
Saat ini Amara tengah asik membuat susu kedelai hangat di dapur istana.Sebelumnya, memang ada pelayan yang menghampirinya dan meminta agar dia yang membuatkannya. Tapi Amara bersikeras agar ia yang membuatnya.Dan alhasil akhirnya Amara lah yang membuat susu kedelai meski harus mengalami kejadian naas.
Susu yang dibuat Amara seketika tumpah dan mengguyur kaki jenjangnya ketika Amara akan memindahkannya ke dalam botol.
๐น๐น๐น
Amara meringis kala susu kedelai yang masih bersuhu panas mengenai kaki kanannya.Ia berjongkok melihat keadaan kakinya yang sedikit melepuh.
"Awshhh"Ringisnya.
Count Smith dan Angelo yang saat ini kebetulan melewati dapur istana dan secara tidak langsung melihat apa yang terjadi dengan adik dari Almora itu.
"Nona,kau tak apa apa?"tanya count Smith seraya berlari mendekat.
Amara menoleh "kakiku melepuh,bisa kau bantu aku?"Ucapnya penuh harap.
Count Smith yang mengerti langsung bersiap memposisikan tangannya untuk menggendong Amara tapi Angelo menahan nya."Biar aku saja"
Count Smith segera bangkit dan membiarkan Angelo menggendong Amara yang sedang terlihat seperti menahan tangis.Ia menggigit bibir bawahnya,matanya berkaca kaca.
"Sakit"Rengeknya manja kepada Angelo.
Angelo yang terkejut dengan tingkah perempuan digendongannya ini mendengus
"Dasar cengeng!"Ujarnya tak punya hati.
Amara yang kesal langsung mencubit keras perut Angelo hingga dipastikan perutnya pasti akan merah membengkak."arghh...kau gila!"Teriak nya.
"harusnya kau prihatin padaku,aku sudah terkena bencana,dan kau malah mengataiku cengeng!"Amara merajuk.
Angelo terkekeh "Memangnya,kau siapa aku sampai aku harus bersikap sedemikian padamu?"Godanya.
"Oh ayolah,apa kau lupa! aku ini adik dari calon kakak iparmu!"Balas Amara.
"Dan apa kau lupa juga! aku ini adik dari calon kakak iparmu juga!"Ujar Angelo mengikuti gaya bicara Amara.
Amara mendengus,ia tak mengindahkan apa yang di ucapkan Angelo,Ia memilih memalingkan wajahnya ke arah lain.
๐น๐น๐น
__ADS_1
"Lepaskan aku sialan!"Raung seorang wanita berbusana ala bangsawan gelar Baron.
"Berisik! Neil ikat dia dengan tali rotan!"Titah lelaki bertubuh tegap layaknya seorang pangeran.
"apa yang kau lakukan! lepaskan aku!"sentak wanita itu keras.
"Baroness alfonsa de north"Ujar perempuan berjubah hitam merah yang baru saja datang dengan wajah angkuhnya.
Perempuan yang diketahui bernama alfonsa itu menolehkan kepalanya melihat siapa dalang sebenarnya dari penculikannya.
Kemarin pagi,alfonsa yang saat itu tengah berjalan di taman tiba-tiba segerombolan prajurit berbaju hitam mengepung dan membawanya kemari,ruang bawah tanah yang pengap.
Alfonsa menggeram tertahan"apa yang kau inginkan?!"Ketusnya.
"ck ck jangan terburu buru,alfonsa.Kau hanya perlu diam dan dengarkan aku!"
Wanita berjubah itu tampak berjalan mendekati alfonsa.Dia mengangkat dagu alfonsa dan berkata "Berikan padaku botol ajaib itu!"
Alfonsa menggeleng keras,ia sama sekali tak akan membiarkan botol ajaib itu jatuh di tangan yang tidak tepat untuk di salah gunakan.
"Aku tak akan memberikan botol itu pada siapapun!"Tukas alfonsa.
"oh,kau tak mau berikan rupanya.Baiklah, selamat karena itu juga kau tak akan bisa pergi kemana pun!"Wanita berjubah hitam merah itu berjalan dengan langkah emosi meninggalkan ruangan pengap ini.
