DENDAM Seorang Anak

DENDAM Seorang Anak
Nantikan kehancuranmu, Indra!


__ADS_3

Seorang wanita cantik turun dari mobilnya. Dia berjalan perlahan menuju sebuah rumah yang dulu menjadi tragedi berdarah yang terjadi kepada keluarganya.


Hatinya bergetar saat menginjakan kakinya di perkarangan rumahnya dulu. Kenangan-kenangan masalalu bersama keluarganya kembali terputar di pikirannya.


Ayah, Ibu, Kakak, Adik-adiknya. Andai saja tragedi itu tidak terjadi kepada keluarganya. Mungkin saat ini keluarganya menjadi keluarga yang paling bahagia.


"Kamu yakin akan tinggal disini, Fel?" tanya Dira setelah mengamati sekeliling rumah yang terlihat sudah rusak sebagian.


Fellysia Anatasya, adalah nama baru yang akan menjadi menutupi misi balas dendam Bintang Maharani. Ya, Bintang mengubah semua indentitasnya bahkan dia melakukan oprasi plastik untuk melancarkan misi balas dendamnya.


Felly mengangguk, dia tersenyum sambil menatap nanar rumah yang dulu megah dan indah, kini berubah menjadi rumah yang sepi, kotor, dan tidak terurus. "Iya, aku akan tinggal disini. Aku tidak bisa pergi meninggalkan kenang-kenangan satu-satunya dari keluargaku. Sudah cukup 14 tahun rumah ini tidak terawat." jawab Felly dengan suara lirih.


Dira mengusap tangan sahabatnya. Dia tau bagaimana Felly berjuang dari rasa trauma besar yang kini rasa trauma itu berubah menjadi rasa dendam yang sangat besar. "Aku akan selalu ada untukmu."


"Terimakasih, Dira. Ayo sebaiknya kita masuk, aku ingin merenovasi beberapa bagian yang hancur."


Kedua wanita cantik itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah rumah kosong yang menjadi tragedi 14 tahun yang lalu. Tidak ada orang yang berani menempati atau sekedar mengamati rumah itu. Mereka ketakutan karna setiap melewati rumah tersebut, selalu terdengar suara jeritan dan tangisan.


Hati Felly kembali berdenyut saat mendapati foto keluarganya yang masih terpajang indah. Foto lama yang dipenuhi debu. Felly meneteskan air matanya saat mengingat bagaimana dulu Ayahnya menggendongnya untuk menempelkan foto keluarganya di dinding.


"Ayah jangan bercanda, nanti Bintang jatuh!"


"Bintang anak yang kuat mah, dia tidak akan terjatuh. Anak ayah hebat."

__ADS_1


Kenangan masalalu seakan kembali melintas di hadapannya. Felly mengusap lembut foto keluarganya. Mengingat bagaimana jeritan kesakitan keluarganya, membuat hatinya semakin sakit. Felly memeluk bingkai foto keluarganya. "Kalian yang tenang disana. Aku akan membalas mereka yang sudah menghancurkan keluarga kita." Felly menyeka air matanya. "Ayah, seperti yang dulu kamu ucapkan. Orang yang bernama Indra itu akan hancur di tanganku."


Dengan identitas baru, Bintang membeli rumahnya sendiri dari keluarga ayah nya. Tanpa keluarga ayahnya sadari, bahwa Bintang lah yang selamat dari tragedi 14 tahun yang lalu.


Saat ini usia Felly sudah menginjak 20 tahun. Sudah saatnya dia membalaskan dendamnya dan kembali merebut apa yang dulu orang-orang kejam itu rebut darinya. Kebahagiaan, jabatan, cinta, dan tahta. Felly akan merebut semuanya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Felly untuk membereskan rumahnya yang dulu sudah dia hafal betul bagaimana setiap sudut rumahnya. Beberapa mobil besar datang ke perkarangan rumah Felly. Mereka membawakan barang-barang baru yang akan semakin melancarkan aksi balas dendamnya.


