
Dari tadi malam aku mengawasi gelagat mencurigakan dari farhan. Apa sebenarnya ada yang dia tutupi?
Aku tidak akan langsung menuduhnya karena aku takut jika tuduhanku tidak benar, itu akan membuat semua kacau.
"Mas!"panggilku pada farhan yang membuatnya kaget dan menoleh
"Kenapa lin?"tanya farhan
"Are you okay?"tanyaku
"Iya mas baik baik aja"jawab farhan sembari memegangi ponselnya
"Itu kenapa hp nya terus terusan di pegang?"tanyaku
"Siniin!"perintahku yang membuat wajahnya sedikit panik
Farhan terlihat menyembunyikan ponselnya namun ku rampas paksa.
Aku mulai mencari hal-hal yang membuat farhan se aneh ini.
Hingga saat aku buka whatsapp aku melihat ada satu chat yang belum terbaca dari seorang perempuan.
Aku lalu membuka pesan tersebut lalu membacakannya dengan keras
"Makasih banyak pak, apa kita bisa ketemu? Karena saya mau mengucapkan makasih secara langsung?"ucapku dengan keras sembari menatap tajam farhan
"Jangan mikir aneh aneh biar mas jelasin"ucapnya
"Jelasin!"ucapku
"Jadi dia ini pegawai kantor nah dia ngajuin untuk dapat gaji duluan karena dia butuh untuk orang tuanya yang sakit jadi mas kasih"ucap farhan
"Dikasih gajinya lebih awal?"tanyaku
"Mas pinjemin uang bukan ngasih gajinya"jawab farhan yang membuatku membulatkan mata
"Itu restaurant masih milik aku! Kamu gak berhak untuk ngelakuin hal itu"ucapku dengan tegas
"Tapi mas kasian"ucap farhan
"Mulai besok kamu berhenti kerja disana! Aku pecat!"ucapku dengan nada kesal yang membuat farhan mengernyitkan dahi.
Ups! Aku sudah keterlaluan
Tokk tokk
Pintu kamar kami terketuk dan akupun berjalan menuju pintu tersebut ketika membukanya aku terkejut melihat kedatangan maura
"Mau apa sih lo?"tanyaku
"Penting kak! Itu suami kakak si farhan minjemin uang ke temen aku buat ke dokter"ucap maura yang membuatku memutarkan mata
"Udah tau, ini baru aja dibahas"ucapku
Maura celingak celinguk mencari keberadaan farhan
"Heh sini lu!"ucap maura memanggil farhan dengan tidak sopan
"Gue hajar ya mulut lo gabisa sopan sama suami gue"ucapku memarahi maura
Farhan berjalan dengan raut wajah kesal terhadap maura
"Nih kak! Dia ngasih uang buat si dewi ke dokter kecantikan"ucap maura yang membuatku membulatkan mata
"Kamu bilang orang tuanya sakit"ucapku memarahi farhan
__ADS_1
"Sumpah beneran lin dia ngomong gitu"ucap farhan
"Dia kali yang ngada-ngada"sambung farhan menunjuk maura
"Enak aja! Itu pegawai lo namanya si dewi kan? Dia itu dulu bansur di geng gue"ucap maura
Aku menatap farhan penuh arti. Harus kuapakan manusia ini sekarang?
Aku lalu menatap maura
"Mau nginep?"tanyaku
"Ogah! Gamau nginep di rumah cowo ga bener"ucap maura sembari lari meninggalkan kami
"Kurang ajar! Ngatain suami gue cowo gabener!"ucapku dengan kesal
Aku lantas kembali menatap farhan
"Masuk! Tidur sana cepet!"ucapku yang di angguki farhan
Aku menuju ranjangku bersama dengan farhan.
Farhan hanya terdiam dengan raut wajah bersalahnya.
Aku teringat kembali mengenai janjiku untuk bersikap lebih baik dan lembut pada farhan. Aku menghirup nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Maaf"ucapku dengan lembut pada farhan yang membuatnya menoleh padaku.
"Mas yang minta maaf karena bersikap seenaknya"ucap farhan
"Iya soal itu benar, tapi disini aku mau minta maaf soal sikap aku yang kasar sama kamu"ucapku
"Harusnya aku gak perlu seketus itu sama kamu apalagi di depan maura. Kamu jadi di cap yang enggak-enggak sama maura"sambungku
Farhan mengulas senyumnya padaku
Aku lalu memeluk farhan erat sembari menghirup aroma badannya yang sangat kusukai ini
"Pokoknya kamu punya aku"ucapku dengan nada posesif yang membuat farhan terkekeh. Jika sudah begini sikap ku pasti akan sebelas duabelas dengan cindy
Farhan mengecup keningku dengan lembut lalu mengelus punggungku, Ah nikmatnya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya
Restaurant
Aku dan farhan berjalan memasuki restaurant untuk menemui aldo juga dewi karena masalah kemarin.
