
Keesokan harinya
13:11 WIB
Aku mendapat telpon dari rangga yang menyatakan bahwa janji bertemu dengan orang tuanya di undur.
Baguslah!
Aku memang tidak ingin bertemu orang tuanya.
Jam 3 nanti persidangan farhan dan citra akan selesai, semoga semuanya seperti yang kuharapkan.
Tapi aku yakin memang mereka akn bercerai. Itulah kenapa.....
Tanyakan padaku baju warna apa yang kugunakan saat ini.
Aku menggunakan baju dengan warna cerah sebagai tanda kebahagian akan perceraian farhan dan citra.
Such a good vibes!💖
Mamah duduk di sebelahku sembari memangku deandra.
"Gimana sidang perceraian si farhan sama citra?"tanya mamah
"Jam 3 nanti baru selesai"jawabku
"Lin, hubungan kamu sama rangga gimana?"tanya mamah
"Dalam waktu dekat aku mau mengakhiri hubunganku dengan rangga"ucapku
"Yakin gamau sama rangga aja?"tanya mamah memastikan
"Iya mah"jawabku
"Nanti mamah bantu supaya kamu sama rangga cepat pisah"ucap mamah yang membuatku membulatkan mata.
"Mamah serius???"tanyaku tidak percaya
"Iya"jawab mamah
"Gimana caranya mah?"tanya ku
"Mamahhhhh!!!!"ucap deandra sembari menggeliat di pangkuan mamah
Ck! Mengganggu
"Kenapa dean? Sini sama kakak"ucapku
"Mau buat cookies"ucap deandra
"Iya nanti sayang. Kan bibi masih ke pasar beli tepung"ucap mamah
"Mah, gimana???"tanyaku penasaran
"Rangga mau lanjutin spesialis di aussie kamu tau?"tanya mamah
"Loh? Aku gatau"ucapku
"Mamah liat di instagram mamahnya. Iya mamah diem diem nge stalk orang tuanya rangga"ucap mamah
"Terus?"tanyaku
"Ya bilang, kamu gabisa ldr sama dia"ucap mamah
Aku terdiam sembari tersenyum pada mamah
"Jangan langsung putus, tunggu farhan ngelamar kamu"ucap mamah yang ku angguki
"Tapi mah, apa orang tuanya farhan akan setuju sama hubungan ini?"tanyaku
"Itu biar mamah sama papah yang ngurus kamu tenang aja"ucap mamah yang ku angguki.
******
Malam harinya
19:45 WIB
Farhan tengah berkunjung kerumahku, ia datang untuk membicarakan mengenai sidang cerai dan hubungan kami kedepannya.
"Besok jangan ketemu sama orang tuanya rangga"ucap farhan
"Aku mau serius sama kamu, secepatnya aku akan bilang ke orang tua aku untuk ngelamar kamu"sambung farhan
Aku tersenyum mendengar perkaaan farhan. Ya ini dia yang sudah aku tunggu-tunggu
"Iya"jawabku
__ADS_1
"udah makan belum?"tanyaku pada farhan. Ia menggelengkan kepalanya yang berarti belum makan.
"Ayo ke dapur, aku masakin"ucapku, ia lalu bangkit dari posisinya melangkah bersamaku menuju dapur
"Mau masakin aku apa?"tanya farhan
"Panseard salmon ya pake salad. Biar gak pucat nih muka kamu"ucapku karena menyadari wajah farhan yang pucat
"Emangnya muka aku pucat ya?"tanya farhan
"Iya. Kenapa sih? Kamu sakit?"tanyaku
"Tadi flu sih tapi sekarang udah mendingan"ucap farhan
"Kalau gitu gausah kesini, kamu istirahat aja. Dari pada sakit"ucapku
"Gapapa aku emang pengen kesini ketemu kamu"ucap farhan
Ting....
Bunyi notifikasi dari ponsel farhan, ia langsung mengecek ponselnya.
Aku memulai masakanku, sangat simple.
Cukup panggang salmon di atas pan yang sudah di beri olive oil, masukan bawang yang sudah di geprek lalu panggang bersama salmon setelah itu taburi lada dan sedikit garam. Dan yaa sudah jadi, sangat simple!
Tinggal plating lalu taburkan dried-oregano juga sayuran yang sudah di rebus seperti brokoli, wortel dan kacang panjang.
Such a simple food. Hanya butuh waktu paling lama 10 menit untuk menyiapkannya.
Aku meletakan makanan tersebut di depan farhan
"Nih han makan"ucapku. Namun dihiraukan farhan.
Ia masih berkutat dengan ponselnya sembari melamun
"Farhan!"panggil ku padanya
"Ehh iyaa kenapa lin?"tanyanya yang baru sadar dari lamunannya
"Mikirin apaansih?"tanyaku
"Enggak kok. Oh ini udah jadi ya?"tanyanya
"Iya tadi aku udah bilang gitu kamu malah ngelamun"ucapku
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya
Aku tidak berangkat kerja, karena tidak ada hal yang harus kulakukan di kantor.
Hari ini aku berniat untuk mengajak farhan menonton karena aku akan sangat bosan hari ini.
