapku


"Nih biar si manusia ini juga kerja!"sambungku menunjuk aldo


"Mas kan kontrol juga gak setiap hari, paling seminggu sekali atau dua minggu sekali"ucap farhan


"Mamah jangan marah marah sama papah"ucap cindy protes padaku


Huft....


Seharusnya aku memang tidak perlu berbicara seperti ini ketika ada cindy


"Mamah gak marah sama papah kok sayang, mamah marah sama kak aldo soalnya nakal"ucap farhan pada cindy


"Yaudah ayooo pulangg"ucap cindy merengek


"Iya iyaa"ucapku


"Yaudah do kita duluan"sambungku lalu berjalan bersama farhan keluar dari ruangan aldo


"Udah puas ngomelin orang baru deh pulang"dumel aldo

__ADS_1


bersambung


__ADS_2