DEKADE RENGKUHAN ALIN

DEKADE RENGKUHAN ALIN
25


__ADS_3

Senin


Sekolah


08:23 WIB


Mata ajar pertama kosong sehingga seluruh siswa bisa melakukan kegiatan bebas termasuk cindy yang sedang membicarakan mengenai kompetisi taekwondo nya nanti bersama noval dan radit. Sedangkan gilang entah pergi kemana padahal jika sedang jam kosong ia akan di tempatnya untuk belajar.


"Kalian dateng ya nanti pas gue tanding"ucap cindy pada noval dan radit


"Pasti lah dateng, bos besar mau tanding masa kita gak dateng"ucap noval memuji cindy.


Ya cindy memang berteman akrab dengan ketiga laki-laki ini karena mereka selalu mendukung cindy.


Hingga tak lama fadli datang sembari berlari dan berteriak di dalam kelas


"Woy woy woy!!!"teriak fadli yang membuat seisi kelas penasaran


"Gilang, ditembak sonya!"ucap fadli yang membuat cindy membulatkan mata


Cindy terdiam dan bingug harus melakukan apa, noval yang diam-diam mengetahui bahwa cindy sepertinya memiliki perasaan pada gilang pun langsung mendekati cindy.


Cindy benar benar kesal dengan sonya, bagaimana bisa sonya menembak gilang yang padahal baru kenal beberapa bulan saja.


"Cin, lo suka sama gilang?"tanya noval


"Enggak"jawab cindy mengelak


"Dia udah gue anggep saudara"sambung cindy


"Gue bisa liat sikap lo selama ini"ucap noval yang membuat cindy langsung memeluk dan menangis


"Gue gasuka sama dia, noval"ucap cindy sembari menangis yang membuat noval dan radit kebingungan


"Bos? Kok nangis? Kenapa?"tanya radit kebingungan


Fadli pun berjalan menuju cindy dengan wajah bingungnya


"Cin kenapa nangis?"tanya fadli pada radit dan noval yang dibalas gelengan kepala


"Jahat"ucap cindy masih tetap memeluk noval


Cindy sebenarnya benar-benar bingung dengan perasaannya apa benar ia suka dengan gilang seperti yang diucapkan oleh noval.


Hingga tak lama suasana kembali riuh ketika gilang masuk dengan membawa sekotak coklat. Cindy melirik sekilas pada gilang dan kembali membuang mukanya.


Gilang yang melihat cindy tengah menangis langsung menghampiri cindy


"Cindy kenapa nangis?"tanya gilang pada radit, noval dan fadli


"Gatau"jawab fadli


Cindy langsung melepaskan pelukan pada noval dan memandangi gilang dengan kesal, ia juga memandangi coklat yang dibawa oleh gilang.


"Kamu mau?"tanya gilang menawarkan coklat tersebut


Cindy langsung pergi berlari ke arah luar kelas meninggalkan gilang beserta teman-temannya. Gilang sebenarnya hendak mengejar namun tiba-tiba guru mata ajar berikutnya sudah masuk.


Sepanjang pelajaran gilang tidak bisa fokus karena cindy tidak masuk kelas, ini bukan pertama kalinya dan gilang takut kalau tante alin tau perihal ini.


Ia juga bingung kenapa sikap cindy belakangan ini berubah dan mudah marah padanya padahal ia tidak berbuat salah pada cindy sedikitpun, justru ia lebih banyak mengalah jika cindy berbuat salah padanya.


Disisi lain cindy berada di gedung olahraga, ia berbaring di atas matras taekwondo yang berukuran luas tersebut. Ia berbaring sembari memandangi langit langit gedung olahraga dan berpikir mengenai gilang.


Seharusnya ia tidak perlu sesedih itu bahkan menunjukan tangisannya. Ia mulai merasa malu saat sekarang ini


Pritt


Bunyi peluit yang membuat cindy terbangun dari posisinya dan menatap ke arah peluit tersebut berasal.


"Sabeum"sapa cindy pada sabeum andi


*sabeum : instruktur/ pelatih taekwondo


"Ngapain disini? Sana pergi ke kelas"ucap sabeum andi


"Males"jawab cindy

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu ayo latihan"ucap sabeum yang di angguki cindy


Cindy lalu berjalan menuju ruang ganti dan mengambil dobok di lokernya, ia langsung berganti pakaian dan setelah itu berjalan menuju matras.


Cindy memang sangat suka dengan taekwondo, rasanya tidak ada lelah jika melakukan kegiatan ini.


*dobok : pakaian olahraga taekwondo


Sudah 2 jam cindy berlatih dan akhirnya meminta selesai karena dirinya merasa haus. Ia pun pergi menuju kantin masih dengan dobok nya.


Saat ia pergi menuju kantin, kantin sangat ramai karena memang sudah jam istirahat.


Cindy memesan jus alpukat lalu duduk di taman dekat kantin sembari meminum jus nya, hingga tak lama gilang pun datang menghampiri cindy.


Cindy mengabaikan gilang dan tidak menatap gilang sama sekali


"Baru latihan?"tanya gilang yang diabaikan cindy


"Kenapa gak masuk kelas?"tanya gilang


"Gamau"jawab cindy


"Kalau tante alin tau dia pasti marah karena kamu gak masuk kelas"ucap gilang


"Itu urusan aku"ucap cindy


"Mau makan apa? Biar aku beliin"ucap gilang


"Gilang"ucap cindy


"Apa?"tanya gilang


"Selamat ya udah jadian"ucap cindy yang di angguki gilang.


Cindy semakin benar benar kesal melihat gilang seperti itu.


