
Rumah farhan dan alin
08:21 WIB
Aku berjalan menuju farhan yang tengah bercanda dengan cindy di ruang keluarga.
"Gak kerja?"tanyaku
"Enggak"jawabnya sembari terus bercanda dengan cindy
"Lin"ucapnya
"Kenapa?"tanyaku
"Mau ikut gak? Nemenin aku ke makam..."ucap farhan yang belum selesai bicara namun sudah kupotong pembicaraannya
"Anak kamu?"tanyaku
"Iya"jawabnya
"Ada citra?"tanyaku
"Enggak"jawabnya
"Yaudah, kapan?"tanyaku
"Nanti siang, Kita titip cindy dulu ke orang tua kamu"ucap farhan yang ku angguki
Sebenarnya aku malas untuk menemani farhan karena aku sangat tidak menyukai hal ini.
Ting...
Ponselku berbunyi dan aku langsung melihat siapa yang menelponku. Aldo rupanya.
"Iya do kenapa?"tanyaku
"Ada karyawan di perusahaan cabang di bandung keciduk pakai uang perusahaan untuk kepentingan pribadi"ucap aldo
"Ck! Kurang ajar, siapa sih namanya?"tanyaku
"Dani"ucap aldo yang membuatku mengernyitkan dahi
"Dani yang pakai kacamata kerja di bagian pemasaran?"tanyaku
"Iya itu"ucap aldo lalu terdiam sejenak
"Yaampun alin, itu suaminya citra bukan?"tanya aldo yang sedari tadi ingin ku beritau padanya
"Pecat! Gue kirim surat pemecatannya sekarang juga"ucapku lalu memutuskan panggilan.
Apapun yang berhubungan dengan citra selalu membuat masalah.
******
Pemakaman
13:11 WIB
Farhan baru saja membaca surat yasin dan tengah menaburkan bunga di atas makam anaknya. Ck! Aku benci berada disini.
"Udah belum?"tanyaku
"Iya udah"jawabnya dengan nada pelan lalu berdiri dan berjalan ke arahku
Kami kemudian berjalan beriringan menuju parkiran mobil
"Udah setahun tapi rasa bersalah ini masih aja ada"ucap farhan yang membuatku sedikit kesal
"Bersalah mengenai apa? Anak kamu yang mati atau kamu ngebohongi aku?"tanyaku yang membuat farhan terdiam
"Berhenti ngomongin hal ini, kamu punya cindy sekarang"sambungku
"Iya mas paham"ucapnya
"Kalau paham, stop ngomongin hal ini"ucapku memperingatkan
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya
09:22 WIB
Aku tengah merapikan dasi yang dikenakan oleh farhan. Hari ini ia akan bekerja karena ia bilang ada hal yang harus di selesaikan
"Aku pulang agak telat karena ada janji sama orang"ucap farhan
"Makan malam tetep disini kan, mas?"tanyaku
"Iya pasti"jawab farhan
Selesai merapikan dasi, farhan lalu berjalan menuju tempat tidur cindy dan mengecup keningnya sebelum berangkat kerja.
"Telepon mas ya kalau ada apa apa"ucapnya
"Iya mas"jawabku
__ADS_1
Aku mengantar farhan sampai ke parkiran mobil dan menunggu hingga mobilnya jalan.
Aku tersenyum licik melihat kepergiannya, aku tau dia akan kemana!
Terima kasih untuk teman mamahku juga aldo yang memberiku banyak informasi mengenai kemana perginya farhan hari ini.
Selepas perginya farhan, muncullah mobil lain dimana berisi mamah jessie juga mamah mayang disana.
Aku merindukan kedua mamah ku ini.
