DENDAM Seorang Anak

DENDAM Seorang Anak
Rencana Dira


__ADS_3

Sesampainya di kediamannya, Felly langsung mendapatkan tatapan dari Dira, sahabatnya. Felly mengerutkan keningnya saat sahabatnya itu menatapnya seakan tengah menyelidikinya.


"Ada apa?" Tanya Felly bingung.


Dira tidak menjawab, dia menatap Felly yang baru saja muncul kehadirannya. Dira melihat raut wajah aneh yang diberikan oleh Felly, lebih terlihat seperti wajah yang baru saja mendapatkan sesuatu yang membuat hatinya berbunga-bunga.


Tidak mau ambil pusing, Felly memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak memperdulikan tatapan Dira yang mencurigainya.


Felly menjatuhkan dirinya di atas kasur yang empuk, dia memejamkan kedua matanya untuk sesaat. Sebuah kenangan manis terlintas kembali di benak Felly, dia membayangkannya tanpa sadar sudut bibirnya terangkat menciptakan sebuah senyuman manis.


Suara ketukan pintu kamar, membuat Felly beranjak dari tempat tidurnya. Dia membuka pintu dan melihat Dira yang sudah berada di hadapannya.


"Ada apa?" Tanya Felly kembali bingung dengan sikap Dira.


Dira tidak menjawab, dia menarik tangan Felly untuk mengikutinya. Dira membawa Felly ke ruangan khusus untuk berdiskusi. Setelah berada di ruang diskusi, Dira menjatuhkan beberapa foto-foto dan berkas-berkas kepada Fellysia.


Tidak ada ucapan atau kata apapun yang keluar dari bibir Dira. Justru hanya terdengar suara isakan tangis, Dira menangis.


Melihat sahabatnya yang tiba-tiba saja menangis, tentu membuat Felly terkejut, dia langsung memeluk Dira untuk menenangkan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya?" Felly bertanya setelah memastikan tangisan Dira terhenti.


Adira Pratiwi, seorang wanita cantik yang usianya 21 tahun. Dia menemani suka dan duka Fellysia, bahkan Dira ikut serta untuk membantu Bintang membalaskan dendamnya melalui identitas baru nya.


"Bajing4n itu yang membunvh adikku!" Raung Dira kembali histeris mengingat bagaimana dulu dia menemukan adiknya yang sudah tidak bernyawa.


"Mereka menyiksa, mereka membuat adikku menderita!!!"


Felly mengambil foto-foto dan berkas-berkas yang tadi di berikan oleh Dira. Dia terkejut setelah melihat banyaknya foto Indra yang tengah menyiks4 adik Dira.


Sebuah foto yang menunjukan bagaimana keji nya Indra menyiks4 seorang anak kecil, tidak mempunyai perasaan kemanusiaan sedikitpun.


Melihat sahabatnya yang terus menangis, membuat Felly mengeratkan kedua tangannya, dia ingin sekali langsung menghabisi Indra Lesmana, namun saat ini kondisinya bukanlah waktu yang tepat.


Adira menangis dalam pelukan Fellysia, sahabatnya. Sudah lama sekali dia mencari siapa pelaku yang telah menyiksa adiknya, namun ternyata pelaku tersebut sama dengan pelaku yang telah menghabisi keluarga Fellysia.


Hal itulah yang membuat Dira merasa bodoh karena tidak mengenali siapa yang menyiksa adiknya. Jika saja dia mengetahuinya sejak dulu, mungkin dia tidak akan menahan nahan Felly untuk membalas perbuatan Indra.


"Aku ingin mereka hancur, Felly. Termasuk Indra, aku ingin membuat laki-laki biadab itu mat1 mengenaskan!!" Teriak Dira kembali menangis dalam pelukan Fellysia.

__ADS_1


Felly mengerti bagaimana saat ini perasaan Dira, pastinya sangat menyakitkan saat mengingat bagaimana dulu penyiksaan yang dilakukan kepada orang-orang yang mereka cintai.


"Aku berjanji kepadamu, Dira. Kita berdua akan membalaskan dendam kita kepada orang-orang biadab seperti mereka. Mereka tidak pantas mendapatkan kebahagiaan setelah merebut kebahagiaan kita." Ucap Felly kembali menenangkan Dira.


Memastikan Dira sudah tenang, Felly menelfon Xavier untuk berkumpul di rumahnya. Dia tidak memberikan alasan apapun kepada Xavier, yang jelas dia meminta Xavier untuk datang kerumahnya.


Kali ini Dira yang akan menyusun rencana baru untuk membuat keluarga Lesmana hancur.


Mendapatkan panggilan dari Felly, tentu membuat Xavier langsung menancap gas untuk menemui Felly. Namun tatapan yang dia lihat adalah tatapan sendu dari Dira, yang merupakan sahabatnya juga.


"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Xavier bingung, dia mengusap air mata yang mengalir di pipi Dira.


"Mereka yang membunvh adikku, X. Mereka menghancurkan adikku, mereka menang bajingan!!"


Xavier menahan tangan Dira yang memberontak dari cekalan tangannya. "Tenang dulu, Dira!"


"Tidak bisa, Xavier! Aku akan menghancurkan Indra, aku akan membunvhnya!!"


...----------------...

__ADS_1


hallo, yuk mampir ke novel di bawah ini:



__ADS_2