DEKADE RENGKUHAN ALIN

DEKADE RENGKUHAN ALIN
2


__ADS_3

"Alin?"ucapnya menghampiriku dengan wajah sumringahnya


Tanpa banyak basa-basi ia langsung memelukku dan membuatku terkejut


"Aku rindu kamu lin"ucap farhan


Ia menghirup erat aroma tubuhku hingga kurasakan tubuhnya bergetar seperti menahan tangisan.


Aku mendorong keras badan farhan hingga pelukannya terlepas


"Lin?"tanyanya kebingungan dengan sikapku ini


"Mau apa kamu kesini ?"tanyaku


"Aku mau ketemu sama kamu"jawab farhan


"Buat apa? Buat ngasih tau! Kalau ternyata kamu udah nikah! Setelah menghilang 2 bulan tanpa kabar, gitu kan!" ucapku dengan nada menyindir


"Maafin aku lin"ucapnya mencoba meraih tanganku tapi kutepis


"Kamu keterlalu han! Kamu memang gak serius dengan hubungan kita"ucapku


"Maafin aku lin, ini semua bukan kemauan aku"ucap farhan


"Alasan!"ucapku


"Mas farhan?"ucap seseorang yang ku kenali suaranya, kami menoleh ke sumber suara tersebut dan mendapati citra yang sudah berurai air mata


Ia berjalan mendekati kami


"Ada hubungan apa kamu sama bu alin, mas?"tanya alin


"Kamu, gausah banyak nanya!"ucap farhan dengan nada tinggi membentak citra.


Aku mengernyitkan dahi melihat sikap farhan yang kasar.


Ada apa sebenarnya ini?


"Ada hubungan apa ibu sama suami saya?"tanya citra padaku


"Lebih baik kamu bawa dia keluar dari kantor ini!"ucapku


"Alin, dengarkan penjelasan aku dulu"ucap farhan menahan pergelangan tanganku


"Pergi!"perintahku


"Aku gak akan pergi sebelum kamu dengar penjelasan dariku"ucap farhan


"Apalagi ?"tanyaku


"Aku cuma cinta sama kamu lin, aku gak ada perasaan apapun ke dia!"ucap farhan menunjuk citra


Aku melihat citra terisak, membuatku menjadi tidak tega.


"aku cuma cinta sama kamu. Aku mohon maafin aku, beri aku kesempatan"ucap farhan yang kuhadiahi tamparan


"Kamu coba ngaca ke cermin, kamu tuh bukan siapa siapa tapi hebat bisa buat perempuan-perempun sakit hati. Tega kamu ya ngomong hal kaya gini di depan istri kamu sendiri"ucapku menohok pada farhan


"Citra, saya mau kamu bawa pergi suami kamu ini dari kantor sekarang juga"ucapku kemudian meninggalkan farhan dan citra.

__ADS_1


******


Ruang kerja Alin


Kepalaku terasa pusing memikirkan hal yang baru saja terjadi.


Entahlah aku tidak bisa mendeskripsikan perasaanku.


Harusnya aku senang bukan? Karena aku memiliki kesempatan dengan farhan?


Tapi, hatiku sudah terlanjur kupindahkan untuk rangga.


Rangga dan farhan jelas berbeda,


Dari segi fisik dan harta memang rangga juaranya, bahkan bukan hanya itu. Rangga memiliki sikap perhatian dan sangat sayang padaku itulah yang membuatku menerimanya menjadi pacarku.


Tapi mengingat banyak pelajaran dan hal berharga yang kulewati bersama farhan membuatku menjadi seperti sekarang, farhan memang dapat poin plus mengenai ini.


Tokk tokk


Pintu ruangan ku di ketuk dan mucullah citra.


Aku yakin dia akan menanyakan mengenai hubunganku dan farhan.


Ia duduk di hadapanku dengan raut wajah sedih.


"Maaf jika saya lancang datang ke ruangan ibu tanpa izin"ucap citra


"Tapi saya hanya ingin tau mengenai hubungan ibu dengan suami saya"sambungnya


"Iya, Kamu lancang datang ke ruangan saya dan bertanya hal seperti ini"ucapku dengan nada tegas


"Asal kamu tau, saya paling gasuka membicarakan hal apapun mengenai suami kamu itu. Jangan pernah berbicara mengenai hal ini lagi dengan saya atau saya akan pecat kamu dari perusahaan ini!"ucapku


Ia terisak


"Saya kerja disini, karena mas farhan tidak mau menafkahi saya. Selama 2 bulan saya mencoba bertahan dengan segala sikap mas farhan yang kasar. Saya mencoba menerima kenyataan mengenai pernikahan paksaan ini, saya korbankan seluruh pendidikan saya hanya untuk menikah dengan mas farhan sesuai permintaan alm. Orang tua saya, tapi mas farhan sama sekali tidak bisa menerima saya bahkan tidak menafkahi saya"ucap citra yang membuatku merasa bersalah.


