Descendant Of Goddess Wysteria

Descendant Of Goddess Wysteria
Perkara Luka


__ADS_3

Di perjalanan mereka habiskan dengan keheningan,tidak ada pembicaraan diantara keduanya.William merasa jantungnya berdetak sedikit lebih kencang dari sebelumnya kala Almora menyenderkan kepalanya ke dada bidang miliknya.Ternyata Almora tertidur pulas,William tersenyum kala menatap wajah tenang Almora yang sepertinya kelelahan dan kesakitan menahan perih pada lukanya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer,akhirnya William sampai di istana.


William membawa Almora menggunakan jalan lain.Ia tak mau orang lain melihat keadaan Almora yang mengenaskan ini.Bisa mempengaruhi kegiatan kontes berburu itu.


William berjalan menggunakan pintu lain yang berada di belakang istana dengan Almora yang berada di gendongan nya.Ia lalu membawa Almora ke kamarnya.


Di tengah perjalanan ratu Hana dan Lyn berjalan tergesa-gesa menghampiri William.


"Yatuhan,apa yang terjadi dengan putriku, William?!"Ujar ratu Hana sembari menutup mulutnya terkejut.


"Aku akan menjelaskannya nanti saja, tubuh Almora banyak yang terluka jadi,sebaiknya kita obati dahulu luka nya"Tukas William sambil mempercepat langkahnya.


Setibanya di kamar,William dengan perlahan membaringkan tubuh Almora ke ranjangnya.


"Lyn tolong ambilkan pakaian tidur Almora!" pinta ratu Hana yang kemudian duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan Almora.


"Mery,tolong kau ambilkan racikan daun herbal dan air hangat untuk luka Almora"Seru William kepada pelayan yang satunya.


Bertepatan dengan ratu Hana yang menggenggam tangan Almora,Pemilik tangan itu membuka matanya perlahan.


"eunghh"lenguhnya pelan.


Almora mengedipkan matanya beberapa kali hingga tersadar sepenuhnya.Ia terkejut kala sudah berada di kamarnya.Ia menoleh ke arah ratu Hana.


"ibu awhh-"panggilnya yang tiba tiba memaksakan bangun dari tidurnya membuat luka dibahu serta telapak tangannya tertekan.


"jangan bangun sayang,lukamu masih belum dibersihkan dan diobati!"peringat ratu Hana.


Almora mengangguk kemudian beralih menatap William yang tengah berdiri menatapnya."William,apa kau yang membawaku pulang?"tanyanya lemah.


William berdeham mengalihkan tatapannya.


"tentu saja! jika bukan diriku siapa lagi?!" ucapnya ketus.


"Liam!"tegur ratu Hana.


"memangnya selain aku ada orang lain yang kau temui?!"


Almora diam,ia mengingat pertemuannya dengan seorang lelaki yang paras serta perawakannya mirip sekali dengan sahabatnya Andre,dulu saat masih di dunianya.Ia juga mengingat akan orang misterius berjubah hitam merah yang hampir saja membuatnya mati.

__ADS_1


Melihat Almora melamun ratu Hana menyentuh lengan Almora pelan "Mora"


Almora langsung tersadar kala mendengar panggilan sang ibu,ekhem calon mertua.


"ya,aku bertemu dengan seorang pria dan orang misterius berjubah hitam merah" sarkas Almora.


Mendengar itu,William langsung menatap serius Almora "tunggu,sia--"Ucapan William terpotong oleh Mery yang baru saja datang membawa racikan obat dan air hangat.


"permisi,yang mulia ratu,pangeran,tuan putri ini racikan daun herbal dan air hangatnya" sambil menyodorkan dua wadah berbeda.


Ratu hana langsung mengambil wadah berisi air hangat itu untuk ia usapkan pada luka Almora."Mora,pakaianmu dibuka dulu ya dan ganti menggunakan pakaian tidurmu"


Almora memelototkan matanya,bukan karena perkataan ibunya.Tapi,pasalnya di kamarnya masih ada William.


"Tapi ibu-"


"sudah,jangan malu nanti lukamu bertambah parah lho"ucap ratu Hana dan bersiap untuk membantu membuka kancing baju Almora.


"Aku pergi"seru William seraya berjalan keluar dengan tergesa-gesa.


Ratu Hana hanya mengangkat sebelah alisnya tak peduli.Dengan telaten ia membersihkan luka Almora dan mengobati nya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Tuan putri,setelah kau hampir membunuh putri dari bangsawan Duke itu.Selanjutnya rencana apa yang akan kau lakukan?"


