
"Aku ingin mereka mati, aku ingin mereka mati!!" Teriak Dira yang tidak bisa mengontrol emosinya.
Mengingat bagaimana dulu luka yang di dapatkan oleh adiknya, membuat dirinya semakin terluka. Jika saja dia sejak awal tahu siapa pelakunya, mungkin Dira sudah membuat hidup mereka hancur berkeping-keping setahun yang lalu.
Ya, dulu Dira selalu menahan dan melarang Felly untuk melakukan balas dendam kepada orang-orang yang telah menghancurkan keluarganya. Dira selalu menasehati Felly agar dia melupakan balas dendamnya itu. Namun sekarang, Dira merasakan hal yang dirasakan Felly dulu.
Felly memeluk Dira, dia mengerti bagaimana saat ini perasaan sahabatnya itu. "Tenang dulu Dira, kita pasti akan membalas mereka, tapi kamu tenang dulu." Ucap Felly, dia mengusap air mata Dira.
Xavier diam saja melihat bagaimana Dira menangis, sahabatnya yang sudah dia anggap sebagai adiknya. Dia sejak awal memang tidak terlalu dekat dengan Dira, namun Xavier tetap menganggap Dira sebagai sahabatnya.
Setelah dirasa Dira sudah cukup tenang. Felly mengamati berkas-berkas dan foto-foto yang tadi di berikan oleh Adira, terlihat jelas di foto tersebut terpampang nyata wajah Indra Lesmana yang tengah berhadapan dengan seorang anak kecil yang kondisinya sudah terluka parah.
"Dari mana kamu mendapatkan foto-foto ini, Adira?" Tanya Xavier. Dia menyebut nama lengkap Adira, tidak seperti biasanya dengan memanggilnya hanya dengan nama Dira.
Dira membalas tatapan Xavier, dia menghela nafasnya setelah memastikan air matanya tidak keluar lagi. "Aku mendapatkan foto-foto ini dari rekaman CCTV yang ada di lokas kejadian. Tidak hanya di rekaman CCTV saja, tapi aku mendapatkan beberapa foto-foto itu dari orang-orang yang melihat kejadian tersebut." Jelas Dira menjelaskan bagaimana dirinya mendapatkan foto-foto tentang penyiksaan yang terjadi kepada adik-adiknya.
"Rasanya mustahil jika Indra membiarkan orang-orang mengetahui rencananya begitu saja. Aku rasa dia sengaja ingin menjebakmu, Adira." Celetuk Felly yang membuat Dira dan Xavier menatap ke arahnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Dira bingung dengan ucapan Felly.
Felly tidak menjawabnya, dia justru menunjukan salah satu foto yang memperjelas bagaimana Indra menyiksa seorang anak kecil yang merupakan adik kandung Adira.
"Lihat ini, tidak mungkin rasanya jika dia tidak mengetahui seseorang yang sengaja mem-videokan ataupun mem-potret dirinya begitu saja. Belum lagi tadi katamu, mendapatkan rekaman CCTV-nya? Aku rasa ini mustahil Adira. Dia sengaja memberikan jebakan untukmu." Ujar Felly dengan suara yang tegas.
Mendengar ucapan Felly, sejujurnya Xavier sudah menduganya telebih dahulu. Namun dia tetap diam, tidak memberikan ucapan seperti yang dilakukan oleh Felly.
"Aku rasa ada benarnya juga, dia sengaja memberikan jebakan ini untukmu, Dira. Mereka ingin melihat sebagaimana hebatnya dirimu." Sahut Seseorang yang baru saja masuk bergabung ke ruangan khusus tersebut.
__ADS_1
Suara yang sudah lama tidak di dengar oleh Felly maupun Dira, suara yang mereka rindukan dengan kehadiran sosoknya.
"Riko?" Panggil Felly senang, dia berlari memeluk saudaranya itu.
Riko Baswari, seorang presdir perusahaan yang mendunia. Dia adalah saudara Fellysia.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Riko setelah melepas rindu dengan Bintang yang saat ini sudah menjadi Fellysia.
Felly tersenyum manis. "Kabarku baik, bahkan lebih baik setelah kehadiranmu." Jawab Felly.
Riko mengusap rambut Fellysia. Biarpun fisiknya yang berubah, namun perlakuan Felly tetaplah yang dulu, seorang anak perempuan yang manja dan lucu.
