
Aku tengah menyuapi cindy sembari menemaninya bermain boneka barunya yang diberikan oleh farhan.
Saat ini ia masih di restaurant untuk mengurusi kegiatannya. semenjak maura meminta aldo untuk mengganti seluruh pegawai, aldo langsung melakukannya dan sekarang yang bekerja disana bukan lagi wanita-wanita sexy yang menjual badan melainkan orang-orang yang niat bekerja.
Karena hal tersebutlah aku memperbolehkan farhan untuk bebas kapanpun pergi ke restaurant.
"Cindy!!!"panggil farhan pada cindy hingga memuat kami menoleh padanya
"Papah!!!!"teriak cindy lalu berlari menuju farhan dan memeluk kakinya.
farhan langsung menggendongya dan mencium pipinya.
Ia berjalan ke arahku dan duduk di sebelahku
"Ada kabar gembira untuk mamah"ucap farhan padaku
"Apa?"tanyaku
"Uang bulanan, uang jajan dan uang cicilan restaurant aku bayar hari ini"ucap farhan yang membuatku menganggukan kepala.
"Udah aku transfer"sambungnya
"Oke makasih"jawabku
"Pah, ayo berenang"ucap cindy mengajak farhan
"Mmm boleh, ayo kita berenang sekarang"ucap farhan lalu mengangkat badan cindy dan berlari menuju kolam renang
Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka, jadilah cindy tidak menghabiskan makanannya.
Aku lalu berjalan menuju kamarku untuk merebahkan badanku sebentar, lelah rasanya mengurus cindy yang super aktif ini.
Selalu saja ia membuat berantak ruangan dengan seluruh mainannya belum lagi ia harus di gendong terlebih dahulu agar bisa tidur siang.
******
Malam harinya
Ruang keluarga
Aku melangkah menuju ruang keluarga dimana farhan, cindy dan maura berada. Ketika aku menuju mereka aku melihat farhan tertidur di sofa ujung dan cindy menangis.
Ck! Farhan benar-benar
Aku mencari dimana keberadaan maura tapi tidak menemukannya, ck! Anak itu sering sekali menghilang
Aku berjalan ke arahnya dan memukul lengan farhan keras hingga ia terkejut
"Lin! Apa apaansih?! Mas kaget!"ucapnya kesal
"Gak bisa denger kamu? Nih cindy nangis"ucapku lalu menggendong cindy
"Kenapa sayang? Kok nangis?"tanyaku pada cindy
Ia menunjuk tv yang tengah menayangkan sebuah film drama keluarga.
Bisa-bisanya farhan membiarkan cindy menonton film seperti ini.
"Kenapa film nya serem?"tanyaku
"Cindy gamau punya saudara mamah"ucap cindy sembari menangis
"Nanti mamah sama papah gak sayang kayak itu"sambungnya menunjuk tv
Hm
Aku jadi teringat mengenai anak farhan dan citra yang sudah meninggal. Jika cindy tau, ia pasti akan semakin sedih
Aku menatap farhan dimana ia juga menatapku, aku rasa pikiran kamipun sama
"Kan cindy anak papah sama mamah satu-satunya"ucap farhan
Cindy menatapku sembari sesenggukan
"Kata kakak maura cindy punya kakak"ucap cindy yang membuatku membulatkan mata
"Cindy gamau"sambung cindy
"Enggak kak maura cuma bercanda sayang"ucapku sembari menatap farhan
"Beneran tau! Tapi udah meninggal"ucap maura tiba tiba menimpali kami yang membuatku menatapnya tajam
__ADS_1
"Gausah ngomong sembarangan kamu!"ucapku dengan nada tegas
"Udah gitu bukan anaknya mamah loh cindy, anaknya papah sama mamah yang lain"ucap cindy yang membuatku melemparkan buku yang berada di meja.
Buku tersebut mengenai kepalanya hingga membuatnya kesakitan
"ADUH! Sakit!"ucap maura kesal
"Kamu kenapa ngijinin dia nginep disini sih lin? Gini nih jadinya"ucap farhan
Aku masih mengelus punggung cindy mencoba untuk menenangkannya
"Cindy gapunya kakak kok, kak maura tuh emang bermasalah otaknya jadi jangan di dengerin ya"ucapku pada cindy
"Kamu pulang aja maura gausah disini"sambungku pada maura
"Yahh yahh jangan dong kak, kan aku masih berantem sama mamah"ucap maura
"Kakak gamau kamu buat rusuh disini apalagi sampai buat cindy nangis"ucapku
"Cindy, kak maura minta maaf ya. Kakak bercanda kok"ucap maura pada cindy
"Pergi! Cindy kesel"ucap cindy dengan kesal pada maura
"Yaudah ayo tidur ya, udah jam 8 nih. Mamah bacain buku cerita juga"ucapku yang di angguki cindy
Aku yang masih menggendong cindy lalu berjalan menuju kamar cindy yang berada di lantai atas untuk menidurkannya
*****
Kamar alin dan farhan
21:14 WIB
Aku yang baru selesai menggunakan skincareku lalu berjalan menuju kasurku dan duduk di sebelah farhan.