Orang yang dipanggil tuan putri itu tampak menyeringai,ia mendapatkan ide cemerlang untuk kelanjutan rencananya.


"viscount,dengarkan aku..............."


"siap,tuan Puteri"


"Aku akan membawanya ke ruang bawah tanah nanti"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"PARA HADIRIN,KARENA AKSI KONTES BERBURU PERMATA INI TELAH BERHASIL DI TEMUKAN.SEBELUMNYA SAYA INGIN PANGERAN MAHKOTA DARI KERAJAAN ICELAND DAN TUAN PUTRI DARI KERAJAAN PHANTOM UNTUK NAIK KE PANGGUNG PENGHARGAAN!"Pengumuman dari sang ketua penyelenggara sekaligus raja dari kerajaan Frastivoz,raja Harry.


Pemilik nama yang barusan dipanggil segera menaiki panggung penghargaan.Pangeran dari kerajaan iceland ini sepertinya tipikal orang yang ramah,terlihat saat awal menaiki panggung penghargaan ia tak henti-hentinya tersenyum.Berbeda dengan perempuan di sampingnya,Puteri dari kerajaan phantom itu dari awal menaiki panggung,tak terlihat sedikitpun senyuman yang terbit dari mulutnya.Ekspresinya sangat datar dan tak bisa di tebak.


"Baiklah,orang orang di depan kalian ini adalah peserta yang berhasil menemukan permata biru!"


"Beri tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan"Riuh tepuk tangan menggema di penjuru aula.

__ADS_1


Prok prok prok


Kemudian seorang pelayan perempuan menaiki panggung penghargaan seraya membawa dua simbolik kerajaan Frastivoz dan piala berbentuk permata biru serta koin emas 24 karat.


William berjalan menaiki panggung penghargaan untuk memberikan hadiah itu kepada sang pemenang.


Pertama,William memasang simbolik ke dada pemenang pertama yakni pangeran Arnold dari kerajaan iceland lalu memberikan piala dan koin emas sebesar 24 karat itu.Pangeran Arnold dengan senang hati menerima hadiah tersebut,ia sangat terhormat bisa memenangkan kontes perburuan ini.


Begitupun dengan pemenang kedua yakni putri Emeralda dari phantom.William juga mengulangi pemberian hadiah kepadanya.


Namun,sepertinya moodnya mungkin sedang turun.Putri Emeralda hanya tersenyum tipis sebentar itu pun hanya kepada William.


"BAIKLAH,RITUAL PEMBERIAN HADIAH KEPADA SANG PEMENANG SUDAH TERLAKSANA.UNTUK ITU,SAYA UCAPKAN BAHWA ACARA KONTES PERBURUAN INI TELAH BERAKHIR!"


Prok prok prok


Riuh tepuk tangan kembali menggema di ruangan.Semua peserta dari masing masing kerajaan tengah bersiap untuk kembali ke istana masing-masing.Begitupun dengan pangeran Arnold dan putri Emeralda,Setelah mendapat hadiah,mereka langsung berpamitan kepada sang tuan rumah.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


William saat ini tengah berjalan menyusuri lorong istana,ia berniat untuk melihat keadaan Almora.Ia mengetuk pintu kamar Almora itu.


tok tok


"Almora?"Panggilnya.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar,dengan inisiatif William membuka pintu itu perlahan.


Almora yang sedang terlelap adalah pemandangan pertama yang William lihat kala memasuki kamar Almora.


Kaki jenjangnya perlahan berjalan mendekati ranjang yang Almora tempati.Ia menatap wajah tenang Almora,William tersenyum tipis.


Tangannya bergerak untuk mengusap pelan pipi Almora.Tidak ada tanda-tanda Almora terganggu oleh perlakuan William.


"Cantik"Ucapnya tanpa sadar.


William kemudian menggelengkan kepalanya pelan "Apa yang kau ucapkan William!" Gumamnya.


Setelah puas menatap wajah damai Almora yang tengah terlelap.William berniat untuk pergi dari kamar calon istrinya itu.Namun, saat William melangkah,Sebuah tangan meraih tangan kekarnya.


William berdiri mematung.


Bersambung....

__ADS_1


Hargai penulis dengan menekan tombol like dan subscribe ๐Ÿฅฐ


__ADS_2