
9:35 WIB
Rumah Alin
Aku berjalan memasuki rumah dan melewati ruang keluarga.
"Sini dulu"ucap mamah yang tengah duduk sendiri.
Aku hanya cengar cengir dan berjalan menuju arah mamah.
"Kenapa mah?"tanyaku
"Duduk"ucap mamah, aku lalu duduk pada sofa yang berada di depan mamah.
"Kamu semalaman tuh kemana?"tanya mamah
"Di rumah temen"jawabku
"Papah kamu marah loh, kamu pergi gak bilang mau kemana"ucap mamah.
Waduh gawat! Tidak mungkin aku bilang aku menginap di rumah farhan.
"Hp aku lowbat mah seriusann"ucap ku
"Alasan! Kan bisa nge charge di rumah temen kamu"ucap mamah kemudian memandangiku sejenak
"Kecuali... kamu terlalu nyaman disana sampai lupa sama yang lain"sambung mamah yang membuatku mengernyitkan dahi.
"Apadeh mah, enggak kok gak ada apa apa"ucap ku
"Siapa juga yang bilang ada apa apa? Emangnya ada sesuatu semalem?"tanya mamah
"Mahh pleaseee"ucapku merengek
"Kalau kamu gitu terus, kamu bisa hamil di luar nikah"ucap mamah yang membuatku membulatkan mata
"Cuma makeout mah gak ngapa ngapain"ucapku yang membuat mamah membulatkan mata.
Ia langsung berjalan menghampiriku dan memukul lenganku dengan keras
"KAMU MAKE OUT!!!!???"tanya mamah dengan nada kesal
"Mamah cuma iseng ngomong gitu dan ternyata beneran??"sambung mamah
"Sakitt mah"ucapku sembari mengusap lenganku.
Ah! Mamah tidak mengerti kondisiku malam itu!
"Si farhan tuh serius gak sih sama kamu? Kapan dia mau ngelamar kamu?"tanya mamah
"Secepatnya mah"jawabku
"Secepetanya kapan? Nunggu kamu hamil baru dia ngelamar kamu?"tanya mamah
"Dalam waktu dekat kok"jawabku
Mamah memutar mata jengah karena mendengar jawabanku ini. Mamah saja kesal mendengarnya apalagi aku yang tengah merasakan.
*****
Ruang makan
12:52 WIB
ART di rumah ini mulai mengambil piring-piring yang tadi kami gunakan untuk makan. Aku memberikan piringku agar dibawa ke dapur.
Aku menoleh pada papah dimana ia tengah menatapku tajam. Mamah menatap ku juga papah secara bergantian.
Apa mamah cerita soal makeout?
"Papah kenapa liat alin kaya gitu?"tanyaku
"Kamu kemana semalem lin?"tanya papah
"Di rumah temen. Maaf pah, hp alin lowbat"ucapku
"Papah gasuka kamu gak pulang ke rumah tanpa bilang dulu ke papah atau mamah"ucap papah
"Iya maaf pah, alin janji gak gitu lagi"ucap alin
"Malam ini gak akan kemana mana kan?"tanya papah
"Enggak pah"jawabku
"Jagain adik-adik kamu, papah sama mamah mau pergi nanti sore"ucap papah
"Kemana??? Gak pulang?"tanyaku
"Iya kayanya"jawab papah
"Yaudah oke"ucapku
******
Kamar alin
19:22 WIB
Aku tengah bersandar di bahu farhan dimana ia tengah memelukku dari belakang.
"Jadi kapan farhan?"tanyaku
"Aku udah bicara sama orang tua aku, lusa aku akan kesini"ucap farhan
Aku menoleh ke arahnya dan menyunggingkan senyum.
__ADS_1
"Seriusan yaa???"tanyaku memastikan
"Iyaa sayang"jawabnya
"Lin, ini orang tua kamu beneran gak akan pulang kan?"tanyanya
"Iyaaa tenang aja"jawabku
"Tidur disini aja"sambungku
"Tidur aja?"tanya farhan dengan senyuman anehnya, aku mengernyitkan dahi menatapnya.
