DENDAM Seorang Anak

DENDAM Seorang Anak
Obat


__ADS_3

Berita miring yang menyerang perusahaan Lesmana, kini hilang bak di telan bumi. Dengan kekuasaan, Indra Lesmana mampu membuat berita tersebut hangus. Dia menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan orang yang telah berani menyebarkan berita hoax tentangnya. Ya walaupun pada kenyataannya, dia-lah dalang dari tragedi 14 tahun yang lalu.


Xavier mengbari Felly jika orang yang dia suruh untuk menjadi pengasuh cuci Lesmana, kini telah di terima untuk berkerja. Tentu hal itu membuat Felly bersemangat untuk semakin menghancurkan keluarga Lesmana dengan perlahan.


Felly meminta pengasuh cucu Lesmana untuk memberikan obat yang salah kepada Cila, cucu keluarga Lesmana. "Ganti obat yang biasa di minum oleh Cila. Ganti dengan obat ini, ingat pastikan dia meminum obat ini." perintah Felly kepada pengasuh Cila yang merupakan orang suruhan Xavier.


"Baik nona, saya akan menggantikannya."


"Bagus, kalau begitu silahkan kamu kembali."


Obat yang diberikan Felly kepada pengasuh Cila, adalah obat yang akan menyebabkan kelumpuhan. Obat itu akan membuat Cila lumpuh dengan perlahan, seperti apa yang dilakukan Indra dulu kepada mendiang adiknya.


Felly tidak sabar untuk menunggu bagaimana nanti reaksi Indra Lesmana jika mendapati cucu kesayangannya itu lumpuh. "Benar yang dikatakan oleh Xavier. Lebih bagus jika kita membalas mereka dengan cara perlahan, merebut semua yang mereka punya saat ini, termasuk keluarga. Aku akan menghancurkan keluargamu, Indra Lesmana."


Setelah urusannya selesai, Felly bergegas pergi dari tempat pertemuannya dengan orang suruhan Xavier yang menyamar sebagai pengasuh Cila, cucu keluarga Lesmana.


Felly melajukan mobilnya menuju ke tempat lain. Dia membeli beberapa barang yang nantinya akan membantu Felly. "Aku tidak sabar menunggu kehancuranmu yang akan aku buat dengan perlahan," gumam Felly.


Mendapatkan barang-barang yang dia butuhkan, Felly langsung bergegas pergi dari tempat tersebut. Mobilnya melaju dengan kencang menuju kediamannya. Sesampainya, Felly langsung menghampiri Dira yang tengah mengutak-atik jari-jarinya dengan laptop.


"Apa kamu sudah menemukannya?" tanya Felly menatap Dira.


Dira menghentikan gerakan jari-jarinya, dia mendongak menatap Felly, sahabatnya. "Sudah, aku sudah menemukan pelaku yang telah menghabisi adikku. Orang yang sama, Indra Lesmana." jawab Dira dengan wajah sendu, namun memendam amarah yang besar.


Dulu Dira mencoba mencegah Felly untuk melakukan balas dendam kepada keluarga Lesmana. Namun sekarang, setelah mendapati bahwa adiknya ikut hancur di tangan Indra, membuat kobaran api menyala dari hati Dira. Tanda yang ada dengan Indra, membuat dirinya yakin jika Indra lah yang telah menghabisi adiknya.


Felly memeluk Dira, dia mengerti bagaimana kini perasaan Dira. Felly sudah merasakan bagaimana sakit dan sesaknya sesaat mengetahui orang yang kita sayangi, hancur di tangan orang lain.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu, kita sudah dekat dengan pembalasan. Biarkan mereka menikmati karma dengan perlahan. Bukankah itu yang kamu katakan dulu kepadaku?"


"Rasanya sangat sakit." ucap Dira dengan suara yang bergetar. Dia menangis dalam pelukan Felly.


"Aku mengerti, rasanya sangat sakit. Aku sudah merasakannya." Felly mengusap punggung Dira. "Berhentilah menangis, beberapa jam lagi kabar gembira akan sampai ke telinga kita." sambung Felly yang membuat Dira langsung menatap lekat dengan Felly.


"Kabar gembira apa?" tanya Dira bingung.


