Descendant Of Goddess Wysteria

Descendant Of Goddess Wysteria
Malam Pertama?


__ADS_3

Malam ini Seluruh anggota kerajaan Frastivoz dan Vanarez berkumpul di meja makan untuk melakukan kegiatan rutin malam bersama.


Sekaligus untuk merayakan pernikahan putra putri mereka.


"Maaf kami membuat kalian menunggu lama"


Ucap Almora yang baru saja turun dari tangga bersama William.


"Ah tidak apa apa,bagi pengantin baru ini adalah hal yang wajar,bukan"Tukas ratu Hana yang diiringi dengan senyuman menggoda.


Sebelum duduk, William menarik kursi di sampingnya ke belakang dan mempersilahkan Almora untuk duduk terlebih dahulu.Baru sekarang,giliran dialah yang duduk.


"Wah romantis sekali ya pengantin baru ini, aku jadi iri,haha"Seru duchess Aleta.


"Tinggal minta kepada ayah saja, ibu" Usul Amara yang membuat duches Aleta mencebikan bibirnya.


"Oh ayolah,Sikap ayahmu itu tidak romantis Asal kau tahu itu" Duches Aleta merendahkan suaranya saat menyebut suaminya tidak romantis.


Duke bara yang duduk disebelah Duches Aleta itu otomatis mendengar apa yang istrinya ucapkan itu.Duke bara menggelengkan kepalanya tak habis pikir.


"Istriku,berhentilah membuat namaku terkesan buruk dimata para besan!"Ucap Duke bara sambil berlagak seperti orang sakit hati.


"Memang itu faktanya bukan--"Ucapan Duches Aleta terpotong kala sang suami dengan santainya mencium pipinya di hadapan semua anggota kerajaan.


"Astaga kau ini membuatku malu saja!" tegur Duches Aleta dengan pipi yang merah merona.


Ratu Hana dan raja Harry hanya terkekeh melihat kelakuan orang tua dari menantunya itu.Begitupun dengan Angelo dan William, mereka berdua menggelengkan kepalanya tak habis pikir namun tak ayal mereka terkekeh geli.Berbeda dengan Ketiga putrinya itu, Ketiganya sontak mencibir kelakuan orang tua mereka yang memamerkan kemesraan didepan umum.


"Sudah sudah,sekarang kita mulai makan malamnya"Putus Raja Harry memimpin.


Semua orang mulai fokus dengan makanan nya masing-masing.Tak ada yang berbicara saat sedang makan,mereka sibuk dengan makanannya.Hingga menit ke sepuluh akhirnya acara makan malam telah selesai.


Raja Harry mengajak semua anggota untuk berkumpul di ruang bersantai istana agar mereka bisa mengobrol ria disana.


"Almora,apa saja yang kalian lakukan di kamar tadi?" Tanya amber konyol.


"kak Almora,amber"Koreksi Amara.


"Ah iya maksudnya,kak Almora apa yang kau lakukan bersama kakak ipar di kamar tadi?"


Tanyanya sambil menaik turunkan alisnya.


Almora mencibir "Kenapa itu alismu,gugup kah?!"


Amber cemberut dengan jawaban Almora itu


"oh ayolah kak,bercerita sedikit tak akan membuatmu kehilangan kenangan bersama kakak ipar"

__ADS_1


Plak


Almora menggeplak pelan bahu amber


"Belajar sana,agar bisa masuk ke kelas academy favoritmu itu.Jangan menanyakan hal konyol seperti itu padaku!"


"Dan satu lagi,aku tak berbuat apapun tadi, jadi jangan berpikiran kotor,mengerti!"


Amber hanya menyengir kuda lalu mengusap tengkuknya yang tak gatal."hehe,iya siap Baginda ratu"


Tak selang lama akhirnya mereka sampai di ruang santai istana.Disana terdapat banyak peralatan yang digunakan untuk bersantai.


Semuanya mulai melakukan kegiatannya masing-masing.


Almora,dia lebih memilih untuk berdiri di balkon ruangan itu.Sayup sayup angin sejuk menerpa kulitnya yang hanya gaun berlengan pendek.Almora mengusap usap kedua lengannya untuk memberi kehangatan.


Almora merenung,ia masih tidak percaya jika dirinya sudah menikah dengan seorang pangeran mahkota.


