DENDAM Seorang Anak

DENDAM Seorang Anak
Baru penyerangan awal


__ADS_3

"Kita akan masuk jika sudah ada aba-aba dari X." ucap Dira kepada Felly yang tengah memperhatikan mobil-mobil yang mulai berdatangan. Terlihat mobil tersebut adalah koleksi mobil-mobil mendiang Ayah nya.


Felly semakin geram saat melihat orang-orang bajing4n itu membawa wanita-wanita jal4ng menggunakan mobil-mobil ayah nya. Rasanya ingin sekali Felly langsung menembak kepala mereka. Namun saat ini bukanlah waktunya Felly langsung menunjukan dirinya. Dia ingin bermain-main dulu bersama mereka.


Orang-orang berpakaian hitam itu merangkul para wanita mereka untuk masuk ke dalam rumah pesta. Alunan musik keras menambah kemeriahan pesta mereka.


Dengan alunan musik, mereka saling menari satu sama lain. Minum, bahkan tidak segan untuk melakukan kegiatan panas lainnya.


Seorang laki-laki yang menyelinap masuk, dia menyamar sebagai seorang pelayan. Saat orang-orang lengah akan dirinya. Dia langsung memasukan beberapa serbuk ke dalam minuman yang akan dia berikan kepada semua orang.


Felly tersenyum puas saat mendapatkan sinyal dari rekannya. Dia tidak sabar menunggu beberapa menit untuk menghancurkan mereka semua. Felly memakai masker dan topinya. "Berpesta lah, sampai ajal kalian datang."


"Pelayan sial4n! mana minumnya?!" teriak seorang pria dengan perut buncit. Dia berteriak meminta minuman yang dia pesan.


Beberapa pelayan segara menyajikan minuman yang telah mereka buat. Satu persatu orang-orang itu meneguk minumannya. Alunan musik semakin keras terdengar.


Mereka tidak mengetahui bahwa orang-orang yang menyamar sebagai pelayan. Mereka adalah orang-orang Fellysia.


X tersenyum sinis menatap obat yang dia berikan kepada mereka mulai bereaksi. Dia kembali mengirimkan sinyalnya kepada Felly.


Orang-orang yang tadinya berpesta dengan antusias, kini mereka sesak nafas, kejang-kejang dan bahkan muntah dar4h.


Kembali mendapatkan sinyal kedua, Felly dan Dira langsung melakukan serangan mereka. Felly menembak orang-orang yang berjaga di luar. Dia cukup lihai dalam menangkis beneran serangan dari lawan.


Brak!


Felly menend4ng pintu masuk. Dia langsung menghabisi beberapa orang yang ada di hadapannya. Felly dan Dira saling bertatapan saat mereka sampai di sebuah kamar yang berisikan orang-orang berengs£k.


"Bereskan yang di luar. Biar yang di dalam itu urusanku." ucap Felly dengan nada tegas dia meminta Dira untuk tidak mengikutinya. Felly meminta Dira dan rekan-rekan yang lainnya untuk membereskan orang-orang yang berada di luar.


Alunan musik yang keras, membuat orang-orang yang berada di dalam kamar tidak mendengar suara tambakan ataupun suara kegaduhan. Mereka asik bersenang-senang.


Sampai lampur kamar tiba-tiba saja padam. Membuat mereka yang tengah bermain kartu langsung mengarahkan senter ponselnya.


"Ada apa ini? kenapa lampu tiba-tiba saja padam?"

__ADS_1


ke-empat laki-laki itu berteriak memanggil orang-orang yang berada di luar. Sudah terlalu banyak mereka berteriak namun tidak mendapatkan sahutan dari siapapun.


"Siala4n! siapa yang berani bermain-main dengan kita? apa mereka tidak tahu kita ini siap?!" ucap salah satu laki-laki dengan perut buncit nya dia mulai turun dari ranjangnya.


Saat hendak mereka keluar dari kamar. Terlebih dahulu terdengar suara langkah kaki yang cukup keras, membuat mereka langsung waspada akan siapa yang akan datang.


"Siapa?"


"Jangan main-main kamu! apa kamu tidak tahu kita siapa hah?!"


Felly tertawa keras mendengar ucapan mereka yang mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui siapa mereka. Jelas-jelas Felly ingat siapa mereka yang sebenarnya. Para bajing4n yang telah menghancurkan keluarganya.


"Memang siapa kalian?" tanya balik Felly menggunakan suara samaran yang telah dia siapkan. Ya, tidak hanya menutupi wajahnya namun Felly juga menutupi suara aslinya.


