DEKADE RENGKUHAN ALIN

DEKADE RENGKUHAN ALIN
14


__ADS_3

Keesokan harinya


Rumah sakit


11:21 WIB


Kepalaku benar benar terasa pusing, cindy sedang sakit. Aku takut terjadi apa-apa dengannya.


Aku memijat keningku dengan tangan kiriku dan cindy yang tengah gue gendong dengan tangan kananku.


"Alin?"ucap seseorang yang membuatku menoleh.


"Rangga?"ucapku terkejut melihat kedatangannya. Ia lalu duduk di sebelahku


"Kenapa?"tanyanya


"Anak aku sakit"jawabku


"Farhan mana?"tanyanya


Aku hanya terdiam tidak menganggapi


"Maaf"ucapnya yang membuatku tersenyum kecil.


"Aku yang minta maaf karena main belakang dari kamu"ucapku


"Yang dulu udahlah dilupain aja"ucapnya


"Udah di periksa?"tanya rangga sembari menatap cindy


"Udah ini lagi nunggu obatnya"jawabku


"Kamu kok pucat sih lin? Ada masalah atau sakit?"tanya rangga


"Gpp kok"jawabku pelan


"Cerita aja, siapa tau aku bisa bantu"ucap rangga


Aku menghela nafas, bingung. Apa pantas aku bercerita mengenai masalah rumah tanggaku pada rangga?


"Rumit ceritanya"ucapku


"Kalau butuh bantuan aku, telpon aku aja"ucap rangga. Aku tersenyum menanggapinya


"Ini siapa namanya?"tanya rangga mengelus pipi anakku


"Cindy"jawabku


"Cantik ya kaya mamahnya"ucap rangga yang membuatku tertawa


"Bisa aja"ucapku


"Ini kamu sendirian?"tanya rangga


"Iya"jawabku


"Mau makan gak? Aku bayarin deh"ucapnya


"Jangan aku gamau ngerepotin"ucapku


"Yaampun lin kamu kaya sama siapa aja. Udahlah gpp, ayo naik mobilku aja"ucap rangga yang membuatku tersenyum kecil.


Aku menganggukan kepalaku kemudian berjalan bersama rangga menuju farmasi dan mengambil obat.


*****


Restaurant


12:01 WIB


Apa maksudnya sekarang? Ia ingin membawaku pada masa lalu saat kami berpacaran?


Ini adalah restaurant tempat ia menyatakan cintanya dulu padaku.


"Kenapa kesini?"tanyaku


"Pasta disini kan enak"jawabnya


"Oh"ucapku datar


"Sekalian nostalgia"ucapnya sembari tertawa


"Jangan lama lama ya biar cindy bisa istirahat"ucapku karena merasa tidak nyaman


"Kalau lagi flu gitu emang badannya panas, nanti malem kalau badannya masih panas telpon aku"ucap rangga


"Iya"jawabku sembari memandangi cindy yang tengah tertidur di stroller bayinya.

__ADS_1


Tak lama makananpun datang dan kami mulai memakannya


"Kamu kurusan loh lin"ucap rangga


"Mikirin apa sih?"tanyanya


Aku tertawa kecil menanggapinya


"Aku emang tidurnya sebentar semenjak ada cindy"ucapku


"Kamunya juga harus sehat biar cindy sehat"ucap rangga


"Farhan harusnya juga turut andil ngejaga cindy kalau malam, dia kan papahnya"ucap rangga


Aku terdiam sejenak


"Farhan masih dekat sama citra"ucapku yang membuat rangga tersedak dan batuk


"Dia emang gak bener dari awal"ucap rangga


"Sebutin aja lin apa yang bisa aku bantu?"ucap rangga menawari


"Jangan gitu rangga, aku ga enak juga kali minta bantuan sama kamu"ucapku


"Kenapa? Lin, bukan berarti kita mantan pacar kamu jadi segan untuk minta bantuan. Kamu dan aldo juga pernah pacaran dan justru jadi akrab setelah putus. Begitupun juga kita, anggap aja aku sahabat kamu"ucap rangga yang membuatku tersenyum


"Makasih banyak ya rangga"ucapku


"Santai ajaa"ucap rangga


"Ngomong-ngomong pendidikan doktor kamu gimana?"tanyaku


"Jadinya di indonesia aja, lagipula aku malas ke luar negeri. Gasuka"ucap rangga


"Semangat ya"ucapku yang di angguki rangga


*****


Malam harinya...