Felly mengatur posisi setiap barang-barang baru, dia tidak ingin barang-barang peninggalan orangtuanya tersingkirkan begitu saja. Felly menyimpan beberapa barang berharga ayah, ibu, kakak, dan adik-adiknya.


"Apa kamu merasa takut, Dira?" tanya Felly menghampiri Dira yang hanya terdiam mengamati setiap sudut rumahnya.


Dira menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak takut. Hanya saja, apa kamu tidak berpikir orang-orang akan curiga kepadamu karna kamu bukannya menyingkirkan barang-barang lama, justru malah menyimpannya."


Setelah dirasa sudah cukup rapih, Felly meminta orang-orang yang membantunya untuk mengganti cat, pagar, dan beberapa tanaman. Setelah semuanya dipastikan sudah selesai, Felly langsung membayar mereka dan meminta untuk segera pergi.


Rumah yang awalnya kotor, tidak terurus, kini kembali indah dan bersih. Felly tersenyum puas mendapati rumahnya yang kembali hidup bersamaan dengan rasa dendamnya yang semakin besar.


Para tetangga yang melihat itu, mereka kagum akan keberanian Felly yang berani menempati rumah tersebut. Rumah yang kemarin masih seram dan kotor, kini terlihat sangan indah dan megah.


Felly masuk ke dalam rumahnya setelah menyapa sedikit tetangganya untuk tidak menimbulkan kecurigaan yang ada di para tetangganya.


Malam sudah menjelang, Felly yang tengah berdiskusi bersama Dira di ruang kerja ayah nya.

__ADS_1


Dira menunjukan sebuah perusahaan yang menjadi tujuan pertama Felly. "Kamu akan melamar kerja ke perusahaan ini?" tanya Dira.


"Iya, itu perusahaan mendianh ayahku. Mereka juga mengambilnya. Dan aku akan merebutnya kembali ke tangan yang seharusnya."


Dira mengangguk, dia langsung menyiapkan lamaran untuk sahabatnya itu. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Dira yang sudah handal dalam urusan ini. Nama Felly langsung lulus setelah interview online.


"Aku rasa semesta saja merestuiku untuk membalas mereka." Felly tersenyum mendapati dirinya telah lulus interview. Padahal dulu perusahaan ayah nya bisa dibilang perusahaan yang sulit di tembus, banyak orang yang tidak lulus masuk ke dalam perusahaan ayah nya.


"Semuanya sudah selesai. Untuk menghindari kecurigaan, kita akan berkerja di perusahaan yang berbeda. Kamu tau perusahaan FH Company, itu adalah perusahaan kedua yang dikelola oleh Indra Lesmana." Dira memperlihatkan bagaimana perusahaan kedua yang dikelola oleh orang yang bernama Indra Lesmana. "Aku rasa dia membangun perusahaan itu dari uang perusahaanmu, lihat ini... miliaran uang telah keluar dari perusahaan ayahmu."


Felly mengeratkan tangannya saat melihat bagaimana orang-orang rakus itu menghambur-hamburkan uang hasil jerih payah ayahnya. "Brengs€k, mereka benar-benar keterlaluan. Aku akan merebutnya kembali!" tegas Felly menatap perusahaan ayahnya.


"Kamu akan datang besok ke perusahaan ini, disini kamu akan langsung bertemu dengan tangan kanan Indra Lesmana. Dia adalah orang licik dan jeli terhadap apapun. Pastikan kamu lolos darinya, Felly. Ini tantangan awal mu." ucap Dira menutup layar laptopnya.


Felly mengangguk paham. Dia masih menatap layar ponselnya yang berisikan data-data dari orang-orang yang telah menghancurkan keluarganya. Satu-persatu dari mereka akan dipastikan olehnya akan hancur. Felly akan memulainya secara perlahan, dia akan memulainya dengan orang terkecil dari mereka.


"Nantikan kehancuranmu, Indra!"


...----------------...


Hallo semuanya, terimakasih telah membaca cerita ini. Tunggu update berikutnya ya. Sambil menunggu, yuk mampir ke karya di bawah ini. Ceritanya tidak kalah seru loh, yuk mampir!!


__ADS_1


__ADS_2