Dendam Sang Pangeran

Dendam Sang Pangeran
25: Pertemuan kembali


__ADS_3

Egon menatap layar ponselnya dan melihat kembali email yang dikirim oleh Frederick, penulis novel aneh yang secara sengaja memasukkan nama dirinya di dalam novel buatannya.


Sejujurnya, sejak mendengar nama asli pengarang novel ‘The Dark Prince,’ Egon penasaran dan ingin bertanya langsung bagaimana ia mendapatkan ide cerita ‘The Dark Prince?’ Tetapi, ia menahan dirinya untuk tidak melakukan hal tersebut, karena, ia berpikir l, bahwa mungkin saja semua itu hanyalah sebuah kebetulan.


Tidak mungkin kalau penulis aneh itu berasal dari tempat Egon berasal. Tapi, setelah pertemuannya dengan Anastasia beberapa waktu lalu, ia menjadi yakin bahwa kemungkinan Frederick itu adalah Pangeran sekaligus Putra Mahkota Frederick, kakak kandungnya itu tinggi.


Sebelum memutuskan bertemu Frederick, ia membuat dugaan-dugaan sementara.


Seperti,


‘Apakah Frederick mengingat dirinya?’


‘Apakah ingatannya dengan masa lalulah yang membuat dirinya menulis novel itu?’


‘Apakah ia mengingat Anastasia?’


‘Jika ia mengingat kehidupannya di tempat lain, apa ingatan terakhirnya? Saat melihat Egon dipenggal? Atau saat Egon akan memenggalnya?’


Sebelum ia pasti akan hal itu, ia berencana menahan dirinya sebelum datang menemuinya. Walaupun ia sendiri tidak tahu bagaimana ia memastikan itu semua.


Ting ting


Ponsel Egon berdering karena panggilan masuk. Melihat nama Mysha terpapar jelas di layar ponselnya, Egon pun langsung mengangkatnya tanpa ragu.


Ia tidak tahu, bahwa itu akan menjadi percakapan terakhirnya yang ia lakukan dengan Mysha.


“Egon! Aku baru saja menolak Frederick dan sekarang aku sedang menaiki taksi untuk pulang..”


“Berhati-hatilah..”


“Iya.. dan.. ada hal yang harus kau dengar!”


“Hmm? Sepertinya kau antusias sekali..”


“Ini menyangkut novel The Dark Prince! Kau tau, Frederick bilang ia tiba-tiba mendapat ide cerita itu saat ia masih remaja. Ia seperti terbangun dari tidurnya yang lama dan mendapat ingatan tentang kehidupan lamanya. Apa mungkin Frederick itu… sama sepertimu?”


“…”


“Ibunya bilang, ia mengalami shock parah, sampai seperti orang gila yang hanya meneriaki nama Egon dan Anastasia.. Lalu, Anastasia datang ke mimpinya untuk berkata sesuatu, tapi Frederick tidak dapat mendengarnya,”


“Kau bertemu ibunya juga?” Sambil menahan diri untuk tidak membeberkan begitu saja apa yang ia pikirkan mengenai Frederick pada Mysha, Egon mencoba menanggapi Mysha dengan santai.


“Ah iya, kami kebetulan bertemu. Dan kau tau Egon, saat terakhir aku mau berpisah dengan Frederick, aku mendengarnya bergumam sesuatu..”


“Apa?”


“Ia bilang, ‘lagi-lagi kau memilih Egon,’ Aku jadi berpikir, apakah dulu Anastasia memilihmu?” Mendengar itu, matanya terbelalak dan dada Egon langsung berdegup kencang.


‘Memilih Egon?’ Seakan semua telah diatur oleh Frederick, semua pertanyaan yang membuatnya bimbang, terjawab sudah semua.


Ia harus meluruskannya sekarang. Pikirnya.


“Kau tahu alamat Frederick, ‘kan? Boleh aku memintanya?”

__ADS_1


“Ah, tentu, hey, tapi kau belum menjawab pertanyaanku..”


“Aku akan menjelaskannya nanti ketika aku selesai memastikan sesuatu.. jadi, kirimkan saja dulu alamtnya..”


Egon lalu mematikan teleponnya secara sepihak.


Mysha yang kebingungan dengan tingkah Egon pun, hanya bisa termenung bingung.


Ini alamat dan nomor ponselnya.


Kau akan ke sana?


Mysha mengirim Egon pesan berisi alamat dan nomor ponsel Frederick. Begitu menerimanya, Egon langsung mengambil jaket, topi dan maskernya untuk menemui Frederick.


***


Perjalanan yang seharusnya tidak terlalu jauh pun jadi terasa sangat panjang. Egon mengepalkan tangannya yang bergetar dan berkeringat karena penantiannya untuk bertemu Pangeran Frederick.


Kebetulan-kebetulan yang datang terus-menerus itu, membuatnya gila. Di dalam taksi yang sempit ia terus memikirkan apa yang harus ia jelaskan pada Frederick nanti.


‘Apakah Anastasia menemuiku karena ia tahu bahwa Frederick ada di dekatku?’ Tanyanya.