Rumah alin


08:01 WIB


Rumah dibuat ramai dengan kedatangan farhan, papah dan mamah sudah berkali kali mengusir farhan namun ia tetap memaksa untuk bertemu denganku.


Aku turun ke bawah menuju si biang keributan yakni farhan


"Kamu bisa diem gak?! Pergi dari sini!"ucapku mengusir farhan dari rumahku


"Alin mas mohon kamu jangan seperti ini, setahun ini semua berjalan baik baik aja"ucap farhan


"Semua berjalan baik baik aja sebelum kamu ketauan masih sering chatting sama citra"ucapku


"Kamu pegang hp aku sekarang, aku gak akan berhubungan sama citra. Selama ini aku cuma bantu dia ngasih saran mengenai keluarganya udah itu aja"ucap farhan


"Kamu sok ngasih nasehat mengenai keluarga tapi keluarga kamu sendiri hancur farhan!"ucapku dengan nada kesal


"Kamu diam! Asal kamu tau, cindy lagi sakit. Stop nambah beban aku"ucapku


"Cindy sakit? Aku harus ketemu cindy"ucap farhan


"Gausah! Aku gamau! Aku gamau cindy ketemu orang kaya kamu"ucapku sembari mendorong farhan dengan keras ke luar rumah lalu mengunci pintu.


"ALIN! Mas mohon, mas mau ketemu cindy!!"teriak farhan dari luar rumah


Hingga tak lama datanglah rangga dimana ia sudah bertemu farhan di luar, ya aku yakin. Aku mendengar sedikit keributan lalu membuka pintu rumah


"Rangga ayo cepet masuk, cindy ada di atas"ucapku menarik rangga


"Kenapa dia boleh masuk sedangkan aku yang jelas-jelas papahnya cindy gabisa?"tanya farhan dengan nada tinggi, aku menatapnya sinis lalu menutup pintu kembali dengan keras dan langsung menguncinya.


Aku berjalan beriringan dengan rangga menuju kamarku agar rangga bisa memeriksa cindy.


"Udah dikasih obatnya?"tanya rangga


"Udah"jawabku


"Kasih ASI kamu, haus dia kayanya nih"ucap rangga yang ku angguki.


"Aku turun dulu"ucap rangga kemudian meninggalkan ku dan cindy


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya


07:21 WIB

__ADS_1


Pagi hari sekali, rangga sudah tiba di rumahku. Aku berterima kasih sekali dengannya karena kondisi cindy sudah membaik. Ia benar benar membantuku mengurus cindy.


Aku membawa cindy untuk berjemur di taman perumahan sekaligus bersama rangga.


Aku tidak pernah membawa cindy ke luar rumah untuk bermain jadi kali ini akan kubuat dia bermain di taman perumahan.


Rangga tengah menggendong cindy dan bermain dengan cindy hingga cindy tertawa.


Senangnya melihat cindy kembali sehat dan tertawa.


"Ketawa mulu, seneng banget ya?"tanyaku pada cindy yang dibalas senyuman


"Udah sehat makanya seneng"jawab rangga


Aku mengambil sandwich di dalam totebag ku kemudian kuberikan pada rangga.


"Sarapan"ucapku


"Makasih"jawabnya dengan tersenyum lalu mengambil sandwich tersebut.


"Cindy mau?? Sayangnya belum boleh sih, gede dulu baru boleh makan ginian"ucap rangga pada cindy


Aku mengambil cindy dari rangga dan menggendongnya, hingga tiba-tiba muncullah farhan dan langsung menghajar rangga.