Mereka berjalan menuju ke arahku dan memelukku
"Mamah kangen sama kamu"ucap mamah mayang
"Alin juga kangen banget"ucapku
"Alin gak nyangka mamah akan kesini"sambungku
"Mamah juga bawa seseorang"ucap mamah mayang
"Siapa?"tanyaku
Hingga muncullah seorang gadis yaa mungkin sepantaran anak SMA yang membuatku mengernyitkan dahi
"Siapa?"tanyaku
"Adik kamu, maura"ucap mamah mayang yang membuatku membulatkan mata
"Mah please dia masih 15 tahun belum ngerti hal ini kenapa dibawa?"tanyaku pada mamah mayang dan mamah jessie
"Enak aja! Aku 17 tahun tau"ucap maura yang membuatku menatap tajam padanya
"Mah ini sih namanya keroyokan masa iya 4 lawan satu"ucapku
"Yaudah masuk dulu, aku mau siap-siap dulu"sambungku lalu masuk dan berjalan menuju lantai atas.
Untuk hari ini aku akan menitipkan cindy pada papah dan adik-adikku.
Aku menggendongnya dan menciumnya
"Mamah gak akan biarkan papah kamu dekat sama citra"ucapku berbisik pada cindy
"Papah kamu cuma milik kita bukan milik siapapun"sambungku
Aku lalu mengambil tasku sembari menggendong cindy menuju ke bawah.
Mamah jessie langsung mengambil alih cindy dan menggendongnya.
"Cindy adalah kamu 28 tahun yang lalu lin"ucap mamah mayang
"Tapi mamah kan memang gak cinta sama papah?"tanyaku
"Ya tetap aja, mamah gamau kamu besar tanpa seorang ayah"ucap mamah mayang yang membuatku menganggukan kepala
Sungguh keluarga yang rumit, bahkan hingga saat ini aku memiliki keluarga tetap saja rumit. Apa ini sebuah kutukan?
"Oke udah siap semuanya?"tanya maura yang membuatku memutar mata jengah
"Banyak ngomong lo! Ini tuh bukan film film yang lo ngomong gitu terus kita semua lari ke mobil dan ngebut terus ngehajar si citra"ucapku
"Lin, kamu kenapa sih galak banget sama adik kamu"ucap mamah mayang
"Tau mah, masa maura ngomong aja di marahin"ucap maura mengadu pada mamah mayang
"Ck! Terserah, udah ayo pergi sekarang"ucapku yang di angguki oleh mereka semua.
Sesampainya di mobil aku terkejut karena maura yang akan menyetir mobilnya.
"Mah yang ada kita sampe di rumah sakit kalau dia yang nyetir"ucapku
"Selalu aja meremehkan"ucap maura lalu menancapkan gasnya hingga kami semua terdorong ke belakang.
Aku menarik rambut maura sembari marah-marah. Lihatlah! Betapa kacaunya saat ini
*****
Rumah citra
11:45 WIB
"Ini tuh rumah atau apa sih? Kotor banget"ucap mamah jessie sembari melihat seluruh halaman depan yang banyak sampah daun daun
Tokk tokk
Aku mengetuk pintu rumah citra
Hingga akhirnya muncullah citra.
Maura masuk terlebih dahulu dengan mendorong citra, lihatlah perempuan 17 tahun ini sangat sangat agresif.
Aku menutup pintu rumah citra setelah itu berjalan ke arahnya.
Ia menunjukan wajah panik dan ketakutan, jelas saja. Di datangi oleh 4 wanita seperti ini jelas siapapun ketakutak
"Ada apa ya bu alin?"tanya citra pelan
__ADS_1
Plak!
Bunyi tamparan dimana maura tengah menampar citra
"Lo gila ya! belum apa apa udah di tampar"marahku pada maura
"Emosi nih"ucap maura
"Bu mayang mending urus itu maura deh, sebelum si citra babak belur"ucap mamah jessie pada mamah mayang
Aku mendengar citra terisak sembari mengelus pipinya.
"Kenapa kamu ngajak ketemuan suami saya?"tanyaku
Citra terdiam, seperti biasa dia selalu terdiam.
