
“Egon.. Egon?” Seseorang memanggil nama Egon berulang kali.
Egon yang merasa terganggu pun membuka matanya untuk memastikan siapa si pemilik suara.
“Anastasia?” Ucapnya ketika mendapati gadis berambut putih pirang berada dalam pandangannya.
Putri Anastasia terduduk di samping Egon yang sedang terbaring di sebuah ruangan kosong. Tidak ada satu barang pun terlihat di dalamnya. Hanya dirinya dan putri Anastasia-lah yang berada di sana.
“Akhirnya aku bisa menghubungimu..” ucapnya.
“Di mana ini?” Egon pun bangkit dari tidurnya dan memperhatikan sekelilingnya yang hanya dikelilingi cahaya putih.
“Kau di dalam mimpimu, aku berusaha menghubungimu lewat mimpi selama ini, tapi sangat sulit..”
“Hmm? Ada apa? Di mana Frederick?” Egon bertanya dengan wajah yang terlihat sedikit panik.
“Egon, ada yang harus kau dengarkan..” tanpa menjawab pertanyaan Egon terlebih dahulu, putri Anastasia meminta Egon untuk diam.
“…”
“Jiwaku tidak diterima oleh tubuh baruku,” ucap Anastasia seraya memandang lelaki di hadapannya dengan muka pasrah.
“Apa? Kupikir sihir saat itu—“
“Ya, aku pikir juga begitu..” Anastasia tersenyum masam.
“Saat kita akan melakukan sihir untuk memindahkan jiwa-ku dan Frederick ke tubuh baru, Frederick berpikir kau akan memenggalnya..” lanjutnya.
“Sepertinya karena saat itu Frederick sangat ketakutan, kekuatan sihir yang ada dalam dirinya selama ini bangkit.
Kekuatan itu langsung aktif untuk menangkal bahaya yang datang ke tubuh tuannya. Hal itu mengakibatkan sihir yang kita gunakan tidak berfungsi dengan baik..
“Frederick berhasil mengisi tubuh barunya.. tapi aku tidak.. Aku tersesat di sini….
Dan lebih parah lagi, aku kehilangan memori tentang kalian dan diriku sendiri.” suara putri Anastasia mulai parau. Kesedihan dan penderitaan selama ini, terpampang jelas di wajahnya.
“Sampai akhirnya beberapa waktu lalu, tiba-tiba aku mengingat kembali siapa diriku, dan aku mencoba menggunakan sihirku kembali untuk menghubungi Frederick melalui mimpi..
Tapi, saat kami berhasil bertemu, kami tidak bisa saling berbicara, aku pikir itu mungkin karena jiwanya sudah berada di tubuh barunya.. Jadi, aku pun mencoba cara lain yaitu untuk menghubungimu..” Putri Anastasia pun menangis terisak.
Egon tidak dapat membayangkan seberapa berat penderitaannya.
Setelah bertahun-tahun berada di dunia yang tidak ia kenal, tanpa memori, tanpa tujuan.
Hal yang lebih menakutkan daripada dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri.
“Maafkan aku, aku terlalu egois..”
“Kau benar, hanya karena keinginanmu untuk membunuh Raja! Kau melakukan ini pada kami!” Putri Anastasia pun menjerit tidak karuan.
Egon semakin merasa bersalah melihat bagaimana seorang Anastasia yang selalu terlihat tegar, kini terlihat sangat rapuh di hadapannya.
Ia tidak habis pikir, efek sihir yang digunakan pada Anastasia dan Frederick akan menjadi seperti itu.
Egon pun hanya bisa terdiam sambil mencoba menenangkan Anastasia dengan merangkulnya. Anastasia sendiri masih terus terisak, mengeluarkan semua perasaan yang ia pendam selama ini.
__ADS_1
“Aku akan mencari tahu cara untuk mengembalikanmu pada Frederick..”
“Iya, kau harus..” isaknya.
“Pasti..”
“Satu hal lagi..”
“Ya?”
“Aku tidak ingin melihatmu lagi..”
“Baiklah…”
“Maka dari itu, jauhkan dirimu dari tubuhku..”
***
“Egon! Kau sudah bangun?” Mysha terlihat terkejut ketika mendapati jari Egon bergerak.
“Egon, buka mata dan lihat aku!” Mysha kembali memanggilnya dengan suara yang sedikit lantang.
“Mysha? Kenapa kau teriak-teriak seperti itu?”
“Syukurlah kau bangun!” Mysha pun memeluk tubuh Egon ketika ia berusaha bangkit dari tidurnya.
Kepalanya sangat sakit. Tubuhnya pun sulit ia gerakkan.
“Aku kenapa?” Tanyanya pada Mysha.
“Kau pingsan selama dua hari dua malam! untung saja kamarmu tidak terkunci. Jadi, aku dapat langsung membawamu ke kasur begitu melihatmu terkapar di lantai!”
