DENDAM Seorang Anak

DENDAM Seorang Anak
Ini baru permulaan, Indra!


__ADS_3

Mendapatkan undangan masuk ke keluarga Lesmana. Tentu membuat celah Felly menghancurkan keluarga itu semakin besar. Felly ingin menghancurkan keluarga Lesmana sampai titik terdalam.


Felly mengirimkan pesan kepada Dira, dia memberitahukan bahwa nanti sore mereka akan menjalankan tugasnya untuk menangkap target kecil. Felly tidak sabar untuk mendapatkan sambutan kedatangan dari keluarga yang telah menghancurkan keluarganya.


"Ayah, sebentar lagi Indra akan hancur ditanganku." gumam Felly menatap foto mendiang ayahnya.


Jam kantor sudah menunjukan untuk pulang. Dan seperti yang dikatakan oleh Xavier. Dia akan mengadakan pertemuan dengan Indra di sebuah cafe yang dekat dengan lokasi penargetan.


Tugas Xavier untuk membuat Indra melihat bagaimana Felly menyelamatkan cucunya. Tentu jika Indra melihat langsung kejadian tersebut. Dia akan langsung menempatkan Felly sebagai orang kepercayaannya. Karna, dari yang Xavier tau, Indra sangat menyayangi cucu satu-satunya itu.


"Ingat, kalian melawan saja jika Felly datang menyelamatkan anak itu. Buat seolah-olah Felly menyelamatkan anak itu. Dan, goreskan luka di tangan anak kecil itu." perintah X, dia memerintahkan orang-orangnya untuk melakukan tugas mereka.


"Baik tuan, kami akan melakukan sesuai permintaan anda." jawab anak buah Xavier.


Xavier mengangguk. "Bagus, kalau begitu jalankan." dia memerintahkan orang-orangnya untuk langsung menjalankan misinya. Xavier mengirimkan pesan singkat untuk Felly dan Dira, dia memberitahukan bahwa orang-orangnya telah menuju arah target.


Setelah memastikan semuanya telah selesai. Xavier memposisikan dirinya untuk bertemu langsung dengan Indra Lesmana. Seorang CEO perusahaan yang masih menjadi hak Felly. "Aku akan merebut perusahaan itu untuk Felly." gumam Xavier tersenyum kecil menatap dirinya di pantulan cermin.


Dia menghubungkan sekertaris nya untuk mempersiapkan beberapa berkas-berkas yang suatu saat akan menjadi kunci perebutan perusahaan. Xavier telah mengatur semuanya dengan sempurna. Dia melakukan semuanya hanya semata untuk membantu Bintang, sahabatnya.


Felly tersenyum puas mendapatkan kabar dari sahabatnya, Xavier. Dia bergegas langsung membereskan barang-barangnya. Felly tidak henti-hentinya tersenyum membayangkan bagaimana jeritan anak kecil yang menjadi kesayangan Indra Lesmana. "Kehancuranmu akan dimulai dari sekarang, indra. Kita akan lihat, seberapa kuat kamu menanggung karma dari perbuatanmu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh ayahku, tidak hanya dirimu, namun keluargamu, cucumu, semua orang-orang terdekatmu, mereka akan menanggung karma atas perbuatanmu dulu." lirih Felly.


Saat Felly hendak keluar dari ruangannya. Dia ber pas-pasan dengan Indra dan Win yang sepertinya akan bertemu dengan Xavier.


Felly tersenyum kecil, dia menyapa Indra dan Win. "Selamat sore, tuan."


"Sore, Felly."

__ADS_1


Setelah berbasa-basi, Felly berpamitan untuk segera pergi dari perusahaan. Namun lebih tepatnya Felly menunggu mobil yang ditumpangi oleh Indra pergi terlebih dahulu. Felly menajamkan kedua bola matanya saat memperhatikan mobil yang dikenakan oleh Indra adalah mobil kesayangan kakaknya.


Mereka memang benar-benar pantas hancur di tangan Felly. Tidak hanya merebut kebahgiaan Felly. Mereka merebut hak, kekuasaan, dan harta, milik keluarga Felly.


"Sampah seperti mereka memang pantas hancur ditanganku. Berani-beraninya mereka memakai barang-barang keluargaku." Felly langsung menancapkan gas menuju lokasi yang berlawanan arah dengan mobil Indra. Dia menuju lokasi yang dimana akan menjadi pintu masuk Felly menghancurkan keluarga Lesmana.