Felly tersenyum, dia tidak membalas tatapan Dira yang seolah menanyakan dengan apa yang dimaksud oleh perkataannya itu. "Kamu tunggu saja. Beberapa jam lagi kita akan mendapatkan kabar yang akan membuat kita senang."


"Aku tidak mengerti, namun jika kabar gembira itu ada kaitannya dengan Indra, aku akan menjadi orang yang bahagia karna telah membuat Indra hancur."


"Ya. Kamu tenang saja, semuanya akan berjalan dengan hukum alam. Siapapun orang yang telah menghabisi orang lain, maka dia akan mendapatkan balasan yang lebih pedih."


Felly dan Dira, ke-duanya terus membicarakan tentang keluarga Lesmana yang akan mereka buat hancur, sehancur-hancurnya.


Tidak hanya dengan obat yang diberikan untuk Cila. Pengasuh tersebut menerima obat yang ditugaskan untuk diberikan kepada anak bungsu Indra Lesmana, Hais.


Pengasuh itu rasanya sudah mengetahui obat apa yang akan diberikan kepada Hais, obat-obatan terlarang dengan dosis yang tinggi. Jika sampai obat tersebut di minum oleh Hais, mungkin efek kecanduannya akan kembali muncul.


"Aku rasa sebentar lagi akan ada peperangan." gumamnya sambil menuangkan obat itu dengan makanan dan minuman yang akan diberikan kepada Hais.


Xavier mengirimkan mata-mata, tentunya bukan orang yang bodoh. Dia mengirimkan orang yang sangat cerdas dan pintar untuk menjadi pengasuh cucu keluarga Lesmana. Salah satunya dengan pengasuh yang diberi nama samaran Ezie. Pengasuh yang mempunyai insting tajam.


Setelah merasa tugaskan telah sesuai dengan permintaan sahabat atasannya. Pengasuh Ezie langsung pergi dan menyingkirkan barang-barang yang bisa menjadi bukti untuknya, termasuk rekaman CCTV. Dia sudah menonaktifkan sesaat dirinya menuangkan obat untuk makanan Hais. Tidak menonaktifkan, namun dia menggantikannya dengan sudut lain.


Tepat, tepat sasaran. Pengasuh itu melihat Hais yang menuruni tangga, menuju meja makan yang terdapat makanan untuknya.

__ADS_1


Bentuk tubuhnya bahkan berbeda dengan kedua kakaknya. Hais lebih terlihat sangat kecil, tidak ada lemak berlebihan dengan tubuhnya.


Hais tanpa basa-basi dengan pelayan yang menyajikan makanan untuknya. Dia memilih langsung menyantap makanan yang berada di hadapannya.


Pengasuh itu mempotret Hais yang tengah memakan makanan yang telah dia berikan obat yang diberikan oleh Felly. Pengasuh itu mengirimkannya kepada atasan, dan sahabat atasannya, Felly.


Obat tersebut sangat mempunyai dosis yang tinggi, baru saja 2 sendok yang masuk ke dalam mulut Hais, dia langsung kejang-kejang.


Obat yang sudah 5 tahun ini tidak dia rasakan lagi, namun kini dia mendapatkan kembali rasa tersebut. Sungguh membuat tubuhnya terkejut dengan dosis yang tinggi.


Pelayan yang melihat tuan muda nya mereka tergeletak begitu saja, mereka berteriak memanggil orang-orang untuk membantu tuannya.


Nyonya Indra terpekik kaget sesaat melihat kondisi putranya yang sudah lama tidak dia temukan lagi. Kondisi yang kejang-kejang karna dosis obat yang tinggi.


"Hias... ada apa nak?" Nyonya Indra berteriak membantu putranya untuk duduk.


"Papah, Ruel, Diva, cepat kemari!!" teriak nyonya Indra yang langsung membuat mereka terkejut dengan teriakan tersebut.


"HAIS!!!"


...****************...


Hallo semuanya, mohon maaf ya author baru sempat update lagi. Author sedang dalam berduka dengan kepergian kakak(teteh) minta Do'a-do'a dari kalian ya untuk kakak author. Terimakasih.


Sambil nunggu update lagi, yuk mampir ke kaya di bawah ini:


__ADS_1


__ADS_2