
“Mysha.. Mysha..” seseorang memanggil Mysha dengan lembut.
“Sadarlah, aku tidak ada banyak waktu..” suara tersebut kembali membangunkannya. Membuat Mysha mau tidak mau membuka matanya.
Mysha memperhatikan sosok yang membangunkannya itu. Gadis cantik berkulit pucat dengan rambut putih pirang yang panjang menjuntai menghiasi tubuhnya. Tubuhnya ramping dan bibirnya merah merona seperti apel.
“Kau.. Anastasia?” Mysha menerkanya dengan tepat. Tentu saja, siapa lagi wanita berparas cantik yang memiliki ciri-ciri seperti dirinya. Belum lagi, akhir-akhir ini kehidupannya diisi dengan karakter yang berasal dari ‘The Dark Prince.’
“Iya, ini aku..” gadis di hadapannya tersenyum kecil. Mysha dapat melihat kesedihan bercampur dengan perasaan lega dari raut wajahnya.
“Tapi, di mana aku?” Mysha melihat sekelilingnya untuk menemukan jawabannya, tetapi, ia tidak menemukan apapun. Hanya ruang kosong yang dikelilingi oleh cahaya putih.
“Kamu ada di tempat yang aman. Tidak perlu khawatir..” jelas Anastasia.
“Hmm..” dengan raut wajah bingung, Mysha mencoba mempercayai kata-kata Anastasia.
“Ada hal yang harus kuberitahu padamu.. ini menyangkut Egon dan Frederick,” Anastasia memasang wajah serius.
Melihat tangan Anastasia yang bergetar, Mysha menyadari bahwa saat ini akan ada informasi penting yang membuatnya harus waspada. Akan ada sesuatu yang akan terjadi diantara mereka.
Ia pun memasang telinganya untuk mendengarkan Anastasia lebih lanjut.
Dan benar saja, Anastasia menjelaskan pada Mysha mengenai kehidupannya, juga mengenai Egon dan Frederick.
Saat bagaimana Anastasia mencintai Egon di kehidupan pertama mereka.
Saat Egon mengkhianatinya dan membuangnya di kehidupan kedua.
Dan saat Frederick yang mengulurkan tangannya untuk membawanya keluar dari keputusasaan.
Menginjak umur empat belas tahun, Raja menyuruhnya menemui Egon di kamarnya. Begitu bertemu dengan Egon, ia melihat bahwa Egon bukan lagi orang yang sama. Hanya ada kebencian yang dapat ia temukan dalam sorot matanya.
Anastasia sangat ketakutan saat itu. Tetapi, aih-alih mengajaknya tidur bersama, Egon datang mendekatinya dan mengajaknya bekerja sama. Ia membeberkan plot tersembunyi untuk membantai Raja Ecroupevell dengan memprovokasi negara tetangganya.
__ADS_1
Lalu, Anastasia diberi pilihan.
Pergi bersamanya atau ia akan ikut dikirim dengan Frederick dan Nikolai ke suatu tempat tersembunyi.
Sebelum memberi jawaban, Anastasia meminta Egon untuk memberitahu alasan dibalik pemberontakan tersebut. Awalnya, ia berpikir bahwa Egon hanya haus darah dan gila. Tapi tidak, Egon tidak menginginkan tahta. Ia hanya ingin membuat sang Raja menderita karena dendamnya.
Egon berjanji, jika aksi balas dendamnya berhasil, ia akan mengembalikan semua pada Frederick.
Sayangnya, Anastasia menolak hal tersebut.
Ia tidak ingin Frederick memimpin negara yang diberikan dari hasil pertumpahan darah keluarganya sendiri. Anastasia sudah cukup melihat Frederick tersiksa saat ia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Egon di alun-alun kota.
Anastasia pun mengusulkan untuk mengirim dirinya dan Frederick ke kehidupan baru, walau ia akan kehilangan seluruh kekuatan sihirnya.
Dengan berberat hati, Egon pun menyetujuinya.
Yang tidak mereka ketahui adalah, kekuatan sihir yang seharusnya tidak ada lagi pada diri Frederick, tiba-tiba muncul dan meledak disaat Egon dan Anastasia menggunakan sihir untuk mengirim jiwa keduanya ke tempat baru.
Ledakan sihir itu membuat jiwa Anastasia tidak berhasil masuk ke tubuh Mysha. Jiwanya hanya bisa terluntang-lantung memperhatikan Frederick bagai kamera pengintai.
Tak lama setelah itu, Ingatan Frederick juga kembali secara lngsung bagai petir yang menyambar. Mentalnya ikut terbawa memburuk. Anastasia yang hanya bisa melihat itu semua, ikut menangis tak karuan. Ia berharap bisa menarik permintaannya pada Egon untuk menebus dosanya. Sayangnya, permintaannya tidak terkabul. Ia hanya bisa terus berjalan menghadapi takdirnya.