"Emangnya mau apa?"tanyaku
Ia tak menjawab pertanyaanku melainkan mengecup bibirku dan tangannya yang mulai meremas hal-hal yang bisa diremas.
Aku mendesah sedikit.
Ia membuat tubuhku menghadap ke arahnya dan langsung menindihku.
"Kamu mau apa huh?"tanyaku
"Mau kamu"jawabnya
"Enak aja! Kita kan belum nikah"ucapku
"Lusa kan aku ngelamar kamu"ucap farhan
"Tetep aja! Harus ada ikatan dulu"ucapku
"Tapi aku mau sekarang"ucap farhan
Aku tertawa mendengar perkataannya. Ada ada saja!
"Aku gamau lepas perawan sebelum kita nikah"ucapku
"Makeout aja"ucapnya dimana aku melihat rahangnya mengeras.
Aku menganggukan kepalaku yang disambut senyuman olehnya.
Saat farhan mulai mendekatkan wajahnya padaku, pintu kamarku terketuk.
Tatapan kami tertuju menuju pintu.
Farhan terdengar mendesah kesal yang membuatku tertawa
Aku kemudian bangkit dari posisiku dan berjalan menuju pintu.
Saat kubuka, aku melihat hasby tengah berasa disana.
"Kok ada kak farhan?"tanya hasby sembari membulatkan matanya
Bibirku seakan akan terkunci, sialan! Apa yang harus ku jawab?
"Kak?!!! Kalau papah sama mamah tau, mereka pasti marah"ucap hasby
"Hai hasby"ucap farhan
Hasby tak menjawab hanya menatap farhan dengan tatapan tidak suka.
"Kakak denger kamu mau beli gitar baru?"tanya farhan yang membuatku menoleh sekilas padanya. Rupanya ia akan menyogok adikku.
"Iya"jawab hasby
"Kakak beliin ya"ucap farhan
"Mahal harganya"ucap hasby
"Iyaaa, berapapun harganya"ucap farhan
"8 juta"ucap hasby
"Besok kakak kirim gitarnya"ucap farhan
"Seriusaan kak?"tanya hasby dengan antusias dan senang
"Iya. Asalkan hasby diem diem aja ya jangan bilang ke papah sama mamah kalau kakak farhan nginep disini"ucap farhan
"Tapii papah nanti marah"ucap hasby
"Gak akan kok, kan ada kak alin"ucapku
"Diem diem aja yaa"sambungku
"Ck! Iyadeh kak"jawabnya dengan terpaksa
"Yaudah. Sana hasby tidur yaaa"ucap farhan
"Iyaa kakk. Yaudah deh"ucap hasby lalu pergi meninggalkan kami
Farhan dengan cepat menutup pintu dan langsung menarikku ke kasur
******
Keesokan harinya
06:21 WIB
Aku memfokuskan mataku dengan jantung berdegup kencang. Mencoba mengingat hal semalam sembari melihat noda darah di spreiku.
Aku memukul jidatku keras!
Matilah aku!
Tak lama, farhan mulai menggeliat meregangkan badannya dan membuka matanya.
__ADS_1
Ia tersenyum ke arahku
"Pagi sayang"ucapnya
"Bangun cepet!!!"ucapku sembari memukul dadanya yang tanpa baju
"Aduhh sakittt lin"ucap nya kemudian bangun dari posisinya menjadi duduk.
"Kamu liat nih!"ucapku menunjukan noda darah pada spreiku
"Wahhh alin udah jadi wanita seutuhnyaa"ucap farhan dengan lagak sok bahagianya.