๐น๐น๐น
Tempo hari Almora pernah berkata jika saat dia terjatuh dari kuda,seseorang berjubah hitam merah menghalaunya dan hampir membunuhnya.Tunggu,Almora juga sempat berkata bila dia saat kontes berburu berlangsung,dia bertemu dengan dua orang.
Yakni si jubah hitam merah dan seorang pria.
"siapa pria itu?apakah Almora mengenalnya?"
William bangkit dari duduknya dan berniat untuk menanyakannya langsung pada sang pelaku.Ia berjalan dengan langkah tegas penuh wibawa persis seperti raja Harry saat masih muda.
Omong-omong tentang raja Harry,mengapa beliau tak kelihatan semenjak perlombaan berakhir?Ternyata beliau dari saat terakhir lomba,beliau langsung melakukan perjalanan ke kerajaan sebrang untuk mengadakan pertemuan penting.Tentunya bersama sang istri,ratu Hana.Keduanya sempat berpamitan dengan Almora tempo hari.
"Almora"
William membuka pintu kamar Almora secara perlahan.Dia melihat pemilik kamar yang sedang duduk sambil melihat pemandangan dari balkon.William menghampirinya, saat tersisa beberapa langkah lagi William mendengar Almora seperti sedang berbicara dengan orang lain.William menolehkan kepalanya ke segala arah namun,tak ada satupun orang lain kecuali dirinya dan Almora.
__ADS_1
William meneguk ludahnya kasar "apa dia gila? karena pembahasan pernikahannya kemarin?Memang seburuk itukah pengaruhnya? Batinnya terus bertanya.
Dengan langkah pelan,William memberanikan diri untuk menghampiri Almora."Almora,apa kau baik baik saja?"
Almora yang masih sibuk dengan kegiatannya tak menyadari bahwa William berada di tempat yang sama dengannya.
"Dasar payah,kenapa kau tak langsung menolongku?"
"Ya,aku tahu aku tahu kalau aku itu saudari reinkarnasi mu! tapi,--"Ucapan Almora terpotong kala William berdeham dan berucap keras.
"Hei,apa kau sungguh sudah gila?!"
"Maksudku,kita bisa bicarakan baik baik tentang pernikahan itu kau tak perlu seperti ini!"Sambungnya.
Almora mengangkat alisnya heran,ada apa dengan pria di hadapannya itu."Kau,apa yang kau lakukan disini?dan apa maksud ucapan mu aku gila?!"
William berdeham pelan untuk menetralisir rasa gugupnya."Ucapanku benar kan? kau sudah gila?! orang waras mana yang mengobrol dengan dirinya sendiri!"
Mata Almora membulat ya,dia sadar dengan ucapan William "berarti pria ini mendengar Ucapanku dengan jelas! dan melihatku berbicara sendiri seperti orang gila?! hufft"
"e...em intinya semua yang kau dengar tadi hanya hayalanku saja,ak-aku gak bermaksud apa apa kok"Jelas Almora.
"Apa kau ada perlu kemari?"Tanyanya berusaha mengalihkan perhatian William.
William menatap heran wanita di depannya itu lalu berdeham kala mengingat tujuan apa dirinya menemui Almora.
"Oh iya,katamu saat kau kontes berburu bertemu dua orang kan?siapa pria yang kau temui itu dan apa kau mengenalnya?"
Almora terdiam pikirannya seketika melayang pada kejadian satu hari yang lalu,dimana dia bertemu dengan sosok pria yang rupanya sangat persis sekali dengan sahabatnya, Andre.
Melihat Almora terdiam,William merasa tak enak karena sepertinya mengganggu privasi nya."em...jika kau tak mau beri tahu pun tak apa kok,aku hanya iseng bertanya padamu"
"apa aku jujur saja ya pada William?Tapi mana mungkin dia percaya dengan semua ceritaku terutama bagian diriku yang seorang keturunan Dewi wysteria,hufft"Batin Almora terus berucap.
"Apa kau akan percaya padaku?"Tanya Almora dengan sorot mata teduh
William mengernyit heran,kenapa wanita di depannya itu bertanya demikian?
"Apa yang kau katakan?Kenapa kau tiba tiba aneh?."
__ADS_1
Bersambung.....
Hargai penulis dengan menekan tombol like and subscribe nya guysss๐ฅ