Kami melangkah menuju ruangan aldo dan mengetuk pintunya terlebih dahulu
"Kok gak dijawab sih?"tanyaku pada aldo ketika ketukan pintuku tidak disauti oleh aldo
Farhan lalu langsung membuka pintu tersebut dan kami terkejut melihat maura tengah berada di ruangan aldo.
Aldo benar benar mencari perkara denganku! Sudah kubilang untuk tidak mendekati maura namun tetap dilakukan!
"Pantesan kita ngetuk pintu gak dijawab ehh di dalem lagi berduaan"ucapku menyindir mereka aku menatap aldo dan maura tajam
Aldo menunjukan ekspresi malu nya sedangkan citra dengan ekspresi kesalnya. Ada apa ini?
"Ngapain kalian?"tanyaku
"Aku dipaksa kesini sama si om om pedofil ini kak"ucap maura padaku
__ADS_1
"Do lo bener bener ya!"ucapku pada aldo
"Mau kenalan aja padahal"ucap aldo
"Gausah kenalan! Inget ya gue gak setuju lo sama maura. Titik!"ucapku pada aldo
"Oke langsung ke intinya, gue mau lo—"ucapku terpotong oleh aldo
"Pecat dewi?"tanya aldo padaku
"Kok tau?"tanyaku
"Si maura udah cerita semuanya. Dia adik yang baik loh lin mau ngebantuin lo"ucap aldo
"Nah yaudah gitu"ucapku
"Nanti gue akan manggil dia"ucap aldo
"Lagipula ya ini semua udah salah dari awal, masa iya semua pelayan disini cewe cewe muda sexy gitu? Do! Ini tuh restaurant bukan tempat spa plus plus"ucapku
"Bener banget! Dasar pedofil! Udah kepala 3 ehh masih aja mesum"ucap maura
"Kamu mau aku ganti semua pegawai?"tanya aldo pada maura
"Iya! Mereka semua tuh kerjanya juga gabagus, ini restaurant mengedepankan kualitas rasa makanan bukan service nya!"ucap maura
"Ngambil mereka dimana sih? Tempat pijet plus plus?"tanya maura
"Oke mulai besok aku ganti seluruh pekerja disini, aku kasih pesangon untuk mereka"ucap aldo
"Giliran si maura yang ngomong lo setuju!! Kesel banget sih"ucap ku dengan kesal
Aku melihat farhan menggelengkan kepalanya, beginilah farhan jika kamu sudah bertemu tiga manusia rusuh.
Produksi mamah mayang memang benar benar rusuh. Terbukti dari diriku dan maura.
"Yaudah ayo lin kita pulang aja, kasian mamah jagain cindy"ucap farhan yang ku angguki
"Maura ayo mau pulang gak? Ada mamah jessie di rumah kakak, kamu katanya mau nanya cara buat kue"ucap ku pada maura
"Maura biar gue anter aja"ucap aldo padaku
"Gak!"ucapku lalu menarik maura pergi
Kami bertiga lalu berjalan menuju mobil farhan yang terparkir.
"Kak aldo beneran se mesum itu kak?"tanya maura
"Iya"jawabku
"Tapi baik"ucap maura
"Kamu mau dapet bekasan kakak?"tanyaku menohok pada maura
"Kalau udah jodoh ya mau gimana"jawab maura yang membuatku dan farhan tertawa
"Masih SMA udah ngomongin jodoh, masih panjang perjalanan kamu"ucap farhan
"Kaya kalian enggak aja! Aku tau ya dari mamah jessie semuanya"ucap maura yang membuatku sedikit skak mat
"Dulu kakak sama aldo putus karena masalah"ucapku pada maura
"Iyalah kakak galak! Gak mau ngalah juga"ucap maura yang membuatku kesal
"Terus kamu apa? Kamu barbar, rusuh dan galak gini yakin bisa tahan sama aldo? Kakak jamin gak akan bertahan lebih dari sebulan"ucapku pada maura dan berjalan lebih dulu
__ADS_1
Sulit sekali bicara pada anak ini
bersambung