Mobil Felly melaju kencang menuju lokasi. Hingga tidak memakan waktu yang lama, mobil Felly telah sampai di dekat tempat targetnya. Felly langsung bertemu dengan orang-orang Xavier yang akan menjalankan skenario yang akan membuat Felly sebagai orang yang telah menyelamatkan emas Indra.


"Kalian sudah mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh X?" tanya Felly menatap orang-orang Xavier.


Orang-orang tersebut mengangguk. "Sudah nona, kami sudut memahaminya."


"Bagus, pastikan anak itu terluka." Felly menatap ke arah lain. Dia mengingat bagaimana dulu orang-orang Indra menyayat luka di tangan adiknya. "Aku ingin kalian menyayat tangan anak itu dengan huruf L. Aku ingin Indra mengingat bagaimana luka yang dia berikan kepada adik-adik ku." lanjut Felly yang memerintahkan orang-orang Xavier.


"Baik nona, kalau begitu kami permisi untuk menjalankan tugasnya."


Tepat lokasinya berhadapan dengan tempat target Felly. Xavier telah mengatur posisi sehingga Indra dapat melihat langsung bagaiamana kejadian yang akan menimpa kepada cucu kesayangannya.


Xavier tersenyum kecil saat orang yang dia nanti-nanti telah datang dan kini berdiri di hadapannya. Indra Lesmana, orang yang paling Felly ingin hancurkan hidupnya.


Sekertaris Xavier mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Indra Lesmana. "Selamat datang tuan, silahkan duduk." sambut Yogo, sekertaris Xavier.


Bukannya menyambut uluran tangan sekertaris Yogo. Indra justru mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Xavier, CEO CU company. "Terimakasih telah mengundang saya, tuan Xavier." ucap Indra, dia mengulurkan tangannya.


Untuk menjaga rasa hormat tuanya. Win menyambut uluran tangan Sekertaris Yogo. "Terimakasih atas sambutannya, sekertaris Yogo."


Xavier tidak menyambut uluran tangan Indra. Dia hanya melirik sedikit ke arah Indra.

__ADS_1


Mendapatkan perlakukan seperti itu. Tentu membuat Indra malu. Dia dengan senyum terpaksa langsung duduk dihadapan Xavier.


Win sebagai sekretaris, dia langsung menjelaskan beberapa berkas-berkas yang memerlukan tandatangan Xavier.


Saat diwaktu yang tepat. Orang-orang Xavier yang melihat anak kecil itu tengah bermain sendiri si taman. Mereka langsung menjalankan aksi mereka.


"Kalian mau cari siapa?" dengan polosnya anak kecil itu bertanya kepada orang-orang yang akan membuat dirinya terluka. Orang-orang Xavier yang menggunakan masker dan kacamata. Mereka langsung menjalankan aksi mereka.


Mereka meraih tangan kecil gadis itu. Merka langsung menyayat dengan tulisan L ke tangan gadis kecil itu.


Tentunya hal itu membuat anak kecil itu terkejut dan menjerit kesakitan. Tidak hanya menjerit namun dia juga menangis keras karna luka yang ada di tangannya. "Sakit!!! mama,,, papa,,, oma,,, oppa,, sakit!!" jerit gadis kecil itu.


Tidak hanya menyayat, namun mereka juga menekan luka tangan gadis kecil itu. Tenang saja, orang-orang Xavier telah menggunakan sarung tangan yang tidak akan membuat sidik jari mereka tertinggal.


"SAKIT!!!!"


Saat tengah membicarakan kontrak kerja sama. Indra menangkap suara yang mirip dengan cucunya. Sedetik kemudian, Indra membelalakan kedua bola matanya saat melihat tangan cucu nya mengeluarkan dar4h.


"CILA!!!" teriak Indra. Dia langsung beri diri dan berlari menghampiri cucu kesayangannya itu.


Felly tersenyum puas melihat bagaimana jeritan, tangisan, dan kecemasan Indra. "Ini baru pemulaan, Indra. Kamu akan mendapatkan jeritan jeritan berikutnya." gumam Felly. Dia langsung berlari menuju tempat gadis itu menjerit kesakitan.


...----------------...


Hallo, terimakasih telah membaca cerita ini. Yuk berikan dukungan kalian dengan cara, Like+komen+vote, dan share ke teman-teman kalian.


Sambil nunggu update, yuk mampir ke cerita di bawah ini.

__ADS_1



__ADS_2