DENDAM Seorang Anak

DENDAM Seorang Anak
Target baru


__ADS_3

Felly menghela nafasnya. Dia masuk ke dalam kamar kecilnya yang dulu selalu penuh dengan orangtuanya, Kakaknya, adiknya. Namun sekarang sangat sepi, tidak ada canda tawa dari mereka.


"Kalian yang tenang disana, aku akan membalas mereka yang telah menghancurkan kebahagiaan kita." lirih Felly memeluk guling yang dulu selalu menjadi bantal kakaknya.


Pagi hari menjelang. Felly dan Dira telah siap untuk masuk ke perusaan yang berbeda. Dengan sedikit polesan make-up, Felly tampil dengan sangat cantik.


"Aku rasa Win akan memberikanmu pertanyaan." celetuk Dira saat keduanya telah masuk ke dalam mobil.


Felly menoleh. "Pertanyaan?"


Dira mengangguk, dia mulai melajukan mobilnya. "Iya, aku rasa dia ingin mengetahui jati dirimu, Fel. Dia mencari nama mu di internet."


"Bajing4n itu rupanya ingin sekali mendekatiku, cih! tidak akan semudah itu." gumam Felly. "Beritahukan kepada X untuk mencari anggota-anggota keluarga para bajing4n itu. Cari titik lemah mereka."


Setelah mengabari Xavier, Dira kembali melajukan mobilnya. Sesampainya di pertengahan jalan, Felly turun dari mobil. Dia langsung berjalan menuju perusahaan mendiang ayah nya yang kini di ambil alih oleh bajing4n yang telah menghancurkan keluarganya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Felly untuk berjalan masuk ke dalam perusahaan ayah nya. Saat hendak masuk ke dalam perusahaan, langkah Felly terhenti saat satpam memanggilnya.


"Iya Pak, ada apa?" tanya Felly sambil tersenyum kecil.


Satpam menggelengkan kepalanya. "Tidak Non, saya mungkin hanya salah orang saja." ucap Satpam yang langsung meminta maaf kepada Felly.


"Aku rasa disini masih banyak orang yang setia kepada ayahku, lihatlah indra... akan aku buat orang-orangmu sendiri yang menyerangmu."


Dirasa sudah cukup untuk berbasa-basi dengan satpam, Felly kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangannya. Dia tersenyum kecil saat melihat ruangannya yang tepat bersebelahan dengan ruangan ayahnya dulu.


klek...


Pintu terbuka dan menampakan Win yang membawa beberapa berkas-berkas kepada Felly. "Selamat pagi, Fel. Tuan Id meminta kamu untuk memeriksa berkas-berkas ini." ucap Win yang langsung memberikan beberapa berkas-berkas itu kepada Felly.


"Baik sekertaris Win, saya akan mengerjakannya." Felly menerima berkas-berkas itu. Dia menata nya di atas meja.


"Ah ya, apa saya boleh bertanya kepadamu, Felly?"


Felly menoleh menatap sekertaris Win yang menatapnya. "Bertanya soal apa sekertaris Win?"

__ADS_1


"Kenapa kamu membeli rumah tua?"


"Ternyata benar yang dikatakan oleh Dira. Win ingin mencari tahu tentangku."


Felly tersenyum tipis. "Saya membeli rumah itu karna harganya murah saja. Dan rumahnya juga masih sangat bagus, hanya butuh beberapa perbaikan saja." jawabnya. "Ah ya, bukannya rumah itu dulu pernah menjadi tragedi pembantaian kepada satu keluarga?" lanjut Felly yang membuat Win membelalakan kedua matanya.


"Dari mana kamu tau?"


"Tetangga sekitar sering menceritakannya, sekertaris Win."


"Ada yang mau ditanyakan lagi? saya ingin mengerjakan berkas-berkas ini." tanya Felly yang sudah kesal dengan keberadaan Win di hadapannya.


Win mengangguk. "Baiklah, jika sudah selesai antarkan ke ruangan saya." jawabnya yang langsung pergi dari ruangan Felly.


Dalam hati Felly hanya mengumpat nya. Dia ingin rasanya langsung menembak kepala Win yang ikut serta menghancurkan keluarganya. Felly menghela nafasnya secara perlahan. Dia mulai membuka laptopnya untuk mengecek beberapa berkas-berkas yang diperlukan.