Ia lalu melihat kepalan tangannya. Berandai-andai jika sihirnya bisa kembali muncul untuk memperbaiki ini semua.


***


“Bu.. sudah sampai lokasi tujuan..” supir taksi yang membawa Mysha membangunkan Mysha yang tertidur di belakang.


Padahal jarak tempuh dari mall ke apartemennya tidak terlalu jauh. Tapi tiba-tiba, Pelanggannya tertidur setelah meracau pada ponselnya.


“Astaga, bu!” Supir itu mulai panik melihat Mysha yang tak bisa dibangunkan. Ia pun langsung membawa Mysha ke rumah sakit terdekat.


***


Taksi pun tiba di titik tempat tinggal Frederick. Egon menarik nafas panjang sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Setelah ia mengkonfirmasi identitasnya pada satpam yang berjaga, ia pun diantar ke lantai tempat Frederick tinggal.


Tak lama setelah Egon menekan belnya, pria tinggi dan tampan keluar dari balik pintu.


“Hai..” Egon menarik maskernya dan menatap kakaknya itu. Fisik Frederick benar-benar berbeda dari Frederick yang ia kenal. Tapi ia tahu bahwa itu adalah dirinya.


“Egon..” tidak percaya dengan kedatangan Egon yang tiba-tiba, Frederick sesaat diam mematung melihatnya.


Pikiran keduanya terhanyut dengan pikirannya masing-masing.


Walaupun begitu, Frederick masih bisa menjaga kewarasannya untuk menyuruh Egon masuk terlebih dahulu.


“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Frederick dengan ketus, Begitu ia menutup pintu mansionnya.


“Aku harus meluruskan semua ini padamu..”


“Apa? Tentang anakmu? Atau tentang ayah?”

__ADS_1


“Semua.. aku akan menjawab semua yang kau ingin tahu..”


“Kau mengambil Anastasia, aku mencintainya..”


“Aku mengembalikannya padamu, kau tahu bahwa Anastasia sekarang mencintaimu..”


“Lalu kau membunuhnya dan juga ayah?”


“Aku tidak membunuhnya, aku bersepakat dengan Anastasia untuk mengirim kalian berdua ke sini sebagai orang baru, agar kalian bisa hidup dengan tenang di sini.”


“Omong kosong apa itu? Setelah kau memenggalku?” Frederick meninggikan suaranya. Matanya pun bergetar karena amarahnya.


“Aku terlihat memenggalmu, tapi itu tidak terjadi.. Seperti yang kukatakan tadi, aku mengirimmu ke—“


Deg!


Tiba-tiba tubuh Egon terasa lemas. Untung ia bisa segera menopang berat tubuhnya dengan satu kakinya agar tidak jatuh.


“Yang mulia” dengan posisi berlutut dengan satu kaki, ia menatap Frederick.


Frederick menatapnya balikdengan tegas. Amarah telah menguasai dirinya. Sehingga membuatnya kehilangan akal dan perasaannya.


“Putri Anastasia mencintaimu..” sambil terengah-engah, Egon memberitahu perasaan putri Anastasia.


“Kau memiliki seluruh ingatanmu, Raja yang berlaku seperti ini pada kita,” jelasnya lagi.


Frederick mengambil langkah, mendekati meja makna yang terletak tah jauh dari sana.


“Jujurlah padaku,“ Frederick mengecilkan suaranya. Menggenggam erat kursi makan yang ada di depannya.


“Kapan kau tahu bahwa Mysha adalah reinkarnasi Anastasia?” Frederick menatap Egon kembali.


Egon terdiam.


Ia menurunkan pandangannya. Kakinya yang tadinya ia angkat sebelah pun, ia turunkan ke bawah. Ia duduk dengan kedua lutut menumpu tubuhnya.


“Maafkan aku..” jawab Egon.


“Bajingan!” Frederick menarik kursi yang ada di hadapannya dan melemparkannya ke tubuh yang sedang berlutut di hadapannya.


Ia pun dengan segera meraih pisau buah yang terletak di atas meja. Ia berlari ke arah Egon dan menarik bajunya.


“Apa kau pikir setelah kau membuatku menderita di kehidupan pertama, kedua, dan di sini, aku bisa memaafkanmu?” Frederick mengacungkan pisaunya pada leher Egon.


Egon tidak menjawab apapun.


Memang itulah faktanya.


Pada kehidupan pertamanya, ia menghamili Anastasia yang ia cintai. Pada kehidupan keduanya, Frederick harus mengorbankan dirinya untuk bereinkarnasi ke sini. Dan sekarang? Karir Egon melesat dan Mysha memilih Egon. Sementara ia? Harus menderita karena kembalinya ingatan masa lalunya, lalu kehilangan Mysha.


Ia dapat melihat bagaimana mata Frederick memandangnya dengan penuh kebencian. Seperti bagaimana ia memandang sang Raja dulu.


“Jika kau dendam padaku, inilah kesempatanmu untuk balas dendam,” ucap Egon.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2