DENDAM Seorang Anak

DENDAM Seorang Anak
Misi pertama


__ADS_3

"Ingat, kamu harus lolos dari dirinya Fel. Jangan mengeluarkan kecurigaan sedikit pun."


Felly mengangguk, dia turun dari mobilnya. Jarak perusahaan yang dia tuju sangat jauh, Felly sengaja tidak menggunakan mobil pribadi menuju perusahaannya.


"Aku harus bisa mengendalikan diriku." lirih Felly. Dia menghembuskan nafas kasarnya.


Felly berjalan menuju perusahaan yang dia tuju. Setiap langkah dirinya selalu teringat bagaimana dulu dia menemani ayah nya ke perusahaan. Jalan yang 14 tahun yang lalu, kini sudah banyak yang berubah. Namun semua itu tidak berubah dengan rasa dendam Felly yang semakin besar.


Saat sampai di perusahaan. Felly mengeratkan tangannya saat melihat perusahaan ayah nya yang sudah di rubah setiap sudutnya. Felly teringat akan ucapan ayah nya yang tidak ingin jika perusahaan yang dulu dia bangun sejak nol, dirubah setiap sisi bangunannya.


Sekuat mungkin Felly menahan dirinya untuk tidak menyerang orang-orang dihadapannya. Wajah-wajah mereka masih Felly ingat dengan jelas. Wajah-wajah para bajing4n yang telah menghancurkan calon kakak iparnya dan mamahnya.


"Mungkin kalian saat ini masih bisa tertawa seperti itu. Tapi lihat saja beberapa jam ini kalian akan menangis kesakitan." batin Felly menatap sinis ke arah orang-orang yang telah menghancurkan keluarganya.


Ternyata banyak juga yang melamar kerja ke perusahaan ayahnya. Namun pastinya yang diterima hanya sedikit. Dan Felly berada di salah satu orang yang telah diterima oleh perusahaan mendiang ayah nya sendiri.


"Fellysia Anastasya." panggil HRD yang langsung menatap ke arah Felly.


Dengan tersenyum tipis. Felly menghampiri HRD yang memanggilnya. "Iya bu, saya."


"Tunggu di ruangan itu (HRD menunjuk salah satu ruangan yang berada di sampingnya) sekertaris Win akan datang."


Felly mengangguk, dia dengan beberapa orang langsung masuk ke dalam ruangan yang terlihat seperti ruangan khusus ayah nya dulu. Felly kembali terdiam saat melihat beberapa lukisan ayah nya yang sudah tidak ada di tempat. Entah kemana lukisan-lukisan itu di buang oleh para bajing4n.


Satu menit kemudian, pintu terbuka dan menampakan sosok sekertaris yang Dira maksud adalah tangan kanan orang yang bernama Indra Lesmana.


Felly menatap sekertaris Win dengan lekat. "Dia, bajing4n!" umpat Felly saat mengingat wajah sekertaris Win yang terlibat akan pelece-han yang terjadi kepada ibu dan calon kakak iparnya.

__ADS_1


"Hallo, terimakasih telah bersedia untuk bergabung ke perusahaan kami." sambut Win dengan menatap orang-orang baru.


Semua orang yang melamar, mereka direview ulah oleh sekertaris Win. Sampai akhirnya tiba giliran Felly yang menghadap ke sekertaris Win. Seorang laki-laki bej4t yang akan Felly buat hancur ditangannya.


"Jadi kamu berasal dari london? "


Felly mengangguk. "Benar tuan, saya berasal dari London. Saya dan kakak perempuan saya pindah ke sini untuk menjalankan amanah almarhum ayah saya." jawabnya sambil tersenyum tipis.


"Lebih tepatnya amanah untuk menghancurkan kalian semua." sambung Felly di dalam hatinya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama. Felly dan beberapa orang itu langsung mendapatkan posisi mereka di perusahaan. Lagi dan lagi, semesta seakan merestui Felly yang ingin segera menghancurkan mereka. Felly mendapatkan posisi sebagai sekertaris kedua Win.


Namun, Felly merasa bahwa Win sengaja menempatkan Felly di posisinya. Entah kenapa Felly merasa bahwa Win tertarik kepadanya. "Bajing4n, kamu pikir aku akan jatuh ke tangan sial4n mu itu? cih! mari kita bermain-main." batin Felly saat melihat tatapan Win yang terus menatap ke arahnya.