"Kenapa pengeluaran uang perusahaan semakin besar, apa yang sedang mereka bangun?" gumam Felly menatap data-data khusus yang dia miliki tentang perusahaan ayah nya. Felly semakin kesar dan marah saat mengetahui banyaknya uang yang kembali keluar dari perusahaan ayah nya.


Tidak ingin menimbulkan kecurigaan. Felly menutup laptopnya dan langsung mengerjakan beberapa berkas-berkas yang tadi dibawa oleh win.


"Jangan kerjakan berkas-berkas itu, itu hanya jebakan untukmu. Buat semua hasilnya salah!"


"Sial4n! jadi mereka ingin menjebakku?" umpat Felly di dalam hatinya. Dia mengerjakan berkas-berkas itu sesuai dengan yang diberikan oleh Dira.


Kurang dari 20 menit, Felly telah mengerjakan semua berkas-berkas yang dibawa oleh Win. Dengan langkah yang malas, Felly menuju ruangan Win yang berhadapan dengannya.


"Permisi sekertaris Win, berkas-berkas yang anda minta sudah selesai."


"Terimakasih,"


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi."


Felly tersenyum saat kembali mendapatkan sinyal dari X. Dia bergegas kembali masuk ke dalam ruangannya. Senyumannya semakin lebar saat mengetahui bahwa Indra ternyata telah memiliki seorang cucu, menantu, target pertama bagi Felly untuk menghancurkan Indra.


Dia meminta kepada Xavier untuk lebih jelas menggali informasi memengenai keluarga Lesmana. Felly ingin menghancurkan keluarganya dari hal terkecil dulu.

__ADS_1


Felly tersenyum puas saat mendapatkan beberapa data-data keluarga Lesmana. "Mari kita saksikan ke hancurkan keluargamu, indra." batin Felly.


Sedangkan itu, di perushaan FH Company yang ternyata di kelola oleh anak pertama Indra Lesmana. Perusahaan besar yang mendapatkan dana dari perusahaan mendiang Ayah Felly.


Dira mengamati setiap sudut perusahaan FH Company. Tidak terlihat hal-hal aneh, namun Dira merasa bahwa ada hal yang disembunyikan dibalik terdiri nya perusahaan FH Company.


"Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu di balik perusahaan ini, mereka sepertinya berkerja dengan cara kotor." gumam Dira.


Berkat kecerdasan yang dimiliki oleh Dira, dia berhasil masuk dan bergabung ke dalam perushaan FH company. Dira langsung bertemu dengan CEO perusahaan tersebut.


Dira langsung menangkap karakter dari anak pertama indra Lesmana. Seorang playboy yang hobi mengkoleksi wanita-wanita Pantas saja perusahaan ini hanya dikelilingi oleh wanita-wanita sexy, ternyata karna karakter pemimpinnya yang seperti itu.


"Kenapa kamu ingin berkerja di perusahaan ini?" tanya Ruel sambil memperhatikan Dira.


"Saya membutuhkan perkerjaan, dan saya lihat perusahaan ini membutuhkan sekertaris. Bapak bisa lihat dari pengalaman saya berkerja terakhir menjadi seorang sekertaris di perusahaan XYZ."


Ruel terkejut saat mengetahui bahwa orang yang melawar kerja kepada perusahaannya. Adalah mantan sekertaris perusahaan XYZ. Perusahaan besar yang terkenal di Eropa.


Tanpa pikir panjang, Ruel langsung menyetujui Dira untuk bergabung ke perusahaannya. Dia bahkan langsung menempatkan posisi Dira sebagai sekertaris nya.


Dira tersenyum puas. Mereka benar-benar orang-orang serakah. Yang mereka ingin hanya keuntungan saja. Namun tanpa mereka sadari bahwa kehadiran Dira dan Felly akan menjadi kehancuran awal perusahaan mereka.


"Terimakasih tuan, terimakasih karna anda maun memperkerjakan saya." ucap Dira berjabat tangan dengan Ruel.


Namun bukannya berjabat tangan. Justru Ruel mengecup tangan Dira. "Sama-sama nona cantik, besok anda bisa langsung datang ke perusahaan ini."


Dira tersenyum sambil menahan tangannya yang gatal ingin sekali menampar wajah Ruel.


"Sial4n! ah tapi, laki-laki sepertimu akan mempermudah untuk menghancurkan keluargamu sendiri."


...----------------...


Hallo, terimakasih telah membaca cerita ini. Yuk tinggalkan jejak kalian dengan cara Like, komen, vote, dah tebarkan bunga kalian.


yu mampir ke sini:

__ADS_1



__ADS_2