"Kamu jawab sekarang sebelum saya suruh maura ini nampar kamu lagi"ucap mamah mayang
"Saya minta maaf bu, sebenarnya saya lebih ingin bertemu ibu untuk membicarakan mengenai suami saya"ucap citra
"Apa?"tanyaku
"Kenapa ibu langsung memecat suami saya?"tanya citra
"Suami kamu korupsi ya jelas saya pecat lah"ucapku
"Tapi ibu kan hanya mendengar dari satu pihak, suami saya gak berkorupsi bu"ucap citra
"Terus apa?"tanyaku
"Ibu lebih baik membaca laporan keuangan terlebih dahulu, bisa saja pak aldo yang sengaja memecat suami saya karena memang sebelumnya pak aldo dan suami saya pernah bertengkar"ucap citra
"Saya lebih percaya aldo"jawabku
"Apa ibu memecat semua saya karena ibu tidak suka dengan saya?"tanyanya
"Saya memang gasuka sama kamu. Tapi saya gak se arogan itu main pecat orang tanpa alasan jelas"ucapku
"Lagipula kamu gausah sok membela suami kamu itu, kamu sama dia menikah karena terpaksa saya tau itu. Di antara kalian gak ada yang saling cinta"sambungku
Citra terdiam sejenak
"Diam diam kamu masih saja mengirim pesan pada suami saya. Harus berapa kali saya peringkatkan?"tanyaku
"Apa yang saya ceritakan pada mas farhan hanya mengenai anak kami"ucap citra
"Anak kamu yang udah mati itu? Dia udah mati. Itu gak bisa jadi alasan supaya kamu balik sama farhan. Farhan sudah punya anak dan keluarga, jangan sekali-kali kamu mencoba menghancurkan keluarga orang lain"ucapku memperingatkan
"Bagaimana dengan ibu? Yang tega menghancurkan saya dan mas farhan?"ucap citra dengan nada kurang ajarnya
Plak!
Kali ini mamah mayang yang menampar citra
"Kurang ajar! Asal kamu tau, sebelum kamu ada. Farhan dan alin memang sudah menjalin hubungan"ucap mamah mayang
"Ini bukan salah saya, pak dadan yang harusnya disalahkan karena tidak merestui hubungan mereka. Saya hadir karena memang saya harus mendampingi mas farhan"ucap citra
Maura yang mendengar ini seperti kehilangan kendali, manusia barbar ini mulai berulah.
Ia menarik kerah citra dan ketika akan mengahajarnya aku meminta maura berhenti
"Kamu bisa hidup sampai sekarang karena saya. Apa susahnya kamu pergi meninggalkan farhan?"tanyaku
Citra terdiam
"Dengan perilaku kamu yang seperti ini, kamu akan menghancurkan hidup cindy. Tega kamu ngelakuin hal kaya gini?"tanyaku
"Bagaimana nasih anak saya? Dia bahkan sampai meninggal"ucap citra
"Kamu yang terlalu bodoh karena gak memberi tau soal itu ke farhan, walaupun farhan tetap bersama saya paling enggak dia akan membiayai kehidupan anak kamu"ucapku dengan munafik.
Tentu saja tidak akan seperti itu, aku akan memastikan kalian menderita.
"Telpon farhan, minta dia ketemuan di rumah ini"ucapku memaksa
Citra lalu menelpon farhan dan memintanya untuk datang ke rumah ini.
*****
Tokk tokk
Pintu terketuk.
Aku meminta maura untuk membuka pintunya dan membawa farhan masuk.
Ketika masuk dan melihat kami semua, farhan terdiam di tempat dengan wajah paniknya.
"Alin?"ucapnya
"Kamu mau aku ngomong apa sekarang?"tanyaku
"Lin, tunggu aku bisa jelasin ini semua"ucap farhan
Aku melihat maura sudah mengepalkan tangan seperti akan menghajar farhan.
__ADS_1
bersambung