Orang-orang yang tadinya angkuh, mereka berangsut mundur saat mendengar suara yang menggelegar. Mereka kembali menyalakan senter ponselnya. Namun sialnya ponsel mereka semua tiba-tiba saja tidak bisa dinyalakan.


"Siapa kamu? Kenapa kamu mengganggu kami!"


Felly menarik pistolnya. Dia mengecup pistol kesayangannya. Felly tersenyum sinis menatap orang-orang yang berada di hadapannya. "Aku adalah ajal kalian!"


Dor!


Dor!


Dor!


Teriakan kesakitan yang dinanti-nanti oleh Felly, kini mulai terdengar olehnya. Felly melayangkan beberapa peluru ke bagian-bagian int*m mereka. Felly tersenyum puas saat mendapati orang-orang yang dulu menindas keluarganya, kini ikut kesakitan dengan balasan yang diberikan oleh Felly.


Tidak hanya menembak, Felly ikut mencambuk mereka sebagai dulu yang dilakukan oleh mereka kepada keluarganya. "Sakit?" tanya Felly dengan tertawa. Dia kembali mencambuk orang-orang yang sudah tidak berdaya itu.


"Ampun!! tolong hentikan, sakit!!"


"Ampun nona, tolong!!"


"Cih, ampun?" Felly berdecih, dia kembali mencambuk mereka. "Apa yang dilakukan kalian saat keluargaku meminta ampun untuk diberhentikan penyiksaannya? apa kalian menghentikannya?" mengingat bagaimana dulu keluarganya berteriak kesakitan dan meminta ampun, Felly semakin keras mencambuk mereka.

__ADS_1


"Kalian tidak menghentikannya! justru kalian malah semakin keras menyiksa keluargaku! BAJING4N!!!" teriak Felly dia kembali melayangkan tembakan-tembakan kepada mereka.


Tentu tembakan itu langsung menjadi ajal mereka. Ke-empat pria buncit itu langsung lenyap ditangan Felly.


Felly tertawa keras, dia tidak henti-henti melayangkan tembakannya. "Ini baru penyerangan awal, indra!"


Sampai Dira merebutnya. "Sudah Felly, hentikan! mereka sudah lenyap." ucap Dira yang meminta Felly untuk menghentikan tindakannya.


X langsung membawa Felly. Dia meminta orang-orangnya untuk mengambil beberapa barang bukti dan langsung membakar rumah ini.


"Hancurkan semuanya. Bakar rumah ini, ingat... jangan meninggalkan jejak sedikitpun! kalian paham?"


Orang-orang yang tadi menyamar sebagai pelayan, mereka mengangguk paham.


"Biar Felly ikut bersamaku." ucap Dira. Yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari X.


"Tidak, Felly membutuhkanku. Sebaiknya kita pergi ke rumahku. Felly membutuhkannya." tolak X.


Seorang pria terlihat marah besar saat mengetahui penyerangan yang dilakukan oleh seseorang. Mendapati banyak orang-orangnya lenyap, tentu membuat dirinya marah besar.


"Sial4n! siapa mereka? kenapa mereka melakukan penyerangan?!"


"Maaf tuan, mereka sepertinya cerdik. Mereka tidak meninggalkan jejak sedikitpun."


"Apapun itu, aku tidak terima ada orang yang berani mengusiku! urus semuanya Win. Aku menginginkan orang itu besok!!"


Win menatap tuanya. "Mohon maaf tuan Id, tetapi sepertinya akan sangat sulit untuk mendapatkan mereka. Seperti yang tadi saya ucapkan. Mereka sangat cerdik, bahkan lebih cerdik dari kita."


Indra Lesmana. Ya, pria yang tengah marah besar itu adalah Indra. Seorang pria yang 14 tahun lalu telah melenyapkan keluarga sahabatnya. Orang pertama yang akan menjadi target balas dendam Felly.


Indra marah bukan karna orang-orangnya yang lenyap. Namun dia marah saat mengetahui rumah yang menjadi tempatnya dulu kini hangus terbakar.


"Aku tidak mau tahu, kamu harus cepat menemukannya!"


...----------------...

__ADS_1


Hallo, terimakasih telah membaca cerita ini. Yuk berikan dukungan kalian dengan cara Like, komen, Vote, dan tebar bunga kalianšŸ˜ sambil nunggu yuk mampir ke novel di bawah ini:



__ADS_2