Lalu, Anastasia sadar akan satu hal.
Kondisi tubuh Frederick yang tidak stabil, ternyata menjadi celah bagi dirinya untuk memasuki alam bawah sadarnya. Sayangnya, walaupun ia berhasil bertemu di dalam mimpi Frederick, mereka tidak bisa saling berbicara.
Walaupun begitu, usahanya tidak sia-sia. Secara ajaib, pertemuan itu membuat tubuh Frederick kembali stabil sedikit demi sedikit. Frederick pun mulai menerima kenyataan bahwa hidupnya bukanlah yang pertama kali dan rasa bencinya pada Egon pun mulai tumbuh.
Setiap mengingat sosok Egon yang memegang pedang, bersiap untuk menebas kepalanya, Ia mengutuk Egon berkali-kali. Jika ia diberi satu kesempatan, ingin rasanya ia mengembalikan semua sakit yang ia terima pada Egon.
Selang beberapa tahun, Anastasia merasakan energi Egon datang ke dunia dimana Frederick berada. Ia bisa langsung menebak bahwa energi Egon yang muncul bukan hanya sekedar energinya. Ia yakin bahwa tubuhnya pun pasti ada di suatu tempat.
Dan ternyata tebakannya tepat. Egon muncul di dunianya dan tempat ia muncul itu adalah, di samping tubuh yang seharusnya menjadi miliknya.
__ADS_1
Ia tidak tahu alasan kenapa Egon bisa tiba-tiba muncul, tetapi, mengingat bagaimana sihir Frederick yang selalu tiba-tiba berfungsi tanpa kesadaran tuannya, ia percaya, bahwa rasa dendam Frederick-lah yang menarik paksa tubuh Egon ke sana.
Frederick. Egon. Mysha.
Mengerti kegentingan yang akan terjadi, Anastasia pun langsung mencoba menghubungi Egon dengan cara yang sama dengan Frederick. Dan lagi-lagi, itu bukanlah hal yang mudah.
Tetapi, tentu saja Anastasia tidak menyerah begitu saja. Setelah beberapa kali mencoba, ia pun berhasil memasuki mimpinya ketika tubuh Egon mulai melemah.
Ya, tubuh Egon melemah.
Berbeda dengan Frederick yang terlahir kembali dengan tubuh baru, Egon datang secara paksa dengan tubuh aslinya. Dunia tempat mereka berada sekarang, menolak tubuh Egon yang bukan berasal dari dunia tersebut. Akibatnya, sedikit demi sedikit, tubuhnya pun semakin melemah akibat penolakan.
Anastasia baru menyadarinya ketika ia selesai menghubungi Egon. Padahal ia sendiri yang menyuruh Egon untuk tidak dekat-dekat dengan tubuhnya yang baru agar Mysha bisa bersama dengan Frederick. Tapi, sepertinya cara satu-satunya adalah meminta tolong pada Mysha. Karena ia khawatir jika menghubungi Egon lagi, tubuh Egon tidak akan mampu menerima energi Anastasia.
“Jadi, kau paham kan? Egon harus pergi dari sana. Bahkan kalau bisa, ia harus kembali ke masanya agar tubuhnya bisa pulih dengan sisa energi yang dimilikinya,” jelas Anastasia.
Wajah Mysha berubah pucat setelah mendengar semua penjelasan Anastasia. Ia tidak percaya bahwa dirinya dan Anastasia, dulu adalah satu.
“Bagaimana aku bisa mengembalikan Egon?” Mysha menahan perasaannya yang hancur.
“Sihir Frederick,” jawabnya. “Diantara kami bertiga, Frederick-lah yang memiliki kekuatan sihir paling kuat, hanya saja dia tidak menyadarinya, kau harus bantu meyakinkannya bahwa ia bisa mengirim Egon kembali,” lanjutnya.
“Tapi kenapa? Bukankah kau membenci Egon?” Tanya Mysha kembali.
“Aku membencinya, tapi aku ingin Frederick hidup tanpa harus membalas dendam pada Egon dengan cara menyakitinya. Hidupnya akan semakin tidak tenang..” Anastasia menjawabnya dengan senyuman paksa.
Mysha mengangguk setuju. Itulah hal yang ia pikirkan ketika membaca novel tentang Egon yang membalas dendam pada sang raja dengan membunuhnya dan anak-anaknya.
“Kalau begitu, aku akan menemuinya sekarang,”
“Iya, cepatlah..”
***
__ADS_1
Bersambung