Aku menjambak rambutnya kasar
"Mati aku han kalau papah mamah tau!"ucapku
"Besok kan aku mau ngelamar kamu. Udahlah santai aja"ucap farhan
"Mending sekarang kita mandi terus cuci sprei ini"sambung farhan
Aku memutar mataku
"Apa kamu bilang ? 'Kita mandi' ?? Itu maksudnya apa?"tanyaku
"Mandi bareng"jawabnya dengan santai
"Enak aja! Gak!"ucapku
"Kenapa? Aku kan udah ngerasain semuanya udah ngeliat juga"ucap farhan
"Kamu kenapa jadi se gila ini sih han???"tanyaku
"Aku gila karena gajadi nikah sama kamu dulu, dan sekarang aku tergila gila sama kamu"ucap farhan
Aku tersenyum sedikit menanggapinya.
"1 kali lagi, habis itu kita cuci spreinya"ucap farhan
"Ck! Masih sakit tau"ucapku
"Lama lama gak akan sakit kok pasti"ucap farhan.
"Udah ayo, keburu orang tua kamu dateng"sambungnya yang ku angguki, lalu kamipun menuju kamar mandi untuk melakukan kegiatan yang sudah di sebutkan tadi.
1 Jam kemudian kami pun keluar dari kamar mandi dengan posisi berjalanku yang sedikit berbeda dari biasanya. Jelas! aku saja masih merasakan sedikit rasa sakit.
"masih sakit ya?"tanya farhan, aku tidak menjawabnya melainkan menatapnya sinis.
Ia kemudian berjalan ke arahku dan memelukku, ia juga mengecup keningku.
"Maaf ya"ucapnya
"Telat!"ucapku
"Udah ayo ke bawah sarapan"sambungku sembari berjalan terlebih dahulu
"Aku gendong ya kebawahnya?"ucapnya
"Adik adik aku makin curiga nanti"jawabku
Aku pun membuka pintu kamar dan keluar menuju ruang makan di lantai bawah, farhan berjalan di sampingku.
Saat di ruang makan aku sudah melihat hasby dan si kembar tengah sarapan.
"Wahh udah sarapan semua, adik-adiknya kakak rajin banget mana udah mandi juga"ucapku memuji mereka.
Aku melihat dean tersenyum malu, ya dia memang selalu malu-malu ketika aku memujinya.
Aku melihat hasby yang menatapku dan farhan dengan lekat.
"Kenapa hasby?"tanyaku
"Tadi malem hasby denger suara kakak teriak kenapa?"tanya hasby.
Aku menelan ludah kasar, yaampun! Berkali kali sudah aku di buat skak-mat oleh hasby.
Farhan pun terlihat bingung akan menjawab apa.
Apa iya semalam aku berisik? Aku merasa tidak teriak.
"Mmm ada kecoa tadi malem"ucapku
"Ohhh"jawab hasby
Aku bernafas lega setelah mendengar jawabannya, syukur ia tidak bertanya macam-macam.
Aku kemudian duduk bersebelahan dengan farhan dan mulai menuangkan nasi.
Hingga tak lama terdengar suara-suara dari arah ruang keluarga dan muncullah papah juga mamah.
"Papah mamah!!!!"teriak dean menyambut papah dan mamah
"Hai sayang"ucap mamah berjalan menuju dean dan menciumnya.
Mamah dan papah tiba-tiba mengenyitkan dahi setelah melihat keberadaan farhan.
"Loh farhan? tumben kesini pagi-pagi?"tanya mamah
"Mmm ini tante, alin minta saya sarapan disini"ucap farhan
"Ohhh gitu. Yaudah ayo sarapan dulu, mamah sama papah juga belum sarapan"ucap mamah
Akhirnya kami pun memulai sarapan dengan senyum senang diwajahku karena kejadian semalam ternyata aman tidak diketahui siapapun bahkan hasby juga menutup mulutnya.
Lagipula, besok farhan akan melamarku dan semuanya akan berjalan aman. Aku yakin itu
__ADS_1
bersambung