
*Sudut pandang orang ke-3*
10 tahun kemudian...
Seperti hari biasanya kegiatan yang dilakukan oleh alin di pagi hari yakni menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya lalu setelah itu merawat anak bungsunya yakni bagas yang berusia 7 tahun dan baru masuk sekolah dasar.
Cindy dan gilang sudah berusia 12 tahun dan baru saja memasuki sekolah menengah pertama. Mereka di sekolahkan di tempat yang sama walaupun awalnya alin menentang itu karena biaya sekolah di sekolah tersebut bisa dibilang mahal, namun farhan tetap saja bersikeras untuk mensekolahkan cindy dan gilang di tempat yang sama.
Alin masih dengan sikapnya yang dulu yakni tidak akan menyayangi gilang selayaknya anaknya.
"Mah, nanti pulang sekolah cindy sama gilang mau latihan taekwondo dulu"ucap cindy
"Bawa bajunya?"tanya alin
"Ada di loker sekolah mah"jawab cindy
"Hati hati ya, gilang jagain cindy ya nanti"ucap alin pada gilang
"Iya tante"jawab gilang
"Kamu nanti makan siang disini mas?"tanya alin
"Iya aku makan siang disini tapi nanti jemput bagas dulu, mau di jemput papah kan?"ucap farhan pada bagas
"Iya pah"jawab bagas
"Cek lagi ada yang ketinggalan gak bukunya?"ucap alin pada cindy dan gilang
Mereka pun mengecek kembali buku mereka
"Gak ada mah"jawab cindy
"Iya udah lengkap tante"jawab gilang
"Yaudah sana kedepan udah ditunggui pak hadi, belajar yang bener ya"ucap alin pada cindy dan gilang.
Cindy dan gilang pun salim kepada alin dan berjalan keluar rumah menuju pak hadi.
******
Sekolah
14:45 WIB
Kegiatan belajar telah usai dan sebelum istirahat tadi guru memberikan hasil penilaian ulangan harian. Saat jam istirahat gilang sempat mengawasi cindy yang tingkah seperti sedang marah entah apa alasannya, ketika pelajaran terakhir cindy tidak masuk kelas ia bolos dan gilang tidak tau kemana perginya cindy. Ia hanya takut tante alin nya akan tau jika cindy tidak masuk kelas dan berujung pada kemarahan nantinya.
Gilang bingung dengan sikap cindy yang seperti itu padahal ia aja janji latihan taekwondo dengan pelatih di gedung olahraga.
Gilang lalu dengan cepat membereskan bukunya juga buku cindy lalu membawakan tas milik cindy dan berlari mencoba mencari keberadaan cindy. Namun sayangnya ia tidak dapat menemukan keberadaan cindy hingga akhirnya ia memutuskan untuk menuju gedung olahraga.
Sesampainya di gedung olahraga, ia terkejut melihat cindy yang tengah menangis sendirian di tribun penonton. Gilang berjalan menuju kursi penonton masih dengan membawa tas cindy lalu duduk di sebelah cindy
__ADS_1
"Kenapa?"tanya gilang lembut sembari melihat cindy
Cindy menoleh pada gilang sekilas dan kemudian mengusap air matanya.
Cindy lalu memberikan hasil kertas ulangan hariannya pada gilang, disitu tertulis angka 50 pada ulangan harian biologi nya.
"Aku gak akan bisa jadi dokter kalau kaya gini"ucap cindy
Gilang mulai paham kenapa cindy se sedih ini, tante alin selalu meminta agar cindy bisa jadi dokter dan berharap nilainya selalu bagus.
"Ini masih ulangan harian pertama, gak akan dimasukin ke nilai individu"ucap gilang
"Baru awal aja udah kaya gini, gimana berikutnya? Pasti makin hancur. Padahal aku udah menghafal semuanya tapi pas ulangan aku lupa"ucap cindy
"Masih ada ulangan berikutnya, tenang aja pasti ulangan berikutnya nilai kamu bagus"ucap gilang mencoba menenangkan cindy
Jika harus jujur, gilang memang lebih cerdas daripada cindy. Cindy terlalu banyak bermain dan fokus pada ekstrakulikulernya yakni taekwondo.