"Harusnya kamu jangan ngizinin maura nginep"ucap farhan
"Iya, ini terakhir"ucapku
"Mas, aku gamau cindy tau mengenai anak kamu itu"sambungku
"Iya"jawab farhan
"Enggak, gak ada kerjaan juga"jawab farhan
"Cindy juga tadi minta di temenin buat lari pagi ke taman"sambung farhan
"Perlu aku temenin?"tanyaku
"Gausah gpp, kamu siapin sarapan aja biar pas pulang bisa langsung makan"jawab farhan
"Oohhh oke"ucapku lalu terdiam sejenak
Farhan pun berbaring untuk tidur
"Mas"panggilku pada farhan yang membuatnya menoleh padaku
"Kenapa?"tanyanya
"Kamu capek ya?"tanyaku
"Lumayan. Kenapa?"tanyaku
"Hmmm yaudah gajadi"jawabku
"Kenapa? Kamu mau aku ngapain?"tanya farhan
"Besok seharusnya tanggal aku halangan"ucapku pelan, ck! Aku malu sebenarnya.
"Ya terus?"tanya farhan mencoba pura-pura tidak mengerti
"Mmmm ya.. yaudah"ucapku lalu berbaring. Aku mendengar suara tawa dari farhan
"Mas paham, kalau urusan ini mana mungkin mas capek"ucap farhan sembari menatapku tersenyum sumringah
Aku baik bukan? Memberinya jatah agar seminggu nanti bisa tahan puasa.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan paginya
__ADS_1
Ruang makan
07:11 WIB
Maura berlari ke arahku sembari memanggilku. Ada apa dengan perempuan ini? Lagipula kenapa sangat cepat sekali joggingnya padahal ia berkata untuk ikut dengan farhan dan cindy
"Apasih? Jangan teriak teriak"ucapku pada maura
"Kak farhan di godain cewe loh di taman"lapor maura padaku
Aku menoleh padanya sedikit tidak percaya hingga ia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto dimana farhan dan cindy tengah berada di antara 3 perempuan
Aku membulatkan mataku lalu menatap maura
"Terus kenapa lo disini? Usir lah si cewe cewe ini"ucapku kesal pada maura
"Udah! Udah aku usir dengan baik-baik walaupun tadinya mau aku lemparin batu aja biar tau rasa"ucap maura yang membuatku meringis
"Lo tuh cewe jangan se kasar itu juga"ucapku
"Biarin aja suka suka aku lah"jawabnya
"Terus si farhan sama cindy mana?"tanyaku
"Lagi jalan pulang"jawabnya
"Mereka ngapain aja?"tanyaku
"Si cewe-cewe aja tuh kegatelan deketin kak farhan tapi kak farhannya gak open kok kak jadi santai aja"jawab maura
"Lagian lo tuh kenapa sih ikut campur soal rumah tangga gue?"tanyaku
"Disuruh mamah"jawabnya yang membuatku menganggukan kepala. Pantas saja! Ia selalu melaporkan jika ada hal hal mencurigakan dari farhan. Bagus juga
"Yaudah sana cuci tangan terus sarapan"ucapku pada maura yang di angguki olehnya
Hingga tak lama muncullah sosok yang ingin aku temui dari tadi, farhan.
Ia menggendong cindy dan berjalan pelan ke arahku
"Langsung cuci tangan terus sarapan"ucapku pada farhan yang membuatnya sedikit terkejut. Pasti ia mengira aku akan memarahinya.
Kami pun langsung sarapan dimana suasana terasa agak canggung, karena farhan dari tadi hanya terdiam sedangkan maura sering tertawa melihat sikap farhan.
"Ayo cindy mandi sama mamah"ucapku pada cindy
"Kamu langsung mandi mas jangan diem dulu"ucapku pada farhan yang di angguki olehnya
"Ini satu lagi! Jangan teleponan terus, langsung mandi! Jangan sampai bikin rumah bau"ucapku pada maura yang dibalas dengusan olehnya
******
Kamar cindy
Aku baru saja memakaikan cindy pakaian dan tiba tiba pintu terbuka lalu muncullah farhan.
"Cindy udah selesai pakai baju?"tanya farhan yang di angguki cindy
"Ke bawah duluan, nanti papah nyusul"sambung farhan yang di angguki cindy
Cindy langsung berjalan dengan perlahan keluar dari kamar
"Lin"ucap farhan dengan nada pelan
"Apa?"tanyaku
"Maura pasti udah cerita soal kejadian di taman"ucap farhan
"Iya dia cerita kalau kamu gak nanggepin perempuan-perempuan tadi di taman"ucapku yang membuat farhan menatapku
"Kamu marah?"tanya farhan
"Enggaklah. Kan kamu gak ngerespon jadi ya gak masalah"ucapku yang membuat farhan memperlihatkan ekspresi wajah lega.
Hahahha ingin sekali aku tertawa melihat wajahnya
"Makanya punya muka tuh jangan ganteng-ganteng jadi banyak yang nempel kan"ucapku mencoba bercanda yang membuat farhan tersenyum kecil
"Makasih"ucap farhan sembari tersenyum sumringan padaku. Ia lalu mengecup bibirku dalam dan menatapku lekat yang membuatku tersipu malu.
"Udah ah ayo ke bawah nemenin cindy"ucapku pada farhan yang di angguki olehnya
__ADS_1
Kami pun turun bersama menuju ruang keluarga di lantai bawah dimana cindy dan maura berada.
bersambung