Namun,tiba tiba seseorang mengusik ketenangannya."Angin malam ini sangat dingin"


Almora menoleh dia mendapati William yang sedang menatapnya juga."William,impian dalam hidupku adalah menikah satu kali seumur hidup"


"Aku takut..."Almora menghela napas kasar.


William tersenyum tipis,ia paham apa yang di takutkan Almora itu.Dirinya juga memiliki keinginan untuk menikah sekali dalam hidupnya.


"Aku mengerti,akan kupastikan apa yang kau takutkan itu tak akan terjadi"Diiringi dengan senyuman hangat.


Almora kemudian tersentak sadar,ia lalu melepaskan tautan tangannya dan William.


"Kenapa kau memegangku seenaknya!"


"Oh ayolah,kau harusnya bersyukur bisa di sentuh oleh pangeran mahkota di seluruh frasland ini"


"Astaga sombong sekali dirimu!"


"Aku berkata fakta,Mora"


"Akupun berkata kenyataan,Liam"


Keduanya lalu saling bertatapan dan di detik berikutnya tertawa bersama.Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Namun,disini,saat ini,Kedua insan ini berharap semoga tak ada hal buruk menimpa nya.


Dan apakah keduanya sudah memiliki rasa satu sama lain? Mungkin baru rasa sayang layaknya seorang teman,hidup.


🌹🌹🌹


"Kita tidur bersama?"Tanya Almora setelah menginjakan kakinya dikamar William.

__ADS_1


"Menurutmu?!"


"Oh ayolah,kenapa aku harus terjebak dalam situasi ini bersamamu,hufft..."


"Berhentilah meratapi nasib,pergi berganti pakaianlah sana!"Titah William lalu mendaratkan bokongnya di kursi kamarnya.


"Ah iya,kau tidak berpikiran untuk melakukan hal 'itu' kan?!"Todong Almora.


William mendorong kening Almora pelan namun kuat."Meski sekarang aku sudah menikahimu,aku tak akan mau berbuat hal seperti itu dengan wanita yang aku sendiri tidak tahu bagaimana karakteristiknya sebenarnya"


"hufft...baiklah,aku jadi lega"Sambil mengusap usap dadanya.


"Sekarang cepatlah kau berganti pakaian!"


Cetusnya.


"Memangnya kenapa kau begitu bersikeras menyuruhku berganti pakaian sih! apa jangan jangan--"Almora menutup mulutnya berlagak terkejut.


"Badanmu bau"


Almora berdecak kesal,ia kemudian mulai berganti pakaian di kamar mandi sesuai perintah sang pemilik kamar.Almora menatap pantulan dirinya di cermin dan bermonolog "Astaga,mimpi apa diriku sampai harus menikah dengan orang menyebalkan itu!"


"William itu memanglah tampan,tapi tetap saja aku tak suka"Ucap Almora asal tanpa memikirkan dirinya akan menghabiskan waktunya bersama sang suami dan perasaan nya bisa berubah kapan saja.


Almora membuka pintu kamar mandi lalu menghampiri William yang sudah membaring kan tubuhnya diatas ranjang.Almora menghembuskan napasnya kasar. "Liam,apa kau punya kain lebar dan sebuah tali?"


William kembali membuka matanya "Untuk?"


"oh ayolah,jawab saja aku!"


"Aku ini seorang pangeran,bukan seorang penenun kain.Sudah jelas aku tak mempunyai barang itu!"


Almora mendengus lalu dengan terpaksa mulai membaringkan tubuhnya disamping William dan mulai menutup mata.Ia berusaha menemukan tempat yang nyaman untuk tidur.


Melihat Almora yang sepertinya sulit tidur, dengan satu tarikan William merengkuh tubuh kecil istrinya ke pelukannya.Awalnya Almora ingin mengelak tapi matanya sudah tak bisa diajak kompromi.Alhasil pasangan baru ini menghabiskan malamnya dengan tidur saling berpelukan.


🌹🌹🌹


Di sebuah istana langit yang megah dengan banyaknya sumber mata air yang menghiasi tempat ini.Rasa sejuk akan terasa oleh siapa pun yang baru memasuki wilayah ini.


Inilah Istana dari Dewi keabadian atau Dewi wysteria bersama soulmate-nya dewa keberanian atau Felix.


Penjaga dari istana ini bukanlah prajurit seperti istana di kalangan manusia,melainkan seorang dayang dengan penampilan yang menyejukkan hati.


Bersambung.....


Hargai penulis dengan menekan tombol like nya okeyyy🥰

__ADS_1


__ADS_2