“Aku langsung menghubungi dokter, beliau membantuku untuk mengangkatmu..”
“Ah, terima kasih..”
“Dokter bilang mungkin kau terlalu kelelahan..”
“…”
“Apa kau lapar? Aku sudah memasak bubur untukmu, mau kubawakan?” Dengan wajah sangat khawatir Mysha pun bertanya.
“Terima kasih..” sambil mengangguk, ia pun meminta tolong pada Mysha.
Begitu Mysha bangkit untuk mengambil bubur di dapur, Egon pun duduk di pinggir ranjang sambil mendesah panjang.
Tubuhnya dipenuhi keringat walaupun AC di kamarnya dalam keadaan menyala.
Ia tidak percaya, setelah sekian lama ia tidak berjumpa dengan Anastasia, akhirnya ia dapat menjumpainya kembali. Sayangnya, perjumpaannya tersebut sangatlah tidak menyenangkan.
Anastasia yang dulu ia cintai, yang telah ia ikhlaskan untuk lelaki lain, kini membencinya. Ia tidak bisa terima itu. Padahal, dia sendirilah yang menyebabkan gadis itu membencinya.
Egon menopang kepalanya dengan kedua tangannya yang berada di atas lutut. Ia tidak menyangka semuanya akan menjadi kacau balau seperti ini.
Frederick yang ia pikir tidak memiliki energi sihir sama sekali, tiba-tiba bisa menangkal sihirnya. Padahal saat itu, sihir yang ia gunakan cukup kuat karena dibantu oleh Anastasia.
Dari sana, ia pun paham, bahwa kemunculan dirinya ke sini, adalah dampak dari tidak sempurnanya sihir yang ia gunakan pada Frederick dan Anastasia.
__ADS_1
Sejujurnya, Ia ingin sekali menganggapnya hanya mimpi, tapi, energi sihir yang ia rasakan saat bersama Anastasia dalam mimpinya sangatlah besar. Sehingga ia tahu bahwa itu bukanlah mimpi belaka.
“Egon?” Mysha memanggilnya lembut.
“Ah, kau sudah di sini rupanya.. aku tidak melihatmu..”
“Kau terlihat sangat pucat.. Minumlah dulu..”
“Iya..” Egon mengambil gelas berisi air putih yang dibawakan oleh Mysha. Ia pun langsung menegukkan seluruhnya.
“Dan ini, buburnya sudah kuhangatkan..” Mysha lalu menukar gelas yang dipegang Egon dengan semangkuk bubur hangat.
“Terima kasih..” Egon tersenyum lemas.
Tanpa berlama-lama, ia pun lalu menyantap hidangan tersebut.
Mysha pun merasa lega melihat lelaki di hadapannya makan masakan yang ia buat dengan lahap.
‘Sepertinya aku berhasil membuat bubur pertamaku..’ ucapnya dalam hati.
“Bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Egon.
“Sudah kuselesaikan semua..” jawab Mysha.
“Oh ya, kau juga ditelpon oleh beberapa orang, masalah endorsement-mu. Aku sudah bilang kalau kamu sedang sakit, dan tidak bisa mengunggah apapun untuk sementara waktu. Aku sudah mencoba bernego dengan mereka, agar mau mengganti jadwal postingnya. Dan mereka ok-ok saja..” jelas Mysha.
“Terima kasih.. kau selalu bisa diandalkan..”
“Sama-sama. Kuharap kau mentraktirku sebagai gantinya,” Ucapnya dengan nada bercanda.
“Apapun yang kau mau..”
“Hehe..” Mysha pun lalu kembali duduk di kursi yang berada tak jauh dari ranjang Egon, memperhatikan lelaki di hadapannya sambil tersenyum.
Selesai Egon menyantap buburnya, Egon pun berdiri untuk meregangkan tubuhnya. “Terima kasih.. Aku sudah merasa baikan.. sepertinya tadi aku lemas karena belum makan,” ucapnya.
“Syukurlah,” Mysha pun kembali tersenyum lega mendengarnya.
“Kalau begitu, aku akan mandi sebentar, apa kau mau menunggu?” Tanya Egon.
“Ah, sudah malam, lebih baik aku ke kamarku.. besok aku harus pergi ke kantor,” jawabnya.
“Baiklah, kalau begitu selamat malam..”
“Selamat malam, Egon..”
Tanpa menunggu Mysha keluar terlebih dahulu, Egon pun masuk ke dalam kamar mandi.
Pertemuannya dengan Anastasia membuat dirinya lagi-lagi merasa bimbang terhadap jalannya yang dipilih untuk bersama Mysha.
Dia merasa seperti pria brengsek yang sedang mempermainkan hati seorang gadis baik hati seperti Mysha.
Ia tidak ingin membuat orang kecewa padanya sekali lagi.
Setidaknya, pada orang yang dicintainya.
***
__ADS_1
Bersambung…