Aku lalu mengambil ponselku, ketika akan mengirim pesan pada farhan. Aldo lebih dulu mengirimiku pesan
Ia mengirim sebuah foto yang membuatku membulatkan mata.
"Kenapa farhan bisa bersama citra di supermarket?"tanyaku dalam batin
Sialan!
Tak lama aldo mengirimiku pesan lagi
"Nanti siang gue jemput lu habis itu samperin citra ke apartment nya"
Aku tersenyum melihat aldo mengirimkan pesan ini. Jika aldo sudah begini itu berarti ia sudah geram melihat kelakuan citra.
Aku sudah bilang, aldo ini memang sahabatku. Dia tidak ingin aku tersakiti untuk kedua kalinya.
Farhan benar benar kacau! Dia masih berhubungan dengan citra rupanya.
*****
Apartment d'palace
13:21 WIB
Pintu lift terbuka, aldo bergerak cepat menuju kamar citra.
Sesampainya di kamar citra, aldo tidak mengetuk pintunya melainkan menggedor kasar pintu kamar citra.
Hingga tak lama pintu pun terbuka, citra menunjukan ekspresi terkejut karena keberadaan kami.
Aku menerobos masuk kedalam apartemennya.
Aku memandangi dapurnya yang berisi banyak barang dari supermarket.
__ADS_1
"Saya udah memperingatkan kamu untuk gak deket sama farhan. Kenapa kamu gak denger hah?"tanyaku
Citra hanya terdiam tidak menjawab
"Saya bisa usir kamu dari apartement ini sekarang, lalu cabut beasiswa dan pecat kamu"ucapku
"Mau?"tanyaku
Citra masih tidak menjawab. Aku dibuat geram dengan sikapnya
Aku mengangkat dagunya lalu menampar pipinya dengan keras hingga ia terjatuh ke lantai.
Ia memegangi pipinya sembari terisak
"Ya nangis aja terus! Lo tuh cuma bisa nangis tapi gabisa pakai otak lo untuk mikir"ucapku
Ia bangkit dari posisinya sembari menatapku tajam
"Saya cinta sama mas farhan dan mas farhan cinta sama saya. Dia gak cinta sama ibu, dia cintanya sama saya! Kami harus pisah karena ibu! Ini semua salah ibu"ucap citra sembari meninggikan nadanya
Aku terkejut melihat sikapnya yang kurang ajar ini
Aldo berdecak melihat kelakuan citra
Emosiku benar benar tersulut mendengar pernyataan citra. Aku menamparnya lagi dengan lebih keras dan ia kembali terjatuh.
Ia menangis hingga berakhir pada nafasnya yang tidak beraturan.
Terdengar hirupan nafas yang berat, yaa asma nya kambuh. Aku tau dia memiliki asma karena dokter perusahaan memberitauku mengenai penyakit yang ia tutup tutupi saat tes masuk perusahaan.
Ia berjalan merangkak menuju nakas yang diatasnya terdapat inhaler
Dengan cepat aku mengambilnya terlebih dahulu hingga citra menatapku.
"Lin lo mau apa?"bisik aldo padaku
Citra terlihat sangat kesulitan bernafas hingga menekan dadanya kuat untuk menahan sakit.
"Mau mati sekarang?"tanyaku dengan nada santai
"Bu... saya mohon"ucap citra dengan pelan karena menahan sakit
"Jawab! Mau mati sekarang?"tanyaku lagi
Ia menggeleng pelan
"Mau mati sekarang? Atau berhenti kecentilan sama farhan!"ucapku tegas
"Ibu saya minta maaf"ucap citra
"Saya nanya apa kamu jawab apa. Kayanya kamu mau mati sekarang ya?"tanyaku
Citra terus meringis
"Saya gak akan ganggu mas farhan lagi bu"ucapnya dengan tersendat sendat
"Bisa di percaya gak omongan kamu?"tanyaku
"Lin udah sih kasih aja, nanti dia beneran mati"bisik aldo padaku
"Liat nih, temen saya sampai khawatir kamu beneran mati loh"ucapku pada citra
"Ibu saya minta maaf"ucap citra
Aku kemudian melemparkan inhaler padanya dan langsung ia pakai.
"Jangan macem macem ya citra sama saya. Saya udah memperingatkan kamu loh, kamu akan menderita kalau masih dekat sama farhan"ucapku
"Udah gitu gak dateng kerja juga! Saya potong ya gajinya"sambungku lalu pergi meninggalkan citra yang masih sibuk dengan inhalernya.
Aldo kemudian berjalan membuntutiku keluar kamar citra.
"Wah gila! Gue udah deg deg an takut itu anak mati"ucap aldo menghela nafas
"Santai aja kali. Gue juga gak akan buat dia mati, kan repot kalau dia mati"ucapku
"Setelah ini, lo omongin deh sama farhan. Gimana maunya dia"ucap aldo
"Itu udah pasti, nanti malem gue udah ada janji sama dia untuk ketemuan"ucapku
"Telepon gue kalau butuh apa apa nanti"ucap aldo
"Iyaaa. Makasih ya do"ucapku
Sekarang saatnya bertemu dengan si biang keladinya, farhan.
Aku akan buat kamu berlutut memohon padaku farhan. Aku bersumpah akan hal itu.
__ADS_1
bersambung