"Lalu bagaimana saya bisa bertahan hidup tanpa uang jika saya saja tidak kerja dan orang tua saya sudah tidak ada. Bahkan selama menikah kami tidak pernah tidur satu kamar"sambung citra


"Keputusan kamu mengorbankan pendidikan hanya untuk menikahi laki-laki yang tidak kamu kenal, merupakan keputusan terbodoh yang pernah saya dengar."ucapku


"Kamu gak tau siapa farhan dan bagaimana kehidupannya, tapi kamu iyakan untuk menikah dengan dia"sambungku


"Alm. Orang tua saya banyak berhutang dengan orang tua mas farhan, bagaimana bisa saya mengatakan tidak?"ucap citra


"Saya hanya ingin tau apa hubungan ibu dengan suami saya itu saja"sambung citra


"Saya mantan pacar farhan"ucapku


Citra membulatkan matanya. Dia kembali meneteskan air matanya. Ia tersenyum kecil seperti dipaksakan


"Jadi ini, perempuan yang selama ini mas farhan bicarakan. Perempuan yang selama ini menjadi alasan setiap sikap mas farhan"ucap citra dengan terisak


"Kamu jangan pernah berpikir saya berusaha merebut farhan dari kamu! Saya sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan dia dan saya tidak peduli dengan segala sikap dia yang mengatasnamakan saya"ucapku


"Jadi lebih baik sekarang kamu keluar dari ruangan saya!"sambungku


"Baik bu, saya permisi"ucapnya kemudian meninggalkan ruanganku.

__ADS_1


Hatiku teriris mendengar pernyataan citra mengenai sikap farhan yang berubah drastis. Bagaimana bisa ia bersikap kasar dan tidak menafkahi istrinya. Kemana semua ilmu agama yang ia serap selama ini dan selalu ia nasehati padaku.


Jika jawabannya karena masih mencintaiku, itu pilihan terbodoh.


Ting...


Bunyi notifikasi ponselku dan terdapat pesan dari rangga yang berkata akan menjemputku nanti siang.


Sepertinya ada hal lain yang harus kulakukan, aku akan membatalkan permintaan rangga untuk menjemputku.


Aku akan bertemu dengan farhan untuk membicarakan mengenai hal ini.


*******


Coffeshop


12:53 WIB


"Aku gasuka han, kamu bersikap kasar ke citra"ucapku yang membuat farhan mengernyitkan dahi


"Aku ngelakuin itu semua karena aku masih cinta sama kamu lin, aku gamau berhubungan sama siapapun selain kamu"ucap farhan


"Aku sudah bilang kan, kita sudah punya kehidupan masing-masing. Jangan terus berkutat mengenai aku han"ucapku


"Kenapa kamu gak menafkahi citra? Dia mengorbankan pendidikan dia untuk nikah sama kamu, dari mana dia bisa punya uang kalau dia gak kerja dan orang tuanya aja udah meninggal han!"ucapku dengan nada kesal


"Dari awal pernikahan, kesepakatan kami memang untuk tidak menganggap pernikahan ini sungguhan. Jadi mengenai tanggung jawab dan nafkah, itu gak akan pernah ada"ucapnya


Aku mengernyitkan dahi mendengar semua perkataan farhan, aku merasa seperti bertemu farhan yang berbeda


"Apa yang keluar dari mulut kamu tadi benar-benar membuatku tidak habis pikir, kamu tau han kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu dulu?"Tanyaku, farhan hanya terdiam


"Karena apa yang keluar dari mulut kamu benar-benar bisa membimbing aku. semua yang kamu katakan bertujuan supaya aku bisa lebih baik, tapi lihat kamu sekarang. Sikap kasar kamu ke citra, membuat aku bersyukur karena kita di pisahkan"sambungku


"Aku gak akan kaya gini kalau kamu yang jadi istri aku"ucap farhan


"Cukup han, aku minta ketemu dengan kamu bukan untuk mengenang kembali hubungan kita. Tapi untuk meminta kamu agar bertanggung jawab atas istri kamu termasuk menafkahi dia"ucapku sembari beranjak dari posisi.


Farhan menahanku


"Kamu masih cinta sama aku lin, dan aku masih cinta sama kamu. Aku bisa mempercepat perceraian aku sama citra"ucapnya


Ah! Aku muak dengan segala jawabannya


"Kamu sadar gak apa yang baru kamu omongin?sekarang aku tanya. Kalau kamu pisah sama citra, akan tinggal dimana citra?"tanyaku pada farhan


"Lin, kamu sadar gak? Citra itu yang buat hubungan kita hancur. Harusnya aku menikah sama kamu bukan sama dia!"ucap farhan


"Aku tau aku sadar! Itulah kenapa aku terima citra bekerja di perusahaan aku, karena saat itu aku masih berpikir ada kemungkinan untuk kita kembali. Tapi mendengar semua kondisi citra, ternyata realisasi perasaan aku ke kamu gak sepenting itu"ucapku


"10 tahun aku harus bisa sabar nunggu papah kamu merestui hubungan kita, dan sekarang aku gamau kita pisah gini aja"ucap farhan


"Han, aku gak akan ngehancurin pernikahan orang. Aku gamau merebut hak-hak citra. Aku memang masih cinta sama kamu han, tapi aku malu jika harus merebut hubungan kalian"ucap ku kemudian pergi meninggalkan farhan.


Aku memasuki mobil dan menghirup napas panjang. Biang dari permasalahan ini jelas orang tua farhan.


Bagaimana caranya agar farhan bisa berhenti mencintaiku walaupun perasaanku akan sakit jika harus melakukan hal ini.


Aku hanya tidak bisa melihat citra di perlakukan seenaknya oleh farhan. Bagaimanapun aku perempuan dan aku bisa memahami perasaan citra.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2