"Kalau mamah sampai tau dia pasti marah"ucap cindy
"Kalau gitu jangan sampai tau. Kita bilang aja hasil ulangan harian gak dibagikan"ucap gilang
Cindy menoleh pada gilang.
Gilang lalu membuka tasnya dan mengambil kertas ulangan hariannya dimana terdapat nilai 100, ia robek kertas ulangannya dan dibuang ke tempat sampah.
Ia lalu berjalan kembali menuju cindy
"Iya"ucap gilang
"Lain kali jangan bolos lagi, aku gak akan bisa ngasih alasan yang sama ke guru lagi dengan bilang kamu sakit dan ada di klinik kesehatan sekolah"sambung gilang
"Iya maaf"ucap cindy
Pritt....
Bunyi peluit mengejutkan cindy dan gilang, bunyi tersebut berasal dari pelatih yang sudah berada di tengah lapangan.
"Yaudah ayo latihan"ucap gilang kemudian mengeluarkan dobok miliknya dan milik cindy.
Ia lalu menggenggam tangan cindy dan mengejaknya menuju ruang ganti
"Gilang"panggil cindy pada gilang
"Hm apa?"tanya gilang
"Ajari aku biologi ya nanti malam?"tanya cindy pada gilang
"Iyaa"jawab gilang
Cindy pun tersenyum dan lalu berjalan bersampingan dengan gilang menuju ruang ganti.
__ADS_1
*******
Kamar cindy
20:22 WIB
Cindy tengah berbaring sembari membaca materi biologi sedangkan gilang tengah duduk di kursi belajar milik cindy
"Gilang, aku ga ngerti bab yang ini, otak aku gakuat ngehafal nama latin ini"ucap cindy merengek
"Nih hafalin ini aja"ucap gilang memberikan catatan nya dimana ia membuat jembatan keledai agar mudah dihafal.
"Makasih"ucap cindy lalu mengambil catatan tersebut dan mulai menghafalnya. Namun baru saja sedikit menghafal cindy sudah mulai mengantuk
"PR bahasa inggrisnya udah di kerjain belum?"tanya gilang
"Belum"jawab cindy lalu mulai memejamkan matanya.
Gilang menggelengkan kepalanya melihat cindy yang sudah tertidur padahal belum mengerjakan tugasnya.
Gilang lalu merapikan buku yang ada di dekat cindy dan meletakannya di meja belajar cindy.
Ia juga mengambil buku tulis bahasa inggris cindy untuk di kerjakan karena ia yakin cindy tidak akan mengerjakannya karena lupa saat bangun besok pagi.
Bukan hanya itu ia juga merapikan buku yang akan dibawa besok lalu dimasukin ke tas cindy.
Setelah itu gilang keluar dari kamar cindy untuk menuju kamarnya.
Saat keluar ia melihat tante alinnya
"Kamu habis ngapain?"tanya alin pada gilang
"Tadi kami habis belajar bareng tante"jawab gilang
"Gimana nilai ulangan harian kalian? Nilai cindy berapa?"tanya alin pada gilang
"Nilainya gak dibagikan tante"jawab gilang
"Yang bener? Masa sih? Biasanya mata ajar apapun selalu dibagikan. Bukan karena nilai kalian jelek kan? Nilai cindy gimana?"ucap alin
"Tapi memang gak dibagikan tante. nilai cindy bagus, nilai waktu di sebutkan oleh bu guru nilai cindy diatas rata-rata kelas"ucap gilang
"Cuma di atas rata-rata kelas?? Padahal tante mau nilai dia 100"ucap alin
"Yaudah deh kamu tidur sana jangan sampai besok bangun telat"sambung alin
"Iya tante, selamat malam"ucap gilang
"Malam"ucap alin
bersambung
__ADS_1