Melihat bagaimana dekatnya Felly dengan Riko, membuat Xavier sedikit tidak tenang, dia melihat bagaimana perlakuan Riko yang seolah-olah akan menjadi musuhnya nanti.
Riko menghampiri Xavier. Seorang laki-laki muda yang telah menemani proses saudaranya, seorang laki-laki yang ikut menemani Felly dari trauma nya.
"Cukup buruk." Sahut Xavier dengan suara lirih namun hanya terdengar oleh Riko.
Riko tersenyum, dia mendekat ke telinga Xavier. "Aku senang jika kamu baik-baik saja, itu akan membuatku semakin membuat dirimu baik-baik saja." Bisik Riko yang terdengar ambigu dan membingungkan. Namun bagi Xavier, ini adalah sebuah petanda bahwa Riko akan membuat Xavier tersingkirkan.
Felly menarik tangan Riko, dia tidak ingin perdebatan yang terjadi kepada kedua laki-laki tampan itu. Felly mengajak ketiganya untuk kembali membahas masalah yang menimpa kepada Adira.
"Jadi bagaimana dengan tanggapanmu, Adira?" Tanya Riko menatap seorang wanita yang sudah lama sekali tidak dia lihat kembali. Seorang wanita kecil yang saat ini sudah berubah menjadi seorang wanita dewasa, sangat cantik.
"Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku menyerahkan semuanya kepada kalian. Jika memang Indra sengaja ingin menjebakku, maka aku akan membalikkan jebakan itu kepadanya." Jawab Dira dengan tegas mengatakan bahwa dirinya akan membalikan jebakan yang telah disiapkan oleh Indra untuknya.
Felly mengangguk. "Aku mendukungmu, Kita akan membuat Indra memakan jebakannya sendiri."
__ADS_1
Setelah berdiskusi cukup lama, ke-empat nya keluar dari ruangan khusus tersebut. Mereka pergi ke markas rahasia yang hanya di ketahui oleh mereka.
Xavier membuka pintu markas, dia melihat bagaimana orang-orangnya tengah menghukum orang-orang yang berkhianat kepada mereka.
"Cukup! hentikan dulu." Ucap Xavier yang langsung membuat orang-orangnya menghentikan tindakan mereka kepada orang-orang yang berkhianat.
Semua orang yang berada di dalam markas, mereka membungkuk memberikan hormat kepada Xavier dan Felly.
Seorang laki-laki berperawakan besar tinggi, dia menghampiri Xavier dan Felly. "Selamat datang kembali tuan, nona." Sambutnya.
Felly mengangguk, dia langsung meminta orang-orangnya untuk langsung berbaris, dia akan memberikan sebuah perkerjaan kepada mereka.
Mendengar perkerjaan yang akan mereka dapatkan, bukannya takut lantaran perkerjaan tersebut dapat menghilangkan nyawa seseorang, justru mereka sangat antusias, sudah lama sekali rasanya mereka tidak mendapatkan tugas apapun dari Felly maupun Xavier.
"Kalian paham dengan ucapanku?" Tanya Felly kepada orang-orang yang berada di hadapannya.
"Paham nona, kami akan menjelaskan tugas dari anda." Sahut semua orang yang berada di markas, mereka dengan kompaknya mengatakan bahwa mereka akan melakukan tugas yang diberikan oleh Felly.
"Bagus, ingat tugas kalian membuat orang-orang itu mendapatkan hal yang paling menyakitkan." Sahut Dira yang ikut memberikan perintah kepada orang-orang berperawakan besar itu.
Riko mengusap punggung Dira, dia mengerti bagaimana saat ini sakit yang di terima oleh Adira. Dulu dia juga merasakan hal seperti itu saat kejadian 14 tahun yang lalu yang terjadi kepada Felly.
"Kita semua akan membalas perbuatan mereka, ingat aku akan selalu membantumu, Adira. Kamu tidak sendirian, aku dan Felly akan membantumu. Rencanamu kali ini akan berjalan sesuai keinginanmu." Ucap Riko menatap lembut Adira.
...----------------...
Hallo, terimakasih telah membaca cerita ini. Yuk mampir ke cerita di bawah ini:
__ADS_1