Ia lalu pergi meninggalkan gilang dimana gilang terus memanggilnya namun tidak di perdulikan.


*****


16:45 WIB


Cindy masih berada di sekolahnya masih dengan suasana kesalnya, ia benar benar tidak belajar hari ini justru berada di gedung olahraga untuk latihan taekwondo.


"Cindy!"panggil alin pada cindy yang membuat cindy terkejut. Ia panik melihat kedatangan mamahnya


"Mamah?"tanya cindy


"Kamu gak masuk kelas ngapain aja? Udah berani bolos kamu?"tanya alin


Cindy hanya terdiam tidak tau harus menanggapi apa. Ia melihat gilang yang berjalan di belakang mamahnya, cindy yakin gilang yang melaporkan hal ini pada mamahnya.


"cindy, mamah gasuka kamu bolos kaya gini"ucap alin


"Cindy mau pindah sekolah aja mah"ucap cindy yang membuat alin mengernyitkan dahi


"Kenapa? Ada masalah disini?"tanya alin


"Cin, mamah udah habis ratusan juta untuk biaya sekolah kamu disini. Kenapa mau pindah?"tanya alin


Gilang terkejut dengan apa yang diucapkan cindy, ia bingung sebenarnya ada masalah apa yang dialami cindy hingga ia berniat untuk pindah sekolah


*****


Rumah


19:15 WIB


Farhan, alin, cindy dan gilang tengah berada di ruang keluarga untuk membicarakan perihal keputusan cindy.


"Cindy ada masalah di sekolah?"tanya farhan pada cindy


"Gak ada"jawab cindy


"Terus kenapa mau pindah sekolah?"tanya farhan


"Cindy gasuka disana"jawab cindy

__ADS_1


"Cindy ngerasa bodoh"sambung cindy


"Ada yang bilang cindy bodoh?"tanya alin


"Enggak, itu menurut cindy"jawab cindy


"Mamah kan udah manggil guru private juga"ucap alin


Cindy tiba-tiba menangis lalu memeluk alin. Alin yang melihat hal tersebut lalu memeluk cindy dan mengelus pucuk kepalanya


"Cindy gasuka disana mamah!"ucap cindy sembari menangis


"Cindy kenapa sayang?"tanya alin


"Gilang kamu tau cindy kenapa?"tanya alin pada gilang


"Saya gatau tante"jawab gilang


"Cindy aku ada salah?"tanya gilang


"Mah, cindy mau tinggal sama kak maura di swiss. Cindy gamau disini"ucap cindy yang benar benar membuat alin kebingungan


"Kamu tuh ada masalah apa sayang? Cerita sama mamah"jawab alin


Tidak mungkin cindy bercerita kalau dirinya tidak suka melihat gilang dengan sonya di sekolah. Alasan paling aneh dan tidak masuk akal untuk pindah sekolah.


"Ada yang buat salah sama kamu cindy?"tanya gilang


"Cindy, kasih mamah alasan dulu kenapa kamu mau pindah sekolah"ucap alin


Alin lalu menatap gilang


"Gilang, tante menyekolahkan kamu bareng sama cindy supaya kamu bisa jaga cindy. Kenapa cindy sekarang tiba tiba mau pindah sekolah?"tanya alin pada gilang


Gilang terdiam bingung akan menjawab apa.


"Cindy, kalau kamu gak ngasih alasan papah sama mamah gak akan mindahin kamu dari sekolah itu"ucap farhan yang membuat cindy kesal


"Terserah! Gak ada yang peduli sama cindy! Gak ada yang mau ngerti cindy!"ucap cindy kesal lalu pergi menuju kamarnya


Cindy memang sangat keras kepala, akan sulit untuk diberitau.


"Gilang! Tadi di sekolah kamu lihat cindy terlibat masalah atau enggak?"tanya alin


"Tadi pagi cindy memang nangis tapi saat ditanya kenapa cindy malah pergi"jawab gilang


"Ya kamu tanya dong kejar!"ucap alin


"Tapi udah ada guru, tante"ucap gilang


"Oh gitu? Cindy bolos gak belajar lagi ada masalah kamu justru enak enak an belajar?"tanya alin


"Mah, apasih kamu kok ngomongnya gitu"ucap farhan memperingatkan alin


"Sampai cindy tetep mau pindah sekolah, kamu juga harus pindah"ucap alin


"Gilang mendingan kamu balik ke kamar kamu aja"ucap farhan yang di angguki gilang


Gilang lalu berjalan menuju kembali ke kamarnya.


"Kamu jangan kaya gitu ke gilang, dia selama ini baik sama kita"ucap farhan pada alin


"Tapi itu memang tugasnya dia! Aku ngebiayain hidup dia supaya bisa jaga cindy. Kalau dia tinggal sama tantenya yang jahat itu udah pasti dia gak sekolah sekarang, liat dia bisa sekolah di SMP paling mahal"ucap alin


"Kamu keterlaluan lin, jangan kaya gitu mas gasuka"ucap farhan. Farhan lalu berjalan pergi meninggalkan alin


Disisi lain cindy berada di kamarnya masih dengan menangis.


Cindy sebenarnya bingung dengan dirinya, kenapa juga ia harus seberlebihan ini padahal gilang dan sonya hanya pacaran bukan menikah ataupun pergi meninggalkannya.


Pintu kamar cindy terketuk dan masuklah gilang lalu duduk di depan cindy


"Aku salah apa? Ngomong sekarang biar aku perbaiki kesalahan aku"ucap gilang yang membuat cindy menatapnya


"Putusin sonya"ucap cindy yang membuat gilang mengernyitkan dahi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2