Aku benar benar terkejut hingga cindy yang melihat kejadian itu langsung menangis kencang.


"Yaampun! Farhan! Kamu apa apansih?"tanyaku dengan nada kesal sembari membantu rangga berdiri.


Mendengar suara tangisan cindy yang semakin kencang aku kemudian berfokus kembali pada cindy dengan mencoba menenangkannya.


"Kamu yang apa apaan! Ngapain kamu berduaan sama dia disini? Lupa kamu kalau punya suami?"ucap farhan dengan nada tingginya


"Sampai sekarang gue masih bingung kenapa alin mau sama cowo se arogan lo gini"ucap rangga yang kemudian dihadiahi pukulan oleh farhan


"Stop!"teriakku


"Sini biar cindy sama aku"ucap farhan mencoba merebut cindy namun ku halangi


"Jangan dekat-dekat!"ucapku memperingatkan farhan


"Cindy itu anak aku"ucap farhan


"Dia anak aku juga"ucapku


Farhan mengambil ponsel di saku celananya


"Ini kan yang jadi permasalahan semuanya"ucap farhan lalu membanting ponselnya


"Aku udah bilang, aku gak akan kontak lagi sama citra tapi kamu gamau dengerin aku. Kamu masih ragu sama hubungan kita ini?!"sambungnya dengan nada tinggi


Aku terkejut mendengar suaranya dengan nada tinggi seperti itu, bahkan mataku sudah berkaca-kaca.


Rangga mendekat ke arahku mencoba menenangkanku


"Mulai lagi! Lo mulai nyari kesempatan lagi!"ucap farhan pada rangga


"Lo bisa lebih santai gak sih ngomongnya? Lo gak liat istri sama anak lo sampai nangis gini?"ucap rangga dengan nada kesal


"Aku gamau ketemu kamu sampai semuanya clear farhan. Kapan kamu mau berhenti berhubungan sama citra?"tanyaku


Farhan menarik nafasnya dengan dalam mencoba meredam emosinya


"Semenjak aku bilang aku serius sama kamu, aku beneran gak ada apa apa sama citra. Jikapun chatting itu cuma masalah biasa, aku cuma ngasih saran. Dan kemarin saat mau ketemu itupun untuk membicarakan soal suaminya yang kamu pecat. Dia takut untuk langsung nanya sama kamu makanya dia minta bantuan aku"ucap farhan


"Kamu tau apa yang di omongin sebelum kamu datang? Dia masih belum terima mengenai kematian anaknnya dan dia masih suka sama kamu mas"ucapku


"Terus apa? Mas kan gasuka sama dia. Gak akan terjadi apa apa alin"ucap farhan


"Kamu tetep salah karena gak ngasih tau apapun ke aku"ucapku


"Mas bisa dimulai dari saat ini untuk gak perlu ada kontak apapun sama dia, mas gak akan ngelakuin hal serupa kaya gini lagi. Tapi mas mohon jangan kamu kaya gini"ucap farhan


"Gak seharusnya kamu jalan sama cowo lain bahkan kemarin kamu makan bareng dan kamu juga gak cerita ke aku apapun soal cindy sakit"sambungnya


Aku terdiam tidak menanggapi ucapannya.


Ia berjalan ke arahku lalu mengambil cindy dari gendonganku untuk ia gendong.


Ia mengelus punggung cindy dan mengecup keningnya berkali kali untuk menenangkan cindy agar tidak menangis.


Rangga mulai bergerak jauh dariku, karena farhan mulai mendekatiku dan memelukku dengan salah satu tangannya.


"Mas minta maaf"ucap farhan sembari mengelus pucuk kepalaku


"Maaf karena tadi ngebentak kamu"sambungnya yang ku angguki


"Mas gakbisa ngeliat kamu sama cowo lain"ucapnya lalu mengecup keningku

__ADS_1


bersambung


__ADS_2