Felly pergi dari perusahaan mendiang ayah nya setelah menyelesaikan beberapa berkas dan beberapa tes. Saat Felly hendak keluar, tangannya di cekal oleh seseorang yang berada di belakangnya.


"Ah maaf, saya ingin mengantarkan anda saja."


"Mengantarkan? cih, yang ada kamu yang aku antarkan ke neraka!"


Felly tersenyum. "Sebelumnya terimakasih karna tuan mau ngantar saya. Namun maaf, saya ada janji dengan kakak saya."


"Ah begitu, baiklah." Wajah Win memerah saat mendapatkan penolakan dari Felly. Laki-laki tua yang berusia 42 tahun itu seakan tidak tahu malunya dengan umur, dia malah ingin mengantarkan Felly.


Setelah memastikan Win pergi, Felly bergegas langsung pergi dari perusahaan. Dia mencuci tangannya saat berada di toilet umum. "Bajing4n! berani sekali dia menyentuhku, rasanya aku ingin memo-tong tangannya!"


Felly mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Dira. Dia meminta Dira untuk menjemputnya di tempat yang tadi pagi. Sambil menunggu, Felly mengamati orang-orang yang berada di perusahaannya. Semua orang yang berada di perushaan ayahnya, terlihat mereka baru semua. Tidak ada wajah yang dikenali oleh Felly. Selain wajah-wajah para bajing4n yang telah menghancurkan keluarganya.

__ADS_1


Saat mobil Dira telah sampai. Felly langsung meminta Dira untuk ke alamat yang dia dapatkan tadi. Dira langsung menancap gas menuju alamat yang diberikan oleh Felly.


"Bagaimana? apa semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Dira sambil menyetir mobilnya.


Dengan wajah yang kesal, Felly menceritakan bagaimana sifat sekertaris Win kepadanya tadi. Tidak hanya itu, Felly juga menceritakan bagimana orang-orang yang berada di perushaan ayahnya, seperti orang-orang suruhan Indra.


"Dia cukup pintar dengan menyingkirkan orang-orang yang setia kepada ayahku. Dia mengganti setiap sisi perushaan ayahku. Dan, dia memperkerjakan para baling4n itu di perushaan ayahku."


"Aku rasa memang seperti itu Fel, dia sengaja menyingkirkan orang-orang yang mengenal ayahmu. Kamu tau? beberapa orang bahkan dilenyapkan oleh Indra karna mereka membantah untuk berkerja bersamanya."


"Mereka memang benar-benar keterlaluan. Tidak hanya menghancurkan keluargaku, tapi mereka juga menghancurkan keluarga oranglain." gumam Felly. "Aku jadi tidak sabar menunggu kehancuran mereka yang akan dibuat secara perlahan olehku. Akan aku buat Indra meminta kematiannya sendiri." lanjut Felly menatap foto seorang laki-laki yang bernama Indra.


Saat sampai di sebuah alamat yang dituju olehnya. Felly langsung turun dari mobil bersama Dira. Keduanya menatap sekeliling rumah yang terlihat kosong.


"Mereka akan berkumpul malam ini, mereka akan mengadakan pesta. Ini akan menjadi misi pertamaku untuk mengha-bisi mereka disini." ucap Felly sambil menatap Dira.


Ya, tidak hanya latihan menyembuhkan mentalnya. Felly juga melatih dirinya bela diri dan juga berlatih menggunakan senjata. Tidak hanya Felly, Dira juga menguasai apa yang bisa oleh Felly.


Dira mengangguk, dia masuk ke dalam mobilnya mengambil sebuah kotak yang berisikan beberapa barang yang akan dibutuhkan oleh Felly dan Dira.


"Semua barang sudah siap, kita tunggu mereka di sebrang sana. Masih ada 2 jam untuk menunggu mereka." Keduanya kembali masuk ke dalam mobil yang menuju ke arah berlawanan dengan letak rumah tersebut.


...----------------...


Hallo, terimakasih telah membaca cerita ini. Yuk tinggalkan jejak kalian untuk menjadi semangat author. Sambil nunggu update, yuk mampir ke cerita di bawah ini